Dinikahi Berondong Tampan

Dinikahi Berondong Tampan
Kecelakaan


__ADS_3

Orang-orang sudah berkerumun mengelilingi korban tabrak lari.Hanya melihat dari jarak 2 meter,tidak ada yang berani mendekati korban yang sudah lemah tak berdaya.Darah yang mengalir di aspal yang panas mulai mengering.Keadaan begitu riuh.


Polisi akhirnya datang mengamankan.lalu membawa korban ke rumah sakit terdekat.


...****************...


"Kak Vivi"Kata Marcel ketika Vivi membuka matanya.Ia duduk menggenggam tangan Vivi sambil air matanya terus mengalir.


Vivi hanya tersenyum.Ia ingin berbicara pada Marcel namun terasa berat.


"Gimana keadaan kakak Marcel?" Tanya Zeky yang tiba-tiba masuk ke ruangan Vivi.


"Ga tau juga kak.Tapi kak Vivi baru bangun nih."


"Maaf yah,Kakak agak lama datangnya.Soalnya abis mandi tadi kakak ada urusan bentar."


"Iyah,ka gapapa."


Zeky memegang tangan Vivi sambil tangan kirinya mengelus lembut rambut Vivi.


"Sayang,gimana sekarang."katanya berbicara pelan sambil mendekatkan wajahnya pada Vivi.Vivi hanya menatap Zeky.


"Cepat sembuh ya sayang.Kamu harus kuat cantiknya aku."Zeky mencium lembut kening Vivi.Vivi sedikit menggerakkan kepalanya mengangguk.


"Sayang bangat sama kamu,aku ga bisa liat kamu kayak gini yang."


"Iyah ka.Marcel juga sedih bangat liat kakak kayak gini."Marcel menangis.Vivi mengangkat tangannya yang lemas,memberi kode agar Marcel memeluknya.Marcel langsung memeluknya sambil menangis.Marcel tidak bisa membayangkan jika hal lebih buruk terjadi pada Vivi.


Vivi mengelus pelan punggung Marcel.


"Yauda,biarin kakaknya istirahat dulu Marcel.Biar cepat sembuh dan bisa pulang ke rumah.Kamu mau kak Vivi cepat sembuh kan?"


"Iyah ka."Marcel melepaskan pelukannya.


"Kamu istirahat dulu yah sayang.Cepat sembuh sayangku.Love you Honey !"Zeky menggenggam dan mencium tangan Vivi.


"Iyah sayang."Kata Vivi lemah.


...****************...


Empat hari dirawat di rumah sakit,akhirnya Vivi sudah bisa dibawa pulang ke rumah.Marcel sangat senang mengetahui hari ini Vivi bisa pulang.Ia tidak sabar ingin cepat-cepat pulang sekolah dan menemui Vivi di rumah.


Zeky Membuka pintu mobil dan memapah Vivi masuk ke rumah.Mereka berjalan perlahan.Kepala Vivi yang masih diperban dan tangannya yang masih dibalut mencuri perhatian orang-orang yang melihatnya.


"Aku gendong aja kali yah,yang?"Zeky menawari bantuan.Tidak tega melihat kekasihnya berjalan kesusahan.


"Ga usah sayang.Aku bisa jalan kok."


"yauda,pelan-pelan sayang."


Keduanya akhirnya tiba di rumah.Vivi menghembus napas lega,akhirnya bisa pulang ke rumahnya.


"Sayang, aku ambilin air minum buat kamu dulu yah."Kata Zeky setelah membantu Vivi duduk di sofa.Vivi menggangguk tersenyum.


Zeky ke dapur untuk mengambil air minum.


"Ini sayang.Kamu minum dulu."Zeky membantu Vivi memegang gelas.Vivipun meminumnya.


"Makasih banyak yah sayang.Kamu baik bangat sama aku.Udah ngerawat aku sampai sembuh gini.Sampai ngambil cuti lagi.Maaf juga aku udah ngerepotin kamu,aku jadi beban buat kamu yang."Vivi menggenggam tangan Zeky.

__ADS_1


Zeky tersenyum.Ia memeluk Vivi dan membelainya.


"Sama-sama sayang.Itu udah tugas aku kok ngerawat sayangnya aku.Kalau bukan aku yang jagain kamu siapa lagi coba.Dan ga usah ngerasa ga enakan,kamu ga ngerepotin,kamu bukan beban,kamu penyemangat aku."


"Sayang!"Panggil Vivi pada Zeky.


"Iyah yang?"


"Boleh aku cium kamu?"


"Hah?Cium?"Zeky seolah tak percaya mendengar kata-kata Vivi.


"he'em"Vivi jadi malu.


