
Vierra dan Reno sudah ada di dalam kamar hotel. Reno sengaja memesan kamar yang paling mewah dengan semua fasilitas, sepertinya dia ingin memanjakan sang istri tercinta.
Srtt...
Pelukan dadakan mengelilit sempurna di perut Vierra. Reno meletakkan kepalanya di bahu kanan sang istri sembari mencium pipinya sebanyak dua kali. Aroma yang terkuar dari tubuh Vierra benar-benar memabukkan, ia bahkan sampai terbuai. Istrinya ini punya bau yang sangat natural, tidak menyengat dan begitu harum mengingatkannya saat menghirup harumnya bunga Lily Of The Valley kala lalu.
"Sayang... Kamu bosan gak?" tanya Reno lembut.
"Bosan sama kamu gitu?" Sontak bola mata Reno membola terkejut dengan kepala yang sedikit menegak melihat total dari arah samping wajah istrinya.
"Bukan itu sayang... Kalau aku gak mungkin ngebosenin, orang ganteng begini," tukas Reno tidak terima, namun masih bernada santai, "Maksudku kalau bosen dihotel ayo jalan-jalan keluar. Mumpung ini masih siang sekaligus nyari makan juga biar kamu kuat," lanjutnya.
"Apasi! Aku udah kuat tau! Ok, gimana kalau kita pergi ke gembok cinta? Yang aku tau kalau di Paris ada jembatan-jembatan berisi gembok cinta gitu. Lucu mas, kita kesana ya?" Reno mengangguk merenggangkan pelukkannya disertai curian kecupan singkat di bibir ranum Vierra.
Vierra terlonjak kaget, lalu menoleh kebelakang, "Nyari kesempatan aja kamu!" semburnya mengerucut kesal.
"Kalau udah halal namanya bukan nyari kesempatan lagi sayang, tapi emang akunya aja yang mau. Nyium kamu rasanya seperti candu. Jangan pakai lipstik ya, nempel nanti kalau pas ciuman pakai pelembab bibir aja, yang aku tau ada rasa cerry pakai itu aja."
"Apasiii! Kamu ya mas!!!" pekik Vierra sedikit keras dengan geraman kesal dari tenggorokannya. Bola matanya memutar malas, lalu berjalan kearah kamar mandi. Meladeni tingkah Reno benar-benar menguji kesabarannya, entah lah Vierra merasa sikap Reno sekarang lebih ke manja persis anak kecil yang slalu minta momong ibunya.
Ditambah suaminya sekarang sangat mesum, Oh Tuhan... Kuatkan hati hamba, doanya dalam hati.
***
Reno menunggu di depan pintu kamar hotel, karna seperti kata istrinya, ia harus menunggu diluar. Hembusan nafas terdengar begitu lelah. Sudah hampir 20 menit lebih Reno menunggu, tapi belum ada kemunculan Vierra dari dalam kamar. Apa yang dia lakukan didalam, kenapa lama benget, gumannya dalam hati.
Ceklek...
"Taraa.... Aku udah siap. Ayo jalan," pekik Vierra dengan senyuman lebarnya.
"Subhanallah... Cantik banget kamu sayang," puji Reno spontan.
"Aku emang cantik, baru tau ya!" celoteh Vierra seraya menutup pintu kamar hotel.
"Untung kamu gak pakai pakaian yang terbuka. Begini aja udah buat aku melek."
"Dasar mata laki-laki kamu! Aku lebih nyaman pakai celana panjang, apalagi masih siang begini pasti diluar panas banget. Yaudah ayo," seru Vierra jalan lebih dulu meninggalkan Reno yang masih menatap bengong, sampai akhirnya tersadar, "Sayang! Tungguin...."
__ADS_1
Reno berhasil menyusul istrinya dan langsung meraih tangan kanan itu untuk di genggam. "Harusnya kamu nungguin aku," ujarnya, tapi mendapat respon kedua bahu Vierra yang terangkat menanggapi dengan kalimat ya salah sendiri lelet.
"Tuan Reno dan Nona Vierra, apa akan pergi sekarang?" tanya Pak Albert yang menghampiri saat sudah tiba di lobi depan hotel.
"Iya Pak! Oh iya antarkan ke jembatan yang ada gembok-gemboknya itu aku juga lupa namanya, apa sayang namanya?" Kini pandangan mata Reno teralih kesamping, membuat Vierra membeo Ha.
"Aku aja gak tau. Aku pikir kamu tau, mas!" balas Vierra menyeloroh.
"Oh saya tau tempatnya Tuan. Itu namanya jembatan Pont Des Arts lumayan jauh jaraknya dari sini, tapi disana memang ramai dan terkenal untuk orang-orang seperti Tuan dan Nona yang berpasangan. Didekat jembatan ada Museum The Lourve. Museum itu sangat bagus penuh sejarah, kalau malam Tuan bisa berlayar dengan kapal yang ada di Sungai Seine tepatnya di sekitar jembatan Pont Des Arts."
Vierra hanya diam sambil mendengar penjelasan Pak Albert, entahlah lidahnya keluh seakan tidak bisa bersuara sama sekali. Ia memang tidak tahu menahu tentang tempat-tempat yang terkenal di kota Paris.
"Ya sesuai kata Pak Albert aja, karna Pak Albert yang lebih tau jadi kita ngikut aja. Aku kalau ke Eropa kurang tau Pak, makanya bingung mana belum nyari referensi dulu buat tempat apasaja yang bakal di kunjungi." Pak Albert tersenyum mengangguk memaklumi penjelasan dari tuannya.
