
Dari tadi perasaan Vivi tidak enak.Jantungnya berdetak tidak menentu.Jam sudah menunjukkan pukul setengah dua siang,namun Marcel belum tiba di rumah.Biasanya ia sudah sampai sebelum jam satu siang.
Vivi memutuskan untuk pergi ke sekolahnya.Ia khawatir kalau-kalau ada hal buruk yang terjadi pada Marcel.Atau Marcel ikut dengan teman-temannya pergi entah ke mana.
Setelah menutup rapat pintu toko,Vivi mengambil handphone dan tas nya.Ketika berjalan menuju pagar seseorang datang mengendarai motor.
"Ka Zeky?"Katanya.
Vivi dan Zeky kebingungan saling berpandangan.
"Kok Marcel sama kamu?"
"Lah,beneran kamu kenal anak ini?"Zeky balik bertanya.
"Yauda masuk dulu yok.Nanti aku ceritain."
Zeky menggendong Marcel masuk ke rumah Vivi.Lalu merebahkannya di sofa ruang tamu Vivi.
"Ini kenapa?Lututnya kok diperban?"
"Haduhhh..Jadi tadi adek ini keserempet motor.Kebetulan aku melintas dari sana mau beli makan siang.aku liat rame-rame di depan sekolahnya dia,makanya aku berenti.Ternyata dia udah jatuh di aspal kena serempet motor.Tapi udah aman kok.Dia udah dibawa ke klinik tadi."
"Trus orang yang nyerempet dia?"
"Pergi gitu aja.Sebelum aku datang."
"Kurang ajar tuh orang."Kata Vivi kesal.
"Sakit bangat yah,de?"
"Lumayan kak.Tapi gapapa kok.Udah diobatin juga."
"Kakak kan udah bilang hati-hati kalau nyebrang."Kata Vivi cemas.
"Aku hati-hati kak.Abangnya aja tadi yang ugal-ugalan."
"Aduhhh...pantas dari tadi perasaan kakak ga enak." Wajah Vivi pucat.
"Udah gapapa.Sekarang kamu tenang.Dia baik-baik aja kok."
"Makasih banyak yah kak Zeky!"
"Sama-sama.
Oh iya,ini adek kamu?Kamu udah mau ketemu keluarga kamu?baguslah kalau gitu."
"Iyah adek aku sekarang.Tapi bukan adek kandung sih."
"Trus?"
"Panjang bangat ceritanya kak."
"Yauda ceritain.Aku pengen tau."
Vivi akhirnya menceritakan tentang Marcel dan bagaimana dulu mereka bertemu.Marcel menunduk malu ketika Vivi menceritakan senakal apa dulu Marcel.Sementara Zeky tertawa mendengarnya.
...****************...
"Wah...baik bangat kamu Vi.Salut bangat sama kamu."Zeky memuji Vivi setelah mendengarkan panjang lebar ceritanya.
"Humm...Aku ga tega aja liat dia kalau harus putus sekolah."
"Iya juga sih.Tapi kamu hebat.Bukan cuman ngerasa ga tega,tapi langsung bertindak.Keren kamu Vi."
"Ah biasa aja kok,kak."
"Nah,Kakaknya kan udah baik nih Marcel,kamu juga harus baik-baik yah sama kak Vivi.Pokoknya jangan bikin dia kecewa.Harus belajar yang rajin dan jangan nakal lagi." Nasihat Zeky pada Marcel.
"Iyah om."Marcel menunduk.
"Om ga tuh."Kata Vivi dan Zeky bersamaan.Lalu ketiganya tertawa.
"Kalau panggil aku om,yaudah panggil dia tante aja yah!"Zeky melirik Vivi.Wajah Vivi memerah seperti biasanya.
"Kenapa Om?"
"Kan pasangan om itu tante,bukan kakak."Jelas Zeky.
"Oh gitu.Berarti Om ini pasangannya Kak Vivi yah?Pacaran?"
Keduanya tidak menjawab,hanya tersipu.
"Kak Vivi keren bangat pacaran sama om polisi ganteng.Berarti kak Vivi ga butuh Super hero lagi dong.Kan udah ada om polisi yang bisa jagain kakak."
__ADS_1
"Oh kamu super hero nya tante Vivi yah?"
"Ihhh..apaannnn..."Kata Vivi manja sambil memukul lengan Zeky.
"Hahaha...Kan aku om nya.berarti kamu tantenya kan?"
"Gaaaa...Aku bukan tante-tante."
"Trus?"
"Aku kakak-kakak."
"Yaudah,aku abang-abang".
"Aku panggil Kak Zeky juga aja."Kata Marcel.
"Nah,bagus itu.Dipanggil kakak,kakak ipar."Kembali Zeky menggoda Vivi.
"Ya ampun aku hampir lupa.Aku buatin minum dulu yah,ka."
"Eh ga usah repot-repot Vi.Ini juga aku mau langsung pergi."
"Buru-buru bangat."
"Iyah.Ini juga tadi keluar mau nyari makan,eh malah ketemu adek kamu.Udah laper bangat juga ini."
"Kalau gitu kita makan dulu,kak.Kebetulan aku sama Marcel juga belom makan kan."
"Ga usah.Aku makan di luar aja.Malah nyusahin ntar."
"Ih...Enggak loh.Anggap aja tanda terimakasih aku karna kakak udah nolongin adek aku."
