
"Kakak!!!"Seru Marcel berlari dari gerbang menuju rumah.Di tangannya ada sebuah amplop.Vivi yang sedang merapikan meja menghentikan kegiatannya.Dilihatnya Marcel dengan mata terbelalak.
"Kak!"Kata Marcel ngos-ngosan ketika sudah berada di hadapan Vivi.
"Kenapa sih de?Tarik napas dulu."Kata Vivi yang melihat Marcel ngos-ngosan.Marcel menarik napas.
"keluarin!"Lanjut Vivi.Marcel pun menurut.
"Kalau udah tenang,sekarang ngomong sama kakak.Kamu kenapa sampai lari-lari kayak gitu?"
"Ini ka!"Marcel memberikan amplop berisi surat pada Vivi dengan tertawa riang.
Vivi menerima dan membukanya.Dibacanya isi dari surat yang Marcel berikan.Vivi melongo kemudian lalu melihat ke surat dan kepada Marcel bergantian.
"Ini serius de?Kamu diterima sekolah di SMP favorit di Jakarta?"Vivi menatap Marcel.
"Iyah dong kak.Aku diterima di SMP Harapan Bangsa."
"Ya ampun.Hebat bangat adek kakak!"Vivi memeluk Marcel erat-erat.Keduanya terlihat sangat bahagia.
"Ini semua berkat kakak.Makasih yah kak.Aku ga pernah bayangin bakal sekolah di tempat sebagus itu."
"Iyah ade.Kamu harus terus semangat yah.Pokoknya kamu harus jadi siswa berprestasi disana.Harus lebih hebat lagi."
"Iyah kak.Aku usahain.Cuman itu yang bisa aku lakuin sekarang ini buat kakak.Ga boleh bikin kakak kecewa."
"Bangga bangat kakak sama kamu de."
Marcel tersenyum bahagia.Tiba-tiba senyumnya berubah jadi manyun.Marcel terdiam menunduk.
"Kenapa de?Kok jadi manyun gitu?"
"Ka,tapikan biaya sekolah disana mahal bangat.Uang seragamnya aja udah puluhan juta.Beda lagi sama Uang sekolah,tempat tinggal, uang makan,uang buku."
"Sstttt...Itu urusan kakak."
"Bisa-bisa uang kakak habis ke aku semua.Aku ga enak sama kakak."
"Gapapa adek.Gausah dipikirin,itu urusan kakak.Makanya kamu juga harus terus doain kakak biar lancar rezekinya.Kamu juga baik-baik disana biar kakak tenang nyari uang disini."
"Kak!"Marcel memeluk Vivi sambil menangis.
__ADS_1
"Iyah de.Jangan nangis ah.Cengeng bangat super hero kakak."
"Andai ada kata yang lebih dari makasih,aku pengen ucapin buat kakak.Aku pengen bangat cepat-cepat sukses dan bahagiain kakak.Aku bakal bayar semua uang yang kakak keluarin buat aku.Aku juga bakal ngasih uang tiap bulan buat kakak.Biar kakak gausah kerja lagi.Nanti biar Kak Sinta dan kak Diva aja yang jaga toko.Kita nyari temen buat kak Sinta dan kak Diva buat ngurus toko.Dan...kakak cuman di rumah aja,kalau bosen pergi jalan-jalan.Kalau aku ada libur,kita jalan-jalan ke luar negeri.Kakak pengen bangat jalan-jalan ke Korea Selatan kan?Aku bakal bawa kakak ke sana."
"Ya ampun..Bahagia bangat bayanginnya."Vivi tertawa.Sinta dan Diva juga ikut tertawa senang.Sinta dan Diva adalah pekerja toko Vivi sekarang.Tokonya memang sudah sangat ramai jadi harus mengambil pekerja.
"Iyah kak.Aku ga sabar lagi."
"Kakak juga.Oh iya,buat ngerayain hari bahagia ini kakak mau ngajak kalian makan di luar malam ini."
"Wahhh...bagus itu kak.Aku mau bangat!"Kata Marcel semangat.
"Iyah de.Gimana Sinta?Diva?"Kata Vivi pada Sinta dan Diva yang memang masih tiga tahun lebih muda darinya.
"Mau kak!"Jawab mereka serempak sambil tersenyum.
