Dinikahi Konglomerat Muda

Dinikahi Konglomerat Muda
Hari Pertama Bulan Madu Di Paris


__ADS_3

Paris Orly Air Port


Setelah lama kurang lebih 17 jam menunggu didalam pesawat, sekarang Reno dan Vierra sudah sampai tepat di bandara Paris Orly Air Port yang letaknya di Orly dan Villeneuve-Le-Roi 13km Selatan Paris, Prancis.



Karna pesawat garuda yang ditumpangi Vierra dan Reno berangkat pukul kurang lebih hampir jam 9 pagi dan sampai tepat pukul 2 pagi ditambah perbedaan waktu Indonesia dan Prancis hanya selisih 5 jam maka mereka sampai pukul 7 pagi di bandara Internasional Prancis. Kini Reno dan Vierra ada di depan pintu utama bandara, tapi sebelum itu mata Reno mengelacak berusaha melihat mobil jemputan yang sudah ia siapkan jauh sebelum bulan madu ini dilakukan.


Ciittt...


Sosok laki-laki paruh baya dengan postur lebih tinggi darinya disertai wajah campuran bule itu datang dengan sambutan hangat.


"Bonjour Mister Reno dan Nona Vierra." Vierra hanya tersenyum karna bingung harus membalas seperti apa.


"Pagi juga Pak Albert. Sudah lama sekali ya Pak kita tidak bertemu, saat itu usiaku kalau tidak salah masih 12 tahun. Apa kabar, Pak? Melihat Pak Albert sekarang, aku jadi yakin kalau Pak Albert sangat betah tinggal di Prancis."


"Benar, Tuan Reno. Seperti yang anda lihat, saya baik-baik saja. Istri saya baru saja melahirkan 2 bulan yang lalu, jadi saya merasa lebih semangat bekerja. Saya ikut senang atas pernikahan anda. Maaf kalau saya tidak bisa datang, Tuan," balas Pak Albert merasa tidak enak hati.


Beliau dulu adalah pekerja di rumah besar Reno bahkan saat ayah Reno masih ada, namun harus terpaksa berhenti kerja, dikarenakan sang istri dulu adalah seorang TKW (Tenaga Kerja Wanita) di Thailand. Pak Albert tidak tega melihat sang istri harus bekerja jauh diluar negri, maka dengan itu beliau memutuskan untuk ikut kerja menemani istrinya dan menyuruh istrinya berhenti kerja sebagai TKW. Sampai sekarang ini Pak Albert memutuskan kerja di negara Prancis, karna salah satu keluarganya memang bisa menolong serta membantunya mencari kerja di negri tersebut.


"Ayo Tuan, sini saya masukkan lebih dulu kopernya," ujar beliau mengambil koper didekat Reno, lalu memasukkannya kedalam bagasi mobil.


"Ayo sayang...," ajak Reno dengan menggandeng tangan kiri Vierra dan mulai masuk kedalam mobil.


Brakkk...


"Tuan, kita akan kemana lebih dulu? Apa langsung ke hotel atau mencari makan pagi lebih dulu. Saya tau restoran enak yang tidak terlalu jauh dari bandara."


"Langsung ke Hotel, Pak. Sepertinya kita mau istirahat dulu, mana disini masih pagi iyakan sayang?"

__ADS_1


"Ha! Iyaa... Aku ikut kamu aja mas," balas Vierra mengangguk pasrah. Pasalnya, kepalanya masih sedikit pusing meski tadi dipesawat ia banyak tidur, tetap saja rasa pusingnya masih mendera walau hanya sedikit.


"Kamu gapapa kan? Kenapa, pusing?" tanya Reno melihat wajah sedikit pucat dari istrinya.


"Yaudah sini tidur lagi, kalau udah sampai aku bangunin." Vierra hanya berdeham mengiyakan, lalu kepalanya didekatkan kebahu kanan Reno. Dengan begini rasa pusingnya lumayan sedikit hilang, ternyata tidur di bahu Reno memang sangat mujarab dan manjur sebagai obat pereda pusing.


*****


"Ada apa ya anda datang kesini?" tanya Gevan penuh selidik.


