
Dengan mengendap-endap Marcel memasuki rumah.Sinta dan Diva melongo melihat ada Marcel di sana.Marcel menaruh jari telunjuk pada bibirnya memberikan kode agar sinta dan Diva diam.Keduanya pun menurut dan melanjutkan kembali merapikan barang-barang di steling.
"Ka Vivi mana?"Bisiknya pada kedua pekerja Vivi.
"Lagi tidur dek di kamarnya."Jawab Sinta ramah.
"Oh udah lama kak?"
"Udah sih,biasanya bangun jam 4 sore."jawab Sinta sambil terus melanjutkan pekerjaannya.
"Ohh..gitu"Marcel melihat jam tangannya,jam sudah menunjukkan pukul 15:48.
"Berarti bentar lagi bangun dong yah ka?"
"Iyah dek.Oh iya kamu udah makan?Atau mau kakak siapin makanan?"Sahut Sinta lagi.Sementara Diva terlihat sibuk sendiri dengan pekerjaannya.Diva memang tidak terlalu banyak bicara.Ia bisa disebut cewe pendiam.
"Gausah kak.Aku udah makan sih tadi, tapi tiba-tiba laper lagi.Tapi biar aku sendiri aja yang bikin kak."
"Atau mau kakak beliin biar cepet?"
"Gausah repot-repot kak.Makasih yah!"Sahut Marcel ramah dengan senyum manisnya.
Dua tahun tidak pulang kampung badannya sudah semakin tinggi dan berisi.Terlihat lebih dewasa dan tampan.Padahal ia baru saja akan duduk di kelas 9.Ini adalah liburan kenaikan kelasnya.Sinta yang tanpa sengaja bertatapan dengan Marcel malah salah tingkah dengan pipi memerah.
Marcel langsung meletakkan rangsel di kamar lamanya.Lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur yang begitu nyaman dan empuk.menatapi langit-langit kamarnya sambil tersenyum.Aroma kamar yang wangi semerbak membuat pikirannya semakin frash.Kamar yang ia tinggalkan dua tahun lalu masih sangat bersih,rapi dan terawat.Sepertinya walaupun tidak ada yang menempati kamar itu, tetap saja dibersihkan setiap hari.
Menikmati kenyamanan di kamar itu membuat Marcel tertidur pulas.Rasa laparnya tidak ia rasakan lagi.Sampai pada saat ia terbangun,jam sudah menunjukkan pukul 18:05.
"Hah?Jam enam lewat?Aku ketiduran selama dua jam?"Katanya dengan suara berat,sambil menyipitkan matanya yang masih ngantuk melirik jam tangannya.
Terdengar suara memasak di dapur.Marcel langsung duduk lalu beranjak dari tempat tidurnya,dan langsung menuju ke dapur.Dilihatnya Vivi dengan celemek sedang memotong bawang bombai sambil menunggu minyak goreng di atas gas panas.
"Aku bantuin yah,kak?"Kata Marcel berdiri di belakang Vivi.Vivi tersentak kaget sampai tangannya terkena pisau.
"Aww!"ringisnya kesakitan.
"Marcel?"Katanya lagi ketika menoleh ke belakang."
"Tangan kakak berdarah tuh!"Kata Marcel panik.
"Kamu sih bikin kakak kaget."Vivi mematikan kompor lalu pergi ke depan untuk membersihkan lukanya serta membalutnya.
__ADS_1
"Kamu kok ada disini sih,de?"Kamu kapan nyampenya?"
"Tadi sore kak.Jam 4 kuranglah.Tadinya mau ngasih kejutan buat kakak pas bangun tidur,biar serasa kakak lagi mimpi gitu,eh...akunya malah ketiduran di kamar aku."
"Ada-ada aja kamu,dek.Sini peluk dulu.Kakak kangen bangat sama kamu".Vivi memeluk Marcel di sofa.
"Aku juga kangen bangat sama kakak."Keduanya berpelukan akrab.
"Harusnya kamu bilang dong kalau mau balik ke sini."
"Kan mau bikin Surprise buat kakak."
"Trus ongkos kamu pakai duit siapa?"
"Pakai duit aku dong,kak."
"Dari mana?Kamu ga ngelakuin hal-hal aneh kan?"
"Nyolong gitu?"Lanjut Marcel.
Vivi hanya menaikkan alisnya pertanda setuju dengan perkataan Marcel.