"Kalau gitu kita makan siang yok.Udah laper nih!"Vivi memegangi perutnya yang kelaparan.
Vivi,Marcel,dan Diva pergi ke dapur terlebih dahulu,sementara Sinta menjaga di depan kalau-kalau ada pembeli yang datang.Setelah Vivi mengambil makanan ia kembali ke depan dan duduk di kursi kasir menikmati makan siangnya.Sementara Diva,Sinta,dan Marcel makan di meja makan dapur.
...****************...
"Jangan terlalu ganteng.Nanti cewe-cewe naksir semua.Eh..Marcelnya jadi keganggu buat belajar."
"Hahaha...Bisa aja kakak.Marcel mah biasa aja ah."
"Ganteng tau!"
"Makasih kak.Memang sih."Katanya kemudian.Vivi tertawa mendengarnya.
Vivi memang ikut ke Jakarta untuk beberapa minggu menemani Marcel memasuki sekolah baru.Ia sudah bisa mempercayai kedua pekerjanya,sehingga tidak perlu menutup toko selama dia di Jakarta.Vivi mempunyai prinsip "Jika kita memakai seseorang untuk bekerja,kita harus mempercayainya."
"Sekarang berangkat!"Kata Marcel.
"Udah?"Tanya Vivi meledek karena sedari tadi tidak beres-beres disisirannya.
"Udah kak."
"Ga terasa yah de.Sekarang kamu udah SMP.Dulu kamu datang kek kakak masih kecil,bocil,suka bikin orang kesal lagi."Vivi tertawa.Marcel ikut tertawa bercampur malu mengingat dirinya dulu yang suka cari gara-gara pada Vivi.
"Ga terasa,sekarang kamu juga udah lebih tinggi dari kakak."Kata Vivi mengelus kedua lengan Marcel.Vivi menatap Marcel dengan sedikit ngedongak karena Marcel yang sekarang lebih tinggi darinya.Tinggi Marcel sekarang sudah 168 cm,Sementara tinggi badan Vivi hanya 155 cm.
__ADS_1
Tinggi badan Marcel memang meningkat drastis setelah tinggal dan dirawat dengan baik oleh Vivi.Semuanya yang serba teratur mulai dari porsi makanan,kandungan makanannya,jam tidurnya,dan waktu bermainnya.
"Aku yang tinggi apa kakak yang pendek?"Marcel meledek Vivi.
"Oh...gitu kamu sama kakak yah!" Vivi pura-pura judes.
"Hahaha...Engga engga kak.Kakak tinggi."
"Iyah lanjut ngeledekinnya."
"Hahaha..Engga kak.Kakak cantik bangat loh.Imut gitu,keliatan awet muda terus.Kalo orang liat kakak kayak masih anak sekolahan."
"Masa sih?"Vivi kesenangan.
"Iyah kak.Aku nanti kalau udah dewasa nyari cewe yang pendek aja.Biar jagainnya gampang.Hahaha.."
"Tuh kan..Mulai lagi ini."
"Tapi beneran kak.Biar kalau aku peluk dianya nyaman bangat gitu kan,meluknya juga enak.trus kayak kakak gitu awet muda terus."
"Hahaha ...Eh mulai yah kamu mikirin cewe-cewean.Sekarang ga boleh dulu yah.Masih SMP."
"Iyah kak enggak.Kan aku bilang nanti kalau udah dewasa.Sekarang mah Marcel cuman mau pokus belajar aja dulu."
"Iyah de.Seneng kakak dengernya."
"Berangkat yok kak.Ini hari pertama aku masuk sekolah di tingkat SMP.Ga sabar bangat ketemu teman-teman baru orang Jakarta.Tapi mereka pasti keren-keren."
"Ga lebih keren dari adek kakak yang satu ini.Kamu jauh lebih keren dari mereka semua."
"jadi malu aku kak."Wajah Marcel memerah.
"Heleh...cemen bangat."
"Hahaha...udah yok kak.Ga sabar lagi aku."Marcel menarik tangan Vivi.
"Eh tunggu,tas kakak belom."
"Eh iya,Hehehe.."Marcel cengengesan.
Vivi berlari ke kamar mengambil tas dan handphone nya.Lalu berangkat mengatar Marcel ke sekolah.
__ADS_1