Dinikahi Berondong Tampan

Dinikahi Berondong Tampan
Susahnya hidup


__ADS_3

Dengan langkah kaki terseret,Vivi memasuki kamarnya.Melalui satu hari bekerja sudah seperti satu bulan baginya,terasa lama dan sangat melelahkan.Ia langsung menjatuhkan dirinya di tempat tidur yang bisa dikatakan hampir tidak layak pakai.Vivi bekerja di sebuah Laundry bersama satu orang temannya.Teman kerjanya sudah pulang sejak pukul 6 sore tadi.Rumahnya tidak jauh dari Laundry tempat mereka bekerja.Jadi dia akan datang jam 7 pagi lalu pulang jam 6 sore.sementara Vivi tinggal di rumah bos nya yang sekalian tempat usaha laundry dijalankan.


"huhhffttt....cape bangat.Rasanya tulang-tulangku hampir remuk.Ga hanya ngerjain pekerjaan Laundry,tapi juga harus mengerjakan pekerjaan rumah.


Apaan coba.Masa iya aku harus ngerjain semuanya?dari bekerja Laundry,membersihkan dan membereskan rumah,memasak,dan melayani makan malam bos ku.


Ini gak adil.Emang mereka kasih gaji aku berapa sampai harus melakukan semua pekerjaan ini.Belom lagi mulai besok aku akan ditugasin belanja ke pasar dan tiap malam mengajari anaknya belajar.ini curang.Aku disini bukan sebagai karyawan laundry,tapi lebih ke asisten rumah tangga sekaligus kakak asuh."katanya kesal sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidur."


Tiba-tiba hp nya berdering.


"hah?mana.Duhhh..aku sampai lupa menelpon mama karna kecapean".Lalu menjawab video call dari mamanya.


"Halo ma"


"iyah,nak.Maaf mama mengganggu waktu istirahatmu"


"ga mengganggu kok,mah.


maaf yah ma,aku hampir lupa nelpon mama"


"iya gapapa,nak.kamu ketiduran?"


"Ga sih mah,cuman kecapean.ini aja baru selesai kerja."


"lohh..kok sampai jam segini nak?"


"ya gitu deh ma.banyak cucian tadi"


"Ya ampun.Tapi kamu udah makan kan nak?


trus gimana kerjaan kamu,sanggup ga nak?"


"Aku udah makan ma.


soal kerjaan nya harusnya sanggup sih kalo cuman ngerjain laundry doang"

__ADS_1


"maksudnya?


"Mahhh..."Vivi menangis.


"Nak,kamu kenapa?kok nangis.cup cup...cerita sama mama"


"Mahhh...disini aku ga cuman kerja laundy aja.tapi ngerjain semua pekerjaan rumah.semuanya... termasuk mengajari anak mereka belajar"


(...)Vivi menjelaskan panjang lebar.menceritakan semua kegiatannya hari ini.


"Ya ampun sayang.kok jadi gitu sih?ini ga sesuai sama perjanjian awal.kemarin-kemarin kan bilangnya yah karyawan laundry.gabisa kek gini dong"


"Aku juga ga tau ma.Cape bangaatttt"


"Yauda,kalau ga nyaman gausa dilanjut nak.Mama emang mau kamu kerja.tapi ga kek gini juga."


"iyah mah,tapi kayaknya aku lanjut aja dulu disini sambil nyari-nyari kerja yang lain."


"Mama pokoknya dukung kamu nak.semangat yah sayang"


"iyah nak.mama tau.makasih ya sayang udah berusaha buat bahagiain mama".mama ikut menangis.


"Mama udah makan kan??"


"udah nak"


"mama gaboleh cape-cape yah.harus jaga kesehatan"


"iya sayang pasti.


sana kamu istirahat.besok harus bangun cepat kan?"


"iyah mah.Mama juga"


...****************...

__ADS_1


"Gagal lagi..gagal lagi."Vivi berjalan samvil menarik koper memasuki kamarnya dengan wajah kecewa.


"Gapapa sayang.Mama bangga bangat kamu udah berusaha kayak gini"


"Ga ma.Aku ini anak yang ga berguna.Umur aku udah hampir menginjak 19 tahun tapi belum bisa bahagiain mama.Dasar bodohhh..ga bisa diandelin"


"hussss. gaboleh ngomong gitu."


"Tapi emang bener kan ma".Vivi menangis


"Ga.itu ga benar.melihat kamu berusaha mama udah bahagia."


"Tapi aku belum bisa kasih apa-apa sama mama"


"Mama juga ga mengharapkan kamu ngasih ini itu sama mama.Mama cuman pengen liat anak mama ini bisa selalu ceria,tersenyum.udah itu aja."


"Mahh..mama liat kan?dalam 3 bulan ini aku uda gagal 4 kali.Di laundry,rumah makan,toko kue,dan toko pakaian.


Aku capek mah.Aku tuh selalu berusaha.aku berusaha ngelakuin yang terbaik semampu aku.tapi selalu aja gagal.


kalo kek gini aku mau nyerah aja.


Biar aja hidup gini-gini aja.Aku udah ga peduli.Kalo perlu bunuh diri aja sekalian biar selesai semuanya.punya hidup kok gada bahagia-bahagianya..."


"Vivi".Bentak mama memotong pembicaraan Vivi


vivi terdiam dan lagi lagi bercucuran air mata.


"Jangan kek gini nak.mama sedih bangat dengar kamu ngomong gitu.Yauda,mulai sekarang mama juga ga akan minta kamu buat nyari kerja lagi.cukup temanin aja mama.kita bisa cari uang sama-sama di sini.


Bila perlu kita sewa kios di tempat yang lebih ramai orang lalu lalang.Janji yah nak,ga akan ngomong kayak tadi lagi".mama memeluk Vivi.


"Mama tau kamu udah berusaha keras.Dan mama yakin kamu bakal sukses,cuman belum waktunya.dan mama akan selalu doain vivi biar jadi anak yang berhasil"


"iyah ma.maafin Vi yah ma"

__ADS_1


__ADS_2