"Ya enggaklah ka.Apaan coba mencuri.Aku tuh nabung uang jajan yang kakak kasih."Marcel menjelaskan dengan sedikit manyun.Tidak terima dengan dugaan Vivi tentangnya.
"Gapapa kak.Marcel jajan kok,tapi ga banyak."
"Ya ampun de."
"Hehehe...Kak Marcel laper bangat nih.Kangen bangat juga makan masakannya kakak.Akhirnya hari ini aku bisa makan masakan kakak juga setelah nunggu dua tahun."
"Yauda,kakak lanjut masak dulu yah.Sinta sama Diva juga kayaknya udah laper."
"Aku bantuin yah ka."
"Kamu istirahat aja de,masih capek kan abis perjalanan jauh.Nunggu masaknya selesai mau kakak buatin teh hangat ga?"
"Aku buat sendiri aja kak."
"Kakak aja ih.Duduk yang tenang disini kakak ambilin teh buat kamu."
"Iya deh kakak.Makasih yah kak."
__ADS_1
...****************...
Setelah makan malam,Vivi,Marcel,Diva dan Sinta duduk di kursi tamu.Mengobrol panjang lebar disertai canda tawa.Kebahagiaan terpancar disana.Bagi Vivi inilah keluarganya sekarang.Kehadiran Marcel,Sinta dan Diva kini melengkapi hidupnya.Vivipun memperlakukan ketiganya dengan sangat baik.Itulah yang membuat ketiganya nyaman bersamanya.
Kebahagiaan yang mereka rasakan membuat waktu begitu cepat berlalu.Mulai dari bekerja di toko,membersihkan rumah sesuai jadwal masing-masing,jalan-jalan ke pantai,dan menonton di bioskop.Mereka benar-benar terlihat akrab.Siapapun yang melihatnya mengira mereka berempat adalah kakak beradik.Vivipun mengaku begitu pada orang-orang yang menayakan tentang hubungan mereka berempat.
Dua minggu tidak terasa,saatnya Marcel kembali masuk sekolah.Jam setengah empat subuh, Vivi sudah bangun dan mempersiapkan sarapan untuk mereka.Hari ini Marcel akan kembali ke Jakarta untuk bersekolah.Vivipun berinisiatif untuk memasak makanan spesial untuk keberangkatan Marcel.Sementara Vivi sibuk di dapur Marcel,Diva,dan Sinta masih tidur nyenyak.
"Kakak lagi ngapain?Kaka masak?"Tanya Diva yang terbangun untuk buang air kecil.Dan keheranan ketika berjalan ke toilet dan melihat Vivi sudah berada di dapur.
"Iyah adek.Kakak mau masak makanan spesial untuk kita buat keberangkatan Marcel nanti."
"Oh gitu yah,ka?"Kata Diva dengan mata masih setengah terbuka karena ngantuk.
"Iyah,kamu mau ngapain?"
"Aku mau ke toilet kak.pipis"
"Yaudah sana dek."
Diva berjalan menuju toilet dengan langkah terseret.
...****************...
"Aku bantu yah,ka."Kata Diva setelah keluar dari toilet.Wajah dan matanya sudah terlihat segar.
"Em...ga usah Diva.Biar kakak aja.Kamu lanjut bobo lagi geh.Satu jam lagi lumayan kan?Biar ga ngantuk-ngantuk nanti siang."
"Gapapa kok kak.Diva juga udah cuci muka.Jadi udah ga ngantuk lagi."
"Ya ampun.Baik bangat adek kakak.Sampe cuci muka cuman buat bantuin kak Vivi.Makasih yah!"Vivi tersenyum.
"Hihihi...Udah seharusnya kan kak?Ya kali aku biarin kakak kerja sendiri dan aku malah enak-enakan tidur."
"Kalo kata kakak sih ga masalah.Kamu juga butuh tidur yang cukup.Seharian kan cape ladenin pelanggan."
"Gapapa kak.Sesekali juga kan?"
"Iya sih."
"Aku bantu ngapain nih kak?"Diva langsung mengambil dan memakai celemek.
__ADS_1
"Kamu bantu ngupas wortel sama kentangnya aja dulu.Biar kakak yang siapin bumbu-bumbunya."
"Oke deh ka!"Diva dengan semangat mengambil pengupas wortel dan kentang,lalu mengupasnya.