Dinikahi Konglomerat Muda

Dinikahi Konglomerat Muda
Rencana Bulan Madu


__ADS_3

Selepas dari rumah Dahlia Reno kini perjalanan akan pulang. Baru saja beberapa menit yang lalu, Gevan menelfon kalau mamanya menyuruhnya pulang, ada sang Kakek juga. Reno hanya menghembuskan nafasnya berkali-kali, memori ucapan penjelasan dari Dahlia masih belum kuat. Seakan hari ini dia belum mendapatkan bukti baru, tapi yang jelas sekarang ia akan lebih waspada karna Leon sudah lebih dulu menyembunyikan semua bukti.


"Aku mungkin harus bersabar. Leon bukan lawan yang mudah, aku harus diam-diam menyelidiki semua ini sampai semua bukti aku dapatkan baru aku bisa menuntutnya," gumannya disertai bantingan stir mobil untuk membelok kekanan. Kawasan rumahnya sudah mulai terlihat, setidaknya Reno harus tetap tenang dan memikirkan semuanya secara matang-matang.


Ciittt...


Tak butuh waktu lama mobilnya sudah berhenti di karangan rumahnya. Reno melepaskan seat belt, lalu keluar dari mobil. Dari kejauhan, tepatnya pintu masuk sosok Gevan datang dengan berseru, "Akhirnya datang juga, semua orang nungguin kamu didalam." Kening Reno mengernyit bingung.


"Ada apa emangnya, Gev?" tanyanya yang sudah berhasil menghampiri Gevan di depan pintu.


"Ada yang ingin Kakek sampaikan katanya, udahlah ayo masuk." Reno berdeham dan melangkah masuk kedalam rumah.


Sementara itu di kediaman rumah, Vierra tampak masih gelisah. Memori Rossi dan Reno sewaktu di toko perhiasan kembali terlintas, entahlah Vierra pikir bisa melupakannya, nyatanya sangat susah.


Tok Tok Tok...


"Vie! Ayo keluar, ada Jordan. Dia pengen ketemu sama kamu!" Suara ibunya membuyarkan lamunan Vierra, lalu menengok ke arah pintu kamar. Keningnya mengerut, seakan bingung untuk apa Jordan datang selarut ini, fikirnya begitu.


Ceklek...


"Ada Jordan diluar," tutur sang ibu dan Vierra hanya mengangguk paham.


"Iya, Bu. Aku temui dia dulu," balasnya dan pergi melangkah ke ruang tamu.


Jordan langsung berdiri yang semula duduk, karna kedatangan Vierra dari jauh membuatnya terpengangah kaget.


"Ra! ada yang ingin aku bicarakan," ujar Jordan dengan suara lembut.


"Yaudah ngomong aja, Jor! Kamu mau ngomong apaan?" Vierra yang berancang-ancang akan duduk di sofa, tapi suara Jordan membuatnya terhenti, "Kita ngomong di luar aja." Vierra menengadah tanpa bersuara lagi dan hanya mengangguk.


Jordan mengikuti langkah Vierra yang jalan lebih dulu sampai akhirnya didepan pintu masuk.


"Disini aja, lagian udah malam banget. Mau ngomong apasi?" Vierra sangat penasaran, tapi Jordan masih bungkam.


"Jor!"


"Begini, Ra! Kamu serius menikah sama Reno?"

__ADS_1


"Iya, kenapa emangnya?" Vierra balik bertanya, membuat hembusan nafas beraroma mint tercium di hidungnya.


"Aku gak yakin kalau dia serius sama kamu," ujar Jordan diselingi tatapan penuh keraguan.


"Apasi maksudmu, Jor? Gak yakin gimana? Aku justru yakin sama Reno, dia emang pengen nikah sama aku. Kamu ini kenapa?" Penjelasan Vierra dengan disertai nada tegas, membuat Jordan berpaling menatap kedepan, sedangkan Vierra masih menunggu jawaban dari sahabatnya yang berdiri disampingnya. Ada apa dengan Jordan, kenapa dia terlihat kebingungan sekaligus kurang percaya dengan keputusanku, fikirnya begitu.


"Aku ngerasa Reno gak tulus sama kamu. Ini pertanda atau hanya firasatku. Aku gak pingin kamu sakit hati lagi. Aku ingin kamu bisa dapatin pendaping yang cocok, yang gak akan nyakitin kamu seperti Gerald dulu." Vierra sekarang paham.


"Jor! Kamu gak yakin, karna ngira kalau Reno kayak Gerald gitu?" Jordan mengangguk.


"Kamu salah! Reno sama Gerald itu beda, Jor! Aku yakin sama Reno, meski awalnya emang susah buat buka hati, tapi Reno berhasil buat aku kembali ngerasa dicintai. Aku gak takut lagi buat jatuh cinta, karna semua sikap Reno menurutku udah menunjukkan kalau dia benar-benar serius. Kamu gak perlu khawatir, Jor!" Vierra memegang bahu kiri Jordan, membuat laki-laki itu menoleh dan menatapnya.


"Kamu suka sama Reno?"


Pertanyaan Jordan membuat lidah Vierra keluh. Debaran detak jantungnya kembali membuncah, membuatnya seolah tak kuasa ingin mengangguk dan mengatakan iya, tapi rasa gengsi dan ketakutannya juga mengerubungi benaknya.


"Apa kamu udah benar-benar ngelupain Gerald?" tanya Jordan lagi.


