Dinikahi Berondong Tampan

Dinikahi Berondong Tampan
Dibaperin


__ADS_3

Hari kedua masuk sekolah,Marcel masih semangat-semangatnya.Ia bangun jam lima pagi.Marcel bangun dan langsung membereskan tempat tidur dan membersihkan kamarnya.


Marcel menuju wastafel berniat mencuci piring bekas pakai tadi malam.


"Etsss..mau ngapain?"


"Eh ka Vivi!"Marcel terkejut melihat Vivi berdiri di dekat kulkas.


"Mau ngapain?"


"Hehehe...Maaf ka." Jawab Marcel cengengesan.


"Marcel! Kakak kan udah bilang gausah ngerjain kerjaan rumah.Itu semua tugas kakak.Kamu cukup belajar yang baik itu aja."


"Iya ka,Maaf.Marcel ga akan ngulangin lagi."


"Kamu beresin perlengkapan sekolah kamu sana."


"Udah kok kak"Katanya menunduk.


"Baguslah.Kamu duduk aja dulu disini.Mandinya ntar lagi aja."Kata Vivi memegang kursi makan di dapur.


Marcel pun menurut,duduk tenang di kursi seraya memperhatikan Vivi yang sedang mencuci piring.


Setalah mencuci piring,Vivi meminta Marcel untuk mandi.Sementara ia lanjut memasak untuk sarapan mereka.


Vivi benar-benar merawat dan memperlakukan Marcel dengan sangat baik,seperti merawat adiknya sendiri.


...****************...


Jam menunjukkan pukuk 06:05.Keduanya telah selesai sarapan.Keduanya berjalan menuju teras bersiap berangkat ke sekolah.


"Ka Vivi."


"Iyah ade?"


"Aku bisa sendiri.Kakak ga usah antar aku lagi.Aku kan udah besar juga."


"Gimana yah?"


"Ih...Gimana aku mau jagain kakak,kalau jaga diri sendiri aja gabisa."


"Hahaha..Bisa aja kamu Marcel."


"Lagian kakak kan jadi lama buka tokonya kalau harus nganterin aku dulu.Jadi sayang bangat kak."


"Iya juga sih.Kamu yakin bisa pergi sendiri."


"Yakin dong."


"Yauda deh,tapi kamu hati-hati yah?"


"Siap bos!"Marcel menghormat Vivi.


"Kalau gitu ini bekalnya masukin dulu ke tas kamu sini."


Setelah berpamitan dan menyalim Vivi,Marcel berlari menuju gerbang.


"Marcel!"Seru Vivi.Marcel menghentikan langkahnya dan menoleh.


"Pas pulang nanti nyebrang nya hati-hati yah!"


"Iyah ka,Dahhh kakak..!"


...****************...


Masih memandang angkot yang dinaiki Marcel dari teras rumahnya,tiba-tiba Vivi dikejutkan suara klakson motor yang berhenti di halaman rumahnya.


"Tiiitttt.."


"Eh buset." Kata Vivi kaget.


"Seseorang tertawa sambil membuka helm nya.


"Kak Zeky?"Katanya dengan kedua tangannya menutup telinganya.


"Masih ingat?"Zeky turun dari motor dan berjalan ke teras.


"Masihlah.Masa iya lupa.Kakak duduk dulu sini."


"Eum...Sombong bangat yah sekarang!"


"Masa sih.Perasaan aku sama aja deh.Oh iya aku bikinin minum dulu yah ka."

__ADS_1


"Gausah deh gausa."


"Kakak udah sarapan belom?Mau aku buatin sarapan buat kakak?"


"Gausa juga.Aku udah sarapan tadi."


"um yauda deh." Vivi duduk di kursi sebelah Zeky.


"Kakak tadi bilang aku sombong?"


"Iyalah."


"Kenapa bilang gitu?"


"Emang sombong kok."


"Ihh..kakak apaan sih?"


"Iya.Aku chat di Wa ga dibales,aku telpon ga dijawab.Udah kayak ngechat selebgram aja."


"Oh yah?Kapan kakak ngechat aku?"


"Dihh..pake acara nanya kapan nelpon lagi."Kata Zeky sedikit kesal.


"Aku serius."


"Oh yaudalah.Kalau emang ga ada." Zeky tersenyum kecewa.


"Aku pergi dulu yah!"


"Kok buru-buru bangat sih ka."


"Aku mau kerja."jawab Zeky jutek.Lalu beranjak dari tempat duduknya.


"Kak.Kakak marah sama aku?"


"Engga ah.Ga ada alasan buat marah sama kamu.Itukan terserah kamu mau berteman sama siapa,mau deket sama siapa,terserah kamu."


"Maksud kakak apa sih?"


"Udah dulu yah?"


"Kak..Aku minta maaf kalau ada salah.Tapi ntar dulu deh." Vivi masuk ke rumah untuk mengambil ponselnya.


