
Dengan langkah cepat mama menemui Vivi yang tengah mencuci piring bekas orang makan di warteg.
"Vi".panggil mama.
"iyah.kenapa mah?
wih...ceria bangat muka mama.Abis nemu duit segepok ma?".kata Vivi bercanda.
"Hahaha...ada ada aja kamu,Vi"
keduanya lalu tertawa.
"Vi,tau ga tadi di pesta mama ketemu teman lama mama"
"ohh..pantes aja ceria gitu.Abis reunian nih ceritanya"
"kebetulan aja sih,Nak.
Temen mama itu sekarang udah sukses bangat.semenjak dia menikahlah.Suaminya juga baik bangat.ga sombong sama sekali.Keluarga yang harmonis"
wajah Vivi berubah jadi manyun.
"Coba aja Ayah ga ninggalin kita.pasti kita juga bakal bahagia yah ma.kita akan jadi keluarga yang harmonis.Pengen bangat deh kayak gitu"
"hummm...itulah hidup nak.Setiap orang pasti ada kekurangannya".
"Engga.Tante yang mama ceritain apa coba kurangnya.udah kaya,suaminya baik,keluarga harmonis.."
"ehh..Tunggu dulu.Vivi mau tau ga apa kurangnya mereka?"
"hm??"
"Mereka belum dikaruniai anak.Padahal kamu bisa taulah yah kalo wanita seumuran mama udah susah lah,bisa dibilang ga mungkin lagi melahirkan anak."
"wahh..kasian bangat dong mah.Siapa nama tante nya ma?"
"Andini"
"hmm...coba aja tante Andini punya anak,pasti bahagia bangat hidup keluarga mereka."
"Nah,,itu dia nak.Ga ada manusia yang sempurna.pasti ada aja persoalan hidup.Kalo buat mama biar hidup pas-pasan gini juga ga masalah.karna harta berharga mama yah anak-anak mama".
Vivi tersenyum.
"ngomong-ngomong tadi mama seneng bangat kayaknya ketemu tante Andini"
"iyah,Nak.Dulu tante Andini teman baik mama.hidupnya susah bangat dulu.ayahnya cuman kuli serabutan sedangkan mamanya sakit-sakitan. seringkali dulu tante Andini numpang makan di rumah mama."
"aduhhh..kasian bangat.Bersyukur deh biar pun hidup kita cuman gini-gini aja,tapi kita masih bisa bebas makan,tinggal di rumah yang layak"
"iyah nak,emang harus banyak-banyak bersyukur.
Tau ga siapa yang sangka kalo suami tante Andini itu ternyata anak majikannya waktu kerja asisten rumah tangga di Jakarta".
"hah?anak majikan?"
"Iya,Selain cantik,tante Andini ini orangnya rajin,baik,dan tulus bangat.bayangin sampai bisa meluluhkan hati keluarga suaminya"
"wah...udah kayak kisah di drakor gitu yah mah.Beruntung bangat tante Andini".
"Ga ada yang tau memang nasib seseorang di masa depan"
"Jadi pengen nikah sama Konglomerat deh"
"hahaha..Vi...Vi...
ingat yah,kamu masih muda.harus berusaha dulu.soal jodoh udah diatur sama yang di atas."
"hahaha...iya ma."
"Ga kebelet nikah kan,Vi?"
"aaaa...apaan sih mama.Enggaklah.Belom kepikiran sama sekali.Untuk sekarang ini cuma pengen punya uang yang banyaaaaaaaakkkkkkkkk"
"hahaha..bagus deh,nak.
Oh iya,ngomong-ngomong soal tante Andini,tadi dia minta sama mama biar kamu kerja sama dia"
__ADS_1
"Kerja?Jadi asisten rumah tangga mereka?"
"Engga dong nak.Jadi tante Andini punya toko kosmetik yang besar.Tadi cerita-cerita ternyata dia butuh karyawati."
"kerja di toko kosmetik?"
"iyah.mau coba ga nak?tapi kalo ga mau juga mama ga mau maksa."
"Aku mau coba ma".
"beneran nak?"
"Iya ma.Tante Andini kan teman baik mama,jadi aku mau coba.siapa tau nanti aku bisa nyaman dan betah kerja disana"
"Amin.semoga aja.
Yauda,kamu beresin dulu itu piring-piringnya.mama juga mau mandi.habis ini kita telpon tante Andini".
"oke ma"
...****************...
"Tok..tok..tok..
permisi"
"Kayaknya itu tante Andini deh,mah."
"iya,Mama buka pintu dulu yah.kamu duduk aja disini".Mama berjalan membuka pintu.
"Mari masuk ".sambut mama dengan ramah.
Terlihat sepasang suami istri memasuki rumah Vivi.Penampilan yang glamour.cantik dan tampan meskipun terlihat sudah berumur.Mereka memasuki ruang tamu.
"Halo tante,om"Sambut Vivi tersenyum ramah.
"Halo nak".jawab tante Andini dan suaminya bersamaan.
"Silakan duduk.saya ambilkan minum dulu"
"Duhh...ngerepotin jadinya".kata tante Andini.
