Dinikahi Berondong Tampan

Dinikahi Berondong Tampan
Ini Serius?


__ADS_3

Dengan langkah perlahan Vivi keluar dari kamarnya.Dengan Long dress berwarna peach dan sepatu yang sama dengan warna bajunya dengan tumit kira-kira 10cm.Di tangannya ada tas berwarna coklat.penampilannya terlihat sangat glamour dengan gaya rambut sleek-back.Fashion yang ia gunakan itu adalah hadiah dari Marcel tadi siang.


Marcel dengan kemeja dan rompi yang sudah menunggu sejak tadi di ruang tamu tampak terpukau melihat Vivi keluar dengan penampilannya yang luar biasa.Marcel sampai tidak bisa berkata apa-apa.Vivi melihat Marcel yang menatapnya seperti itu.


"Kenapa?Ga cocok yah?" Vivi sedikit manyun dengan rasa tidak percaya diri.


"Eh...Ga kok.Cantik bangat.Belom pernah ketemu wanita secantik ini."Kata Marcel tersenyum menawan.


"Bisa aja kamu.Lagian sih cuman mau keluar ngapain pake baju kayak gini,sepatunya juga.Udah kayak mau ke kondangan aja."Vivi sedikit protes.Marcel memang memaksanya tadi untuk memakai barang-barang yang ia berikan itu malam ini.Marcel juga meminta Vivi berdandan ke salon,tapi Vivi menolak.Walau berdandan sendiri di rumah,make up dan style rambutnya tidak kalah dengan hasil salon.Vivi memang punya bakat di bagian merias wajah dan rambut.


"Gapapa loh...Emang ada peraturan gabisa cantik-cantik keluar rumah kecuali ke kondangan? Kecuali..."Marcel menghentikan omongannya.


"Kecuali apa?"


"Kecuali keluarnya sendiri.Ya ga boleh cantik-cantik amat.Ntar digodain sama cowok-cowok."


"Kalo digodain emang kenapa?Kan gapapa siapa tau bisa jadi teman hidup."Kata Vivi tersenyum.


"Oh iya silakan tuan putri.Kalau mau kemana-mana jangan lupa penampilannya kayak gini terus yah,biar digodain cowok-cowok."Marcel tersenyum palsu.


"Hahaha..Apaansih?"


"Udah yok."Marcel berjalan menuju mobil.Vivi mengikutinya sambil menaikkan alisnya.


...****************...


Tepat di depan sebuah cafe,Marcel menghentikan mobilnya.Vivi melihat keluar jendela 'Romantic Cafe'. Dilihat dari bentuknya Vivi sudah yakin kalau ini adalah tempat mahal,tempatnya para konglomerat.


"Ayo!"Marcel membuka pintu Vivi dan mengulurkan tangannya,membuyarkan isi pikiran Vivi.


"Disini?"Tanya Vivi.Marcel menangguk tersenyum.


"Mari!"Katanya lembut mengulurkan tangannya.Vivi menggenggam tangan Marcel dan turun dari mobil.

__ADS_1


Keduanya berjalan memasuki cafe.Cafe itu benar-benar dihias seperti untuk acara khusus.Anehnya tidak ada orang disana.Suasananya juga redup dengan cahaya lampu kerlap-kerlip.


"Sepi bangat."Kata Vivi sambil memandangi sekeliling tempat itu.


"Welcome Prince and Princess!"Terdengar suara bergema.Suara itu mengejutkan Vivi,Marcel hanya tersenyum.


Dua orang pelayan mempersilakan keduanya duduk berhadapan.Wajah Vivi benar-benar kebingungan.Ini seperti di mimpi.Tidak masuk akalnya.


"Ini ngapain sih,Cel?"Katanya setengah berbisik.


"Ada deh!"Jawab Marcel meniru cara bicara Vivi.Vivi menatap Marcel sinis.


"Acara dimulai!"Suara itu terdengar lagi.Vivi melihat sekelilingnya kebingungan.


Marcel berdiri dan berjalan menuju tempat duduk Vivi.Ia mengulurkan tangannya pada Vivi.Vivi pun menggenggamnya dengan wajah kebingungan.Marcel pun berlutut sambil mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya.Sebuah kotak kecil berwarna hitam.


