Dinikahi Berondong Tampan

Dinikahi Berondong Tampan
Tukang Galon Tampan


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 5 sore,Vivi keluar dari rumah dan menutup gerbang.Di tangannya ada galon kosong.


"Vivi mau kemana?"Tanya bu Asmi.


"Ini bu,mau beli air galon.Ada ga yah yang deket-deket sini?"


"Oh ada.Ini tinggal jalan aja ke depan,cuman beda tujuh rumah dari sini ntar kamu udah nyampe.Sampai disana nanti kamu bilang aja biar dianterin ke rumah.Uang antarnya nanti cuman dua ribu aja."


"ohh iya iya.Makasih yah,bu.Kalau gitu aku pamit dulu."


"Iya,nak.Kirain tadi udah mau tutup aja padahal masih jam 5."


"Engga bu,cuman beli air doang."


"Yaudah sana."


Vivi berjalan santai sambil memperhatikan rumah-rumah yang ia lewati.Rumah-rumah yang besar dan cukup mewah.Semua memakai gerbang dengan mobil tersusun di garasi pada tiap-tiap rumah.


Belom lama ia berjalan,ia membaca Andika Water. Vivi berhenti sejenak dan melirik ke dalam.Disana ada beberapa galon kosong yang akan diisi ulang.Vivi berjalan menginjakkan kakinya di teras.


"Permisi!"Katanya dengan sopan.


Tidak ada yang menyahut.disana benar-benar tidak ada orang.


"Halo!Permisi pak,bu!"Serunya semakin keras.


"Iya sebentar...!"Sahut seseorang sambil berlari dari rumah di belakang tempat pengisian ulang galon.Sepertinya tempat ini memang khusus kios untuk isi ulang galon saja.


"Maaf ya,lama."Kata seorang ibu berhijab terengah.


"Gapapa,bu."


"Galon yah?"


"Iya,bu."


"Mau dibawa langsung atau dianter aja nanti?"


"Dianter aja bu."


"Rumahnya dimana?Kayaknya kamu orang baru yah disini?"


"Iyah bu,Saya baru tinggal disini.Baru seminggu."


"Oh gitu,dimana rumahnya?"


"Itu di rumah nomor 48."


"Oh disitu.Iya sih rumah itu emang kosong udah hampir setahun.Rupanya sekarang udah ada yang nempatin yah."


"Iyah bu."Jawab Vivi tersenyum.


"Kamu masih sekolah atau kuliah?"


"Eumm..Saya disana buka toko kecil-kecilan bu!"


"Oh yah!Toko apa kalau boleh tau?"


"Toko Kosmetik bu. "

__ADS_1


"Oh kosmetik.Ya maklum lah ibu jarang keluar rumah jadi sering ketinggalan informasi."Katanya tertawa.Vivipun ikutan tertawa.


"Yauda deh,malah ngobrol gini yah?Nanti dianter yah!Ditunggu aja."


"Iya,bu.Berapa bu bayarnya?"


"Kalau bawa sendiri biasanya tiga ribu,kalau dianter bayarnya jadi lima ribu."


"eum.iya.Ini bu."Vivi memberikan uang pas.


"Makasih yah bu!"


"Sama-sama.


Oh iya,nama kamu siapa?"


"Nama aku Vivi,bu."


"Okey.Ditunggu yah Vivi!"


"Iyah bu,mari."


...****************...


Ketika sedang membersihkan meja,suara motor berhenti tepat di depan rumahnya.Vivi menghentikan aktifitasnya.


"Permisi!"Suara seseorang dari luar.


"Iya,sebentar!"Vivi berlari membuka pintu samping,pintu yang menjadi jalan untuknya keluar-masuk.


"Ini mau nganterin galon mbak."Kata seorang pria yang berdiri di teras dengan galon yang sudah berisi di depannya.


Pria itu mengeluarkan kupon dari kantong celananya lalu memberikakannya pada Vivi.Vivi menerimanya dengan wajah biasa saja pada pria tampan di hadapannya.Pria itupun sama,tidak ada garis senyum di bibirnya.Bahkan ia juga berbicara tanpa menatap Vivi.


"Makasih mbak!"


"Makasih ya mas!"


Keduanya sama-sama mengatakan terimakasih.


"Sama-sama."Katanya bersamaan lagi yang membuat keduanya salah tingkah.Vivi menunduk sedangkan pria itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Setelah pria itu pergi,Vivi mengangkat galon ke rumah dengan langkah seperti robot karena keberatan.