"Oh ga ada.Ini berarti ga dianggap yah?"Kata Zeky menunjukkan chat dari nomor tanpa nama di hp Vivi.


"Ini kakak?"


"em."


"Ya ampun.Maaf bangat yah ka.Aku ga tau itu kakak."


"Setidaknya bales kek.Malah dikacangin aja.Mana ditelpon ga dijawab lagi."


"Iya sih.Lagian kakak sih." Vivi balik menyalahkan Zeky.


"Kok aku?"


"iyalah.Kenapa ga langsung bilang kalau itu kakak."


"Orang kamunya ga nanya."


"Kakak yang salah."


"Iyah aku yang salah.Maaf yah ga langsung bilang kalau itu Zeky." Zeky pura-pura tersenyum.


"Hahaha...Ada ada aja kakak."


"Iya emang aku yang salah.kan aku cowok.Cewek mah ga pernah salah."


"Hahaha...Kakak!"Vivi memukul lengan Zeky.


"Duh..kenapa sih mukul-mukul?"Kali ini Zeky sudah beneran tersenyum.


"Kebiasaan nih tangan kalo ketawa harus mukul orang."


"Tau dah cewe."


Vivi lagi-lagi tertawa.


"Ka,aku minta maaf yah!"


"Gak salah nih?"

__ADS_1


"Salah kenapa?" Vivi kebingungan.


"Ada cewe yang minta maaf sama cowonya?Eh...cowo?"


"Hahaha...iyah.Cuman aku.ingat yah ka,cu-man- a-ku!" Vivi menekankan kata 'cuman aku'.


"Hahaha..bisa aja kamu Vi."


"Kakak duduk dulu."Kata Vivi manja meminta Zeky kembali duduk.


"Aku kira yang ngechat aku itu kakak aku,makanya ga aku jawab.Aku ga mau pulang,aku ga mau ketemu mereka."


"Kenapa sih?Kakak kamu baik kan?"


"Iya. Tapi aku ga mau."


"Ya ampun Vi. Iya deh kalau gitu."


"Aku harus berubah dulu."


"Jadi Ultraman?"


"Hahaha...Bukan ka.Jadi lebih baik.Jadi orang sukses."


"Oh.gitu...Kalau gitu semoga kamu cepat-cepat sukses.Biar langsung temuin keluarga kamu.Kasian soalnya mereka pasti kecarian dan kepikiran terus sama kamu."


Vivi mendengus.


"Kalau gitu aku pergi dulu yah.Ntar telat lagi.Lain kali kita ngobrol."


"Iya kak.Kakak hati-hati yah."


"Ceritanya kamu perhatian nih?"Zeky menggoda Vivi.


"Engga gituuu."jawab Vivi manja.


"Ga hati-hati ah.Gada juga yang peduli."


"Hahaha..kakak....Pokoknya kakak hati-hati.Aku ga mau kakak kenapa-napa.Aku peduli."


"Nah gitu dong.Iya cantik...Eh..keceplosan".


Vivi tersipu malu.


"Dah Vi.Mukanya merah gitu.kenapa?"Zeky masih menggoda.


"Gapapa kak.Cuman panas aja.Mau mandi."


"Oh belum mandi ternyata.Dasar cewe jam segini belom mandi."


Vivi memasang muka manyun yang membuat Zeky semakin gemas dan ingin terus menggodanya.


"Hahaha..Gitu aja nangis."


"Aku ga nangis kakaaaakkkkk!"


"Hahahah...Yauda besok atau lusa aku kesini lagi yah.Kalau ada waktulah pokoknya."


"Belanja kan?"


"Ga.Cuman mau liat penjualnya aja.Soalnya ngegemesin.pengen dibawa pulang ke rumah tapi belum bisa."


"Sana...sana..."Kata Vivi baper.


"Ngusir?"


"Kalau merasa."


"Jahat bangat".Zeky pura-pura sedih.


"Bukan ngusir Ka.Cuman peduli aja.Ga mau kalau kakak nanti malah telat kerjanya."


"Oh yah?Semangat bangat dah ini jadinya."


"Kapan berangkatnya sih?"Vivi lagi-lagi tertawa.


"Ga tau.Kayak pengen disini terus ngobrol sama kamu.Hadehhh...tapi harus kerja juga biar ngumpulin uang dan bisa bawa kamu ke rumah.Jadi bisa sama kamu tiap hari."


Wajah Vivi memerah lagi.


"Kalau gitu kakak pergi dulu yah.Kamu juga hati-hati disini.Kalau ada apa-apa jangan sungkan telpon aku.Sama itu tuh nomornya jangan lupa disave. Trus kalau dichat tuh bales!"


"Hahaha...Iyah kak.Dah ka Zeky."

__ADS_1


__ADS_2