"Sebenarnya saya ingin bertemu dengan Pak Reno untuk membicarakan tentang kerja sama bisnis, tapi sepertinya jika menunggunya pasti lama apalagi Pak Reno masih pengantin baru butuh waktu lama untuk trus menghabiskan waktu dengan istrinya."


"Lalu?" Alis Leon terangkat disertai tawaan pelan dari bibirnya.


"Hahahaha... Anda pasti sudah tau maksud saya Pak Gevan. Anda adiknya Pak Reno ata-"


"Ok, kakaknya Pak Reno. Jadi gini Pak Gevan karna Pak Reno masih bulan madu, tapi saya ingin sekali mengajukan kerja sama yang nantinya membuat kita saling menguntungkan. Bisa kita cari tempat yang lebih nyaman? Saya rasa Cafe dekat sini sudah buka, kita bisa bicarakan disana. Ayo Pak gevan." Leon masih tersenyum seraya memberi instruksi lewat manik matanya agar Gevan bisa jalan lebih dulu mendahuluinya.


"Maaf! Saya tidak tertarik," ujar Gevan dengan nada lugasnya, membuat Leon kembali menatap bingung.


"Kenapa Pak Gev? Kita bicarakan lebih dulu, saya yakin ini akan sangat menguntungkan bagi anda dan perusahaan," imbuh Leon mencoba menjelaskan dengan nada selunak mungkin agar Gevan tertarik dan menyetujui.


"Pak Leon, sebelumnya saya minta maaf, tapi saya tidak punya hak apapun tentang kerja sama yang anda tawarkan. Saya memang menggantikan posisi Reno hanya untuk beberapa waktu, tapi yang bisa memutuskan kerja sama bisnis anda itu hanya Reno. Jika anda masih berkeinginan maka tunggulah sampai Reno kembali dari bulan madu," ujar Gevan berterus terang. Ia tersenyum sembari melanjutkan," Oh iya mungkin sampai 1 bulan Reno bulan madunya, kalau gitu saya permisi."


Gevan akhirnya jalan berbalik yang sekarang menuju ke sebuah lift. Senyum mengembang terukir dibibirnya.


"kau pikir orang sepertimu bisa aku biarkan menjalin kerjasama? Hahahah... Jangan bermimpi Leon," gumannya dalam hati.


"Sial! Ternyata dia gak ada bedanya dengan Reno. Awas aja akan aku hancurkan kalian," guman Leon pelan disertai tatapan penuh kebencian kearah punggung Gevan yang sudah ditelan pintu lift.

__ADS_1


*****


Hotel George V.


Ciittt...


"Sudah sampai Tuan, disini tempat menginap anda."


Tepukan pelan dipipi kiri Vierra mulai terasa. Ia membuka kelopak matanya, berusaha menyesuaikan cahaya yang ada. Reno masih duduk disampingnya. Vierra terkejut dengan posisinya, ia langsung menegakkan kembali badannya.


"Maaf, mas aku tidurnya lama ya?" tanyanya sedikit panik.


"Gak kok sayang, gapapa... Ayo keluar, udah sampai kita di hotel." Reno mengecup singkat kening Vierra agar istrinya tidak perlu cemas, lalu keluar dari mobil.


Hal pertama yang Vierra lihat adalah keterkejutannya terhadap sebuah bangunan mewah nan megah. Apa ini, apa ini hotel yang akan aku inapi, fikirnya begitu.


Reno jalan menghampiri istrinya dengan senyum mengembang saat melihat bangunan hotel yang terpapang nyata.


"Kita akan nginap disini. Kamu suka sayang? Ini adalah hotel bintang 5 paling berkelas dengan menyuguhkan banyak pemandangan sekaligus berbagai wahana. Kamu pasti betah tinggal disini, ayo masuk." Reno mengenggam tangan kiri Vierra dan menarik pelan agar mengikuti langkahnya.




*****


Bersambung....


Yuhu aku buat bulan madu ke Paris tapi aku sendiri belum pernah kesana sad:( hahahaha

__ADS_1


__ADS_2