"Haduhhh..."Katanya meletakkan galon,lalu bertolak pinggang.Dilihatnya kupon yang diberikan pria tadi.


...*Andika Water...


RO UV & DO SYSTEM


jl.Fairuz no.41-Pandan Terpadu


HADIAH KUPON


10 isi ulang


15 Gelas Cantik


30 Piring batu

__ADS_1


50 Gelas papa/mama


50 kain pel


50 Sapu rumah


60 Jam dinding


90 Payung jumbo


90 Teko kaca


350 Dispenser


Hub:085262824442


Vivi membacanya sampai selesai.Lalu mengetik nomor hp yang tertera pada kupon di hpnya.Setelah itu menyimpannya di tas mininya yang berwarna biru muda.


Dibukanya aplikasi whatsAppnya,dan melihat nomor yang baru saja ia save.Terdapat poto seseorang di profil Wa itu.Itu adalah poto pria yang nengantarkan galon tadi.Ia memperhatikan poto itu sambil tersenyum mengingat kejadian tadi,dimana ia dan pria itu saling berbicara hal yang sama.


"Tampan juga."Katanya yang masih memandangi pria di poto itu.Pria yang dari poto saja bisa diketahui bahwa dia adalah pria yang dingin,tidak banyak bicara,dan pendiam.Dengan tinggi badan yang tidak jauh beda dengannya,sekitar 10cm di atasnya,hidung mancung,tidak berkumis dan tidak ada jerawat atau bekas jerawat di wajahnya,kulitnya yang putih bersih,badan yang tidak terlalu kurus juga tidak gemuk serta style rambut keren yang sangat cocok untuknya.


"Pria yang sempurna."Bisiknya pada orang di poto itu sambil tersenyum.


Vivi lalu menutup handphone nya dan meletakkan di atas meja.ia kembali melanjutkan pekerjaanya yang tadi sempat tertunda.Tiba-tiba ibu Asmi memanggilnya dari luar.Lagi-lagi Vivi berlari membuka pintu rumahnya.


"Ada apa,bu?"


"Ini nak,tadi ibu masak ayam kecap.Dan ini buat Vivi."Bu Asmi memberikan Vivi rantang tiga tingkat.


"Aduhh..ngerepotin lagi.Makasih banyak yah,bu.Lain kali Vivi deh yang buatkan makanan buat ibu.Kalau gini terus Vivi jadi ga enak sama ibu."


"Hahaha..gapapa,nak.Ibu suka masak soalnya.Dan ini ga ngerepotin sama sekali.Dimakan yah! Dihabisin biar sehat."


"Ini banyak bangat bu,apa aja nih?"


"Ada telur ceplok juga disana,ada sayur brokoli dan ada nasi.Jadi kamu ga usah masak untuk makan malam ini."


"Ya ampun...Makasih banyak yah,bu.Ibu baik bangat sama Vivi."Katanya terharu sampai matanya berkaca-kaca.


"Hahaha..sama-sama nak.Lain kali kalau kamu pengen makan sesuatu bilang aja sama ibu.Atau misal bosen sama yang ibu masak kamu boleh request,nanti ibu buatkan."


"Makasih bu,tapi apapun yang ibu kasih ke Vivi,Vivi pasti suka.Masakan ibu memang enak bangat."


"oh yah?"Bu Asmi tertawa mendengar Vivi memuji masakannya.


"Iyah,bu.Sampai Vivi bingung nanti mau masak apa buat ibu.Soalnya Vivi ga pinter masak.Jadi malu sama ibu."


"Nanti kalau Vivi ga sibuk,ibu ajarin Vivi masak yah!Kalau Vivi mau sih."


"Ya pasti maulah,bu."


"Cewe itu emang harus bisa masak,kalau bisa harus pinter lah.Biar nanti kalau udah nikah suami bisa betah di rumah,ga keluyuran nyari makanan yang enak di luaran,biar mertua juga ga marah-marah."Bu asmi menerangkan.


"Hahaha...iya juga sih,bu.Katanya mertua zaman sekarang galak-galak yah?Jadi takut."


"Gitu deh,tapi kalau kita pinter ngambil hatinya,kita rajin dan cekatan pasti mertua juga bakal senang sama kita."


"Hahaha...iya deh,bu.Vivi ngerti."

__ADS_1


__ADS_2