"Will you marry me?" Kata Marcel menatap Vivi dengan pandangan penuh harap.Vivi terkejut dengan apa yang ia lihat dan dengarkan.Tubuhnya panas dingin.Vivi tidak menjawab.Ia tidak percaya dengan apa yang ia saksikan ini.


Marcel juga terdiam dengan terus menatap Vivi.Namun wajahnya kini berubah,tidak seceria saat pertama mereka sampai.Ia kini khawatir kalau-kalau Vivi menolaknya.Tidak memikirkan seberapa banyak biaya yang ia keluarkan untuk acara ini,tapi seberapa lama ia menunggu dan sebesar apa perjuangannya untuk sampai pada momen ini.


"Kamu jangan main-main sama hal kayak gini Marcel!"Jawab Vivi setelah beberapa saat.


"Aku ga main-main.Aku serius sama kamu.Apa aku sejahat itu di pandanganmu?Mana bisa aku jahatin orang yang aku sayang.Aku gabisa jahat sama orang yang udah mengangkat aku jadi kayak yang sekarang."Mata Marcel berkaca-kaca.


"Kamu tau perbedaan umur kita?"


"Aku ga pernah peduli soal itu.Yang aku tau aku bahagia saat sama kamu,dan aku juga pengen bahagiain kamu.Aku pengen kita bahagia bareng,kayak mimpi kita dulu."Sahut Marcel.


"Ada banyak cewe di luaran sana yang jauuuhh lebih segalanya dari aku.Lebih cantik,kaya, wanita berkarier yang pantas buat kamu."


"Tapi kamu melebihi mereka semua.Aku ga bisa buka hati buat wanita lain.Cuman mau kamu."


Air mata Vivi berlinang di pipinya.Ia juga sadar bahwa perasaannya pada Marcel yang dulu sudah berbeda dengan yang sekarang.Ia sudah jatuh cinta pada Marcel.Vivi juga melihat ketulusan di wajah dan mata Marcel.

__ADS_1


"I want to marry you" Kata Vivi tersenyum dengan air mata masih mengalir karena terharu.


Marcel langsung mengambil cincin dari kotak dan memasangnya pada jari manis Vivi.Lalu berdiri dan memeluk Vivi dengan erat.


"Thank you.Thank you for everything so far.Especially thanks for tonight.I really love you." Kata Marcel sambil masih saja memeluk Vivi.


Tiba-tiba lampu menyala.Suasana begitu terang.Orang-orang berdatangan duduk memenuhi kursi di tempat itu.Para pelayan yang cukup banyak jumlahnya langsung mengantar makanan memenuhi setiap meja.Vivi melihat sekelilingnya keheranan,sementara Marcel hanya tersenyum melihat ekspresi Vivi.


"Kenapa sayang?"Katanya tersenyum manis.Jantung Vivi tiba-tiba berdetak kencang tak karuan.Wajah dan telinganya panas ketika mendengar Marcel memanggilnya sayang.Vivi menggeleng.


"Kenapa mereka semua ada disini?"Kata Vivi pada Marcel ketika melihat tempat itu dipenuhi orang-orang sekampungnya.


"Buat ngerayain hari bahagia aku dan kamu.Karena kamu udah nerima lamaran aku."


"Marcel..kamu lakuin ini semua untuk aku?"


"Pasti dong sayang.Aku janji bakal selalu bahagiain kamu."


"Makasih Marcel."Kata Vivi menangis.


"Bisa ga sih Marcel diganti jadi sayang aja?"


Vivi tersenyum salah tingkah.Mulutnya serasa sangat janggal untuk memanggil Marcel sayang walaupun hatinya sangat ingin.


"Makasih sayang."Katanya kemudian.


"Sama-sama sayang!"Marcel kembali memeluk Vivi.Orang-orang bertepuk tangan.Lagu-lagu romantis mulai diputar.


"Selamat yah kak."


"Deva?"Vivi kaget tidak menyangka ada Deva disana.Vivi langsung memeluknya sambil menangis.


"Kamu apa kabar?Kakak kangen bangat sama kamu."

__ADS_1


"Aku baik kak.Aku juga kangen bangat sama kakak."


"Yaudah,aku balik ke kursi dulu yah kak.Besok kita ngobrol.Kakak temanin Marcel aja dulu."Katanya tertawa lalu kembali ke kursinya.Vivi dan Marcel ikut tertawa.Keduanya lalu duduk dan menikmati makan malam.


__ADS_2