"Boleh dong yang."


Vivi mendekatkan wajahnya pada Zeky dan mencium pipi Zeky.Ini ciuman pertama Vivi untuk Zeky.Zeky membalas dengan mengecup kening Vivi.Keduanya lalu tersenyum.


...****************...


"Untuk beberapa waktu ke depan,aku yang bakal masak buat kita."Kata Zeky sambil memasang celemek.


"Kamu bisa masak yang?"Vivi yang sedang duduk menonton televisi melirik Zeky.


"Belum pernah sih.Tapi barusan aku udah nonton tutorial memasak makanan enak.Aku pasti bisa demi cantiknya aku."


"Aku aja deh yang masak."


"Eh gaboleh.Tangan kamu aja masih sakit.Serahin semua ke Zeky,Calon suami idaman."


Vivi tertawa mendengarnya.


"Oh boleh bangat Marcel."


"Bantu cicipin kak."


"Ih Marcel apaan."Sahut Vivi tertawa.Ketiganya tertawa riang di ruang tamu.


"Ga kok.Ya kali cuman bantu cicipin kak.Let's go kita memasak!"Kata Marcel semangat.


"Let's go! "


"Sayang,kamu tunggu disini yah,calon suami mu akan membuatkan hidangan enak untukmu."Kata Zeky setengah berbisik.


"Huekkk..."Sahut Marcel.


"Hahaha...Iyah sayang.Jangan lama-lama.Aku laper soalnya."


"Kamu laper yang?Yaudah kita beli makanan aja yah?"


"Lah gimana sih?"Kata Marcel yang sudah memegang sendok goreng.


"Aku ga mau makanan dari luar.Aku mau makan masakan calon suami aku."


"Duhh..."Wajah Zeky memerah Vivi menyebutnya calon suami.


"Kenapa calon suami?"


"Yang...Aku istirahat bentar yah?"

__ADS_1


"Kok istirahat,sayang cape yah ngerawat aku selama beberapa hari ini?"


"Bukan...Cuman ga kuat berdiri aja karena kata-kata kamu tadi."


"Kata-kata apa?"


"Itu tadi."


"Apa?"Vivi menggoda Zeky.


"Sok ga tau kamu sayang."Zeky salah tingkah.


"Apa sih calon suami?"


"Aaaaa kaaann."Zeky menjatuhkan tubuhnya di sofa.


Vivi dan Marcel ketawa.


"Ga jadi masak?"Tanya Marcel.


"Ntar dulu Marcel.Ini kakak lagi lemes bangat."


"Ah lemah.Cuman digoda gitu aja udah ga kuat.Gimana ka Vivi yang digodain cowo-cowo tiap hari?"


"Apa?"Mata Zeky langsung terbuka lebar.Vivi menahan ketawa.


"Beneran yang kamu digodain cowo-cowo kalo lagi ga ada aku?Aaaa....Sayanggg..."Zeky begitu manja di hadapan Vivi.


"Emang bener!"Jawab Vivi.


"Aaaaa...Sayang.Tapi kamu ga tergoda kan?Aku lebih ganteng dari mereka kan?"Zeky duduk di lantai menghadap ke Vivi.Kepalanya ngedongak dengan mulut manyun.


"Aku ga tergoda sayang.Kan aku udah punya si ganteng."Vivi memegang pipi Zeky.Lalu Zeky menggenggam tangan Vivi.


"Engga lah.Udah nutup hati buat cowo-cowo lain.Hati aku sekarang cuman buat Zeky."


"Jangan pernah selingkuh yah sayang,jangan khianatin aku.Aku sayang bangat sama kamu.Kita tinggal nunggu waktu aja.apanpun kamu siap, aku bakal nikahin kamu."


"Iya sayang.Ga ada alasan buat khianatin kamu.Aku cewe paling bodoh kalau aku lakuin itu."


"Ih polisi cengeng bangat!"Seru Marcel.


"Dih apaan.Tapi iya sih.Kalau di depan ayang kek jadi lemah gitu."


"Heleh."Sahut Vivi tertawa.


"Kak Zeky awas sakitin kak Vivi.Aku ga akan tinggal diam.Aku bantai kak Zeky."


"Siap!Siap Super hero.Aku ga akan nyakitin Malaikat."


"Sekarang aja udah nyakitin!"


"Kok ngomong gitu?"


"Kak Vivi tadi bilang udah laper bangat,malah ga langsung masak.Gimana kak Vivi mau makan coba.Kak Vivi maunya makan masakan kak Zeky."


"Oh iya." Vivi dan Zeky tertawa.


"Kalau gitu let's go!" Seru Zeky semangat.

__ADS_1


__ADS_2