"iya iya,terimakasih".jawab suami tante Andini.
"Ini pasti Vivi,yah?",kata tante Andini memulai obrolan.
"Iyah tante,om.Aku Vivi" Vivi menyalim keduanya.
"cantik bangat,Vi"
"hihhihi...tante bisa aja.Cantikan tante"
"hahaha..cantik gimana udah tua juga".jawab tante tertawa.om Yoga ikut tertawa.
"Beneran tan.Tante cantik bangat persis kayak cerita mama tadi.cantik juga ramah".
"Oh yah?mama kamu cerita gitu?"
"iyah,tan"
"Berarti mama udah cerita banyak yah tentang tante?"
"udah,tapi kalo soal om nya belom sih."
"Oh..om perkenalan dulu kali yah.nama om,Yoga.Suaminya tante Andini"
"Oh,iya om Yoga".
"Ini Minum dulu".kata mama menyodorkan minuman.Lalu duduk di samping Vivi.
"terimakasih mba"jawab Om Yoga dan tante Andini.
"hmmm..ya beginilah kehidupan kami sekarang.semenjak ditinggal pergi ayah anak-anak"
"yang sabar yah,mba"
Mama hanya tersenyum.
__ADS_1
"Oh iya.Vivi beneran mau kerja sama om dan tante?".Tanya Om Yoga
"Iya Om,Vivi mau"
"seneng bangat dengernya.kelihatan nya Vivi ini anak baik deh"
"Ah..tante bisa aja."
"Bener kan mba?".Tante melirik ke arah mama.
Mama hanya mengangguk tersenyum sambil memeluk vivi.
"Vivi umur berapa sekarang?"
"18 tahun om.Tapi bulan depan udah 19 sih".
"oh gitu.Nanti biar Om sama tante bantu carikan mantu buat mamamu"
"hihihi..om bisa aja"
"beneran loh.Nanti Om kenalin sama teman-teman kerja Om.ada beberapa yang masih lajang.ganteng-ganteng kok.Baik-baik juga".kata om Yoga menggoda.
"Vivi jadi malu nih".
ketiga orang tua itu tertawa mendengarnya.Wajah Vivi memerah seketika.
"haduhhh..
Eh..tapi beneran,dari awal liat Vivi tante suka bangat loh.
udah cantik,baik,ramah lagi.Iyakan Mas?"
"Iya.Kayaknya asik gitu orangnya juga".sambung om Yoga.
"Tante jangan memuji gitu terus.Ini masih awal pertemuan takut ga sesuai ekspetasi tante sama om"
"hahahahahah..."Kembali ketiga orang tua itu tertawa.
"Mbak".Panggil tante Andini
"Iyah?".jawab mama
"Kira-kira kalo aku sama mas Yoga angkat Vivi jadi anak kita,mbak setuju ga?".wajah tante Andini beneran serius mengatakan itu.Om Yoga mengangguk tersenyum pertanda setuju dengan perkataan istrinya.mama dan Vivi berpandangan.
"maksud kamu apa Andini?"
"Kalo mba setuju,aku dan mas Yoga mau angkat vivi jadi anak kami.Kamu kan tau sendiri gimana keadaan kami.Belum dikaruniai anak.sementara umur udah ga muda lagi.Kalo mbak kan masih punya Chintya kakaknya Vivi."wajah tante Andini terlihat sedih.
"Bener mba.Maaf sebelumnya kalo lancang.Tapi kami benar-benar Serius mba.Kami ga akan mengecewakan mba.Nanti Vivi akan menjadi penerus usaha kami.Kami juga tidak akan melarang kapanpun Vivi ingin bertemu mba,atau kalau mba mau ketemu Vivi ga akan pernah terhalang.Ingin tau rasanya gimana pulang kerja disambut istri dan anak di rumah."Lanjut Om Yoga.
"Mohon maaf sekali sebelumnya,untuk permintaan yang ini saya gak bisa penuhi.saya sayang bangat sama Vivi.Vivi anak yang paling dekat dengan saya.Sekali lagi saya mohon maaf".
Vivi hanya menunduk.
"hemm...yauda deh mba,gapapa kalo emang gitu.aku ngerti".Jawab tante Andini kecewa.
"iyah.Maaf yah Andini,Yoga."
"eum iya gapapa mba."
"Tapi gapapa kan mba kalo saya dan istri saya menganggap Vivi sebagai anak?"
"iyah,tentu saja".kata mama tersenyum.
"syukurlah.jadi mulai kapan kami bisa bawa Vivi?"
"Kalau aku sih terserah di Vivinya aja."jawab mama.
"Gimana Vi?"
"Om dan tante kapan balik ke Jakarta?"
"paling lusa,nak".
"Yauda deh,lusa Vivi ikut tante sama Om".
"baiklah kalo gitu Vivi udah bisa persiapkan barang-barang yang mau dibawa, lusa om jemput Vivi ke sini ya?"kata om
__ADS_1
Yoga dengan lemah lembut.
"iya om".vivi mengagguk tersenyum.