"Dari dulu aku udah ngelupain Gerald, Jor. Rasanya sakit pas denger namanya dan pengkhianatannya dulu, tapi sekarang aku biasa aja karna Gerald hanya masa lalu jadi buat apa harus diingat lagi," balas Vierra dengan tatapan kedepan. Manik matanya seolah mengisyaratkan sedikit kerapuhan dan kekuatan, Jordan paham. Seharusnya ia tidak mengungkit lagi nama Gerald dihadapan Vierra.


"Aku gak bisa maksa kamu, tapi kalau kamu emang udah siap nikah, maka aku turut bahagia. Aku slalu mendoakan kebahagiaanmu. Aku harap Reno benar-benar laki-laki yang bertanggung jawab," ujar Jordan begitu tulus. Hati Vierra sampai tersentuh, entahlah penuturan dari sahabatnya ini sangat dalam sampai Vierra tidak bisa membayangkan kalau ucapan itu terlontar dari bibir Jordan.


Baginya Jordan adalah laki-laki baik, ia beruntung mempunyai sahabat seperti Jordan. Dari dulu saat Vierra jatuh sakit serta penghianatan dari Gerald, Jordan slalu ada untuknya. Vierra bersyukur dengan Amily, karna bisa mendapatkan laki-laki seperti sahabatnya ini.


*****


Dikediaman Rumah Barack.


"Reno! Kamu gak perlu khawatir, masalah kasus di hotel biar anak buah Kakek yang mengurusnya dan menyelidikinya. Kamu cukup fokus ke pernikahanmu aja," tutur sang Kakek yang memandang kearah cucunya. Sekarang semua orang tengah berkumpul di ruang keluarga.


Ada Ny. Elma, Ny. Gasella, Gevan, Elson bahkan Aily juga turut andil. Perempuan itu yang semula jarang pulang kerumah akhirnya pulang, karna setelah mendengar masalah yang menimpa adik bungsunya. Sedangkan Ernest beserta istri dan anaknya masih belum kelihatan. Cucu kedua keluarga ini pasti sangat sibuk, tapi mungkin setelah proyeknya selesai, Ernest akan langsung pulang kerumah besar.


"Yang dikatakan ayah benar. Kamu fokus aja ke nikahan kamu sama Vierra, ya! Mama gak ingin kamu kecapekan karna harus ngurus persiapan nikah sama kasus Rossi." Reno menatap kearah ibunya tanpa niat membantah.


"Ren! udah pelan-pelan aja kita nyari bukti tentang laki-laki yang udah memperkosa Rossi. Sekarang kamu fokus aja ke pernikahanmu nantinya. Tinggal beberapa hari juga kan sama adik ipar. Oh iya bilang ke adik ipar aku ingin dia tinggal disini buat nemenin mama Elma, karna suamiku Mas Milan juga pengen aku dirumah."


"Ai, kamu kan hamil muda jangan kecapean. Lagian dirumah masih ada aku. Kak Elson juga sering kesini nanti, Kak Ernest kalau selesai proyek bakal kesini. Kamu diam dirumah aja dan jaga bayimu itu," ujar Gevan memberi penuturan halus kearah saudari kembarnya.

__ADS_1


Aily memang hamil muda, usia kandungannya masih menginjak 1 bulan, makanya ia jarang kelihatan ada di rumah besar karna suaminya hanya mengijinkan sesekali Aily untuk datang kerumah.


"Iya, Gev, aku tau! Aku cuman nginep malam ini, besok Mas Milan jemput," balas Aily.


"Ren, udah bilang ke Vierra soal bulan madu?" tanya Ny. Elma penasaran.


"Udah ma, bulan madu nanti aku pinginnya ke Belanda."


"Kenapa gak ke Paris, Ren? Aku ngerasa di sana adalah kota paling romantis cocok buat bulan madu. Nanti kamu sama adik ipar bisa foto di menara Eiffel," sahut Aily memberi usul.


"Setuju itu. Ke Paris aja, atau kamu bisa ke Dubai?" Kini Gevan juga turut andil.


"Ngapain ke Dubai, Gev?" tanya Aily.


"Ya bulan madu, Ai!" celetuk Gevan.


"Emang kesana mau bulan madu naik Unta gitu?"


"Ya gak gitu juga, Ai! Kalau di Paris udah biasa, mending cari yang anti-mainstream," sembur Gevan merasa tidak terima.


Seketika tawa terdengar. Ny Elma, Aily bahkan Reno juga turut menertawakan jawaban Gevan. Entah kenapa laki-laki itu slalu bisa bicara nyeleneh memangnya bulan madu sebuah permainan, fikir Aily dalam hati.


"Gev, Gev! Sekalian nanti aku bulan madu ke Australia," ujar Reno mulai ikut merespon.


"Ngapain sampai ke Australia dah?"


"Iya aku ajak Vierra liat Kanguru disana hahahahaha......."


"Anjayyyy, Mantap itu......." Dan gelak tawa kembali terdengar. Antara Reno dan Gevan memang kalau digabungkan dalam satu ruangan biasanya seperti Tom And Jerry, tapi sekarang mereka tidak berdebat malah bertingkah konyol.


*****


Bersambung....


Untuk beberapa part kedepan mungkin Reno dan Vierra bakal nikah. Tenang aja author orangnya konsisten, jadi mereka akan tetap nikah. Cerita sebenarnya nanti akan dilanjutkan setelah pernikahan mereka.


Minta dukungannya ya, beri Vote kalau bisa pasti author akan sangat berterimakasih dan kalau gak sibuk bakal crazy up🙏😊

__ADS_1


Sekedar informasi follow akun Instagramku ya nanti aku follback jika kalian berkenan:


@mbak.vayeee terimakasih 🙏


__ADS_2