"Adek kita.Hahaha..."
"Iyah,adek kita."Kata Vivi memajukan muncungnya.
"Oke.Sekarang kakak duduk tenang,duduk yang manis disini.Aku beli makanan dulu.Deket kok,cuman beda dua rumah dari sini.
"Lah mau beli?Kirain masakan sendiri.Kalau tetep beli mending kakak makan di luar deh."
"Di sini aja kak.Aku emang ga masak hari ini.Soalnya lagi ga mood."
"Ga mood kenapa?Baru putus?atau lagi berantem sama cowonya?"
"Engga kaaaa.Ga punya cowo juga."
"Bu Asmi yang aku ceritain baik bangat udah kayak mama aku sendiri udah meninggal minggu lalu.Hari ini aku kek sedih gitu,kangen bangat sama bu Asmi."
"Turut berdukacita yah,Vi.
Ya ampun aku ga nyangka bangat loh."
"Aku juga belum bisa percaya,ka"
"Kamu yang sabar yah,Vi."
"iyah ka."
"Sekarang juga kamu udah punya teman kan disini.Super Hero kamu."
"Iya sih ka.Makanya kakak tunggu disini yah.Aku bentar aja kok beli makanannya."
"Yauda iya,kakak tunggu." Zeky terseyum lembut pada Vivi.Ia kasihan pada gadis cantik itu karena untuk kedua kalinya ditinggal pergi orang yang ia sayangi.
...****************...
Sepuluh menit menunggu,akhirnya Vivi datang juga.Vivi mengajak mereka ke meja makan.Vivi melayani Zeky dan Marcel dengan sangat sopan.Zeky mamandanginya sambil tersenyum.
"Ini ka!"Vivi menyodorkan makanan pada Zeky.
"Em..Makasih"
"Ini Dek!"
"Makasih Kakak."
"Kita berdoa dipimpin Marcel!"
Marcel langsung menurut saja pada Vivi,ia memimpin berdoa.
Saat makan,Zeky terus saja memandangi Wajah Vivi sambil tersenyum.
"Kakak kenapa?Senyam-senyum gitu.Baru jadian yah?"
__ADS_1
"Jadian?Sama siapa coba?"
"Ya mana aku tau."
"Nembak aja belum.Masih mengagumi seseorang sih."
"Loh..kok gitu sih.Kan pasangan kak Zeky itu kak Vivi.Kenapa bahas cewe lain?" Sahut marcel.
"Sttt...Kamu makan aja.Makan yang banyak."kata Vivi.
"Ohh...gitu ka.Semoga deh cepat-cepat jadian."Vivi tersenyum kecewa.Karena selama ini ia pikir Zeky baik padanya karena Zeky menyukainya.Ternyata dugaannya salah.
"Kepedean bangat sih aku.Cuman gegara Kak Zeky baik sama aku,aku pikir dia suka sama aku.huhh..Dia emang baik ke semua orang.Buktinya dia nolongin Marcel padahal belum tau kalau Marcel itu adik aku." Bisiknya dalam hati.
Marcel dan Zeky menikmati makanannya.Sementara Vivi hanya melamun sambil mengaduk-aduk makanannya."
"Vi?"Panggil Zeky lembut.
"Em iya kak."
"Kok ngelamun?Kamu lagi mikirin bu Asmi yah?Dia udah tenang di alam sana.Jangan dipikirin terus yah,makan nasinya!"
"Ga kok kak.Aku ga mikirin bu Asmi."
"Trus kenapa ngelamun gitu?Lagi ada masalah yah?Cerita sama aku,ga usah sungkan."
"Aku cuman kecewa kak.Disaat aku udah nyaman sama kakak,aku ngerasa aku mulai jatuh cinta sama kakak,ternyata kakak menyukai cewe lain,kakak mengagumi cewe lain."Katanya dalam hati.
"Kok diam?"
"Gapapa kok,kak.Cuman lagi ga laper aja."
"Masa sih ga laper udah jam segini?"
"Gitu deh ka.
Kak,pacar kakak itu pasti cantik bangat."Vivi melirik Zeky.
"Bukan pacar,masih calon.Belom aku tembak sih,takut ditolak soalnya."
"Yehh..kalau udah cinta diperjuangin ka.Lagian ga mungkin lah cowo kayak kakak ini ditolak."
"Aku kenapa emang?"
"Baik,ganteng,suka menolong."
"Hahaha...Bisa aja kamu,Vi."
"Emang iya kok."
"Kalau misal ada cowok kayak kakak nih yang nembak kamu,mau ga?"
"Pasti mau lah ka."
"Hem gitu."
"Cewe kakak itu pasti cantik." Kata Vivi lagi.
"Kalau itu sih ga usah ditanya.Dia cantiiikk bangat."
"Tau kok."Nada suara Vivi makin rendah.
"Kapan-kapan aku tunjukin ke kamu kalau penasaran."
"Ga usah."
"Kenapa?"
"Gapapa."
"Ngambek yah?"
"Ga ah."
"Jangan ngambek,ntar cantiknya ilang."
"Aku ga cantik."
"Cantik ah."
"Engga.Yang cantik itu cewe kakak."
"Eh kamu kenapa sih?"
__ADS_1
"Gapapa kaaakk.Udah ah aku ga mau ngomong lagi.Aku mau makan,laper."
"Hadeh...dasar cewe."