"Tidak masalah Tuan. Saya tau banyak tempat wisata bagus disini, jadi anda tidak perlu khawatir. Untuk hari ini mungkin seperti yang saya bilang tadi, setelah itu besoknya saya akan memberitahu anda lagi mengenai jadwal dan tempatnya. Mari Tuan, Nona..."
"Terimakasih Pak," ujar Reno mengikuti arahan Pak Albert untuk jalan lebih dulu.
*****
Gevan kini sedang berdebat dengan Rossi, pasalnya satu jam yang lalu gadis itu datang dengan membuat kerusuhan di kantor. Untung saat Rossi datang, Gevan masih ada di kantor kalau tidak pasti sudah habis saja ditangan liar gadis itu.
"Katakan Gev! Dimana Reno bulan madunya?"
"Ngapain juga kamu harus tau Ros! Inget Reno sekarang udah nikah, jadi jangan aneh-aneh atau kalau gak, aku yang akan trus ngasih peringatan ke kamu. Sekarang lebih baik pergi aja dan jangan kepo-kepo soal bulan madu Reno. Adikku itu udah bahagia sama adik ipar, jadi lebih baik kamu jangan ganggu lagi. Sana pergi!"
"Gak mau! Katakan dulu Gev, dimana Reno bulan madunya?" tanya Rossi lagi dengan bentakkan keras disertai tatapan penuh kekesalan. Ia benar-benar tidak menyukai sikap Gevan, entahlah laki-laki itu seperti ancaman yang membuat benteng untuk dirinya tidak bisa mendekati Reno.
Rossi tahu kalau Gevan sengaja menyembunyikan tentang dimana bulan madu Reno dan itu sangat membuatnya jengkel setengah mati. Ia harus tahu dan tidak mau tahu karna ia ingin mengetahui keberadaan Reno sekarang.
"Kalau aku kasih tau, pasti kamu berniat buat nyusulin mereka kan? Udah lah Ros! Bisa gak jangan ngusik lagi kebahagiaan Reno! Dia udah ada adik ipar, jadi jangan kamu ganggu lagi!" ujar Gevan masih bersabar menahan kontrol emosi yang bisa saja meluap.
"Gak bisa! Aku pingin tau bulan madunya Gev! Kenapa si kamu ikut campur! Urus aja kehidupanmu itu, jangan ngurusin aku trus-"
"Harusnya kamu Ros! Kamu ini cewek bebel ya, ngotot banget. Aku bilang jangan ganggu Reno lagi. Sana pergi dan cari ayah kandung dari bayi palsumu itu, ngerti!!!" Gevan murka. Urat-urat di lehernya terlihat jelas, dengan pancaran mata seakan ingin menghanguskan sosok tubuh Rossi menjadi debu tanpa sisa.
Di Paris.
__ADS_1
Reno dan Vierra sudah berada di jembatan Pont Des Arts dengan jalan bergandengan tangan melihat-lihat pemandangan, serta beragam tulisan digembok yang berjajar bahkan bertumpuk-tumpuk.
"Mas..."
"Hm...iya sayang?"
"Disini indah banget. Aku baru pertama kali liat yang beginian," ujar Vierra dengan mata berbinar. Reno terpaksa berhenti hanya untuk melihat lebih lama ekspresi kebahagiaan dari istrinya. Hati Reno menghangat. Senyum Vierra adalah kebahagiaannya.
"Aku seneng kalau kamu suka ini sayang, aku slalu turuti semua kemauan kamu. Oh iya kamu gak mau nulis nama kita gitu di gembok yang ada disini?" Vierra menatap kesamping yang dibalas alis Reno yang terangkat, seolah memberi pertanda untuk usulannya tersebut.
"Boleh ayo kita tulis nama kita." Vierra menggaret pelan tangan kiri Reno untuk menuju ke salah satu dari banyaknya gembok yang tersusun rapi di tembok-tembok jembatan.
Vierra jongkok yang diikuti oleh Reno, lalu tangan kanannya mengambil sebuah gembok disaku jaket yang sudah ia beli lebih dulu sebelum datang kesini.
"Aku tulis ya..." ujarnya, lalu Reno mengangguk dengan memberikan 1 spidol hitam ke istrinya.
"Pakai ini." Vierra paham dan meraih spidol tersebut, lalu setelah itu ia dengan sangat fokus dan teliti menulis huruf R&V yang sangat jelas dan besar di bagian gembok.
"Udah jadi mas, liat deh..." Vierra menunjukkan hasil karya tulisannya dan mendapat kecupan singkat di pipi kirinya.
"I Love You sayang," ujar Reno lembut.
"Ishh... Aku bilang bagus apa engga bukan I love you tau!" sungut Vierra sedikit kesal.
"I Love You Too istriku yang cantik," balas Reno lagi diselingi kekehan lebarnya.
*****
Bersambung....
Duhh ini mungkin part selanjutnya banyak bulan madu mereka ke beberapa tempat soalnya aku pengen berimajinasi. Beranda-andai kalau yang jadi Vierra itu aku, dan bisa bulan madu ngelilingi kota Paris😭
Maafkan ini terlalu menyedihkan hehehe
Kasih like vote juga ya agar lebih semangat 🙏
__ADS_1