
Reno menggendong tubuh Vierra ala bridal style dan membawanya masuk kedalam sampai akhirnya tubuh Vierra ia jatuhkan diatas ranjang.
"Enghh..." Bibir Vierra terlihat bengkak, setelah Reno melepaskan ciuman panjangnya baru ia menghirup udara sebanyak mungkin.
"Aku bener-bener gak tahan, apa bisa aku lakukan malam ini?" Reno mengusap lembut sudut bibir Vierra. Seuntai saliva merembes di bibir bawahnya, membuat Reno harus membersihkan dengan menjilatnya sampai habis.
"Pelaan-pelan ya..., ini pertama bagiku...," ujar Vierra yang merasa sudah ikut panas. Hanya dengan ciuman Reno, cukup membuatnya juga menginginkan sentuhan lebih.
"Berarti sama...., ini juga yang pertama bagiku."
"Pertama?" ulang Vierra sedikit terkejut.
"Iya sayang..., di keluargaku sangat ketat. Kakek slalu menasehati jadilah laki-laki yang bertanggung jawab, apalagi jangan sampai memberikan istrinya nanti barang bekas," ujar Reno berterus terang.
"Barang bekas maksudnya?"
"Maksudnya dengan menjaga keperjakaan hanya untuk istriku nanti. Kakek gak ingin cucu-cucunya sampai menghamili perempuan lain diluar nikah, lagipula aku gak tertarik karna perempuan yang ingin aku nikahi dari dulu ya kamu." Reno mengusap lembut beberapa helaian rambut Vierra yang terjatuh mengenai kelopak mata istrinya.
Reno menegakkan kembali badannya, lalu mulai melepaskan jas yang semakin membuatnya merasa gerah. Satu persatu kancing kemeja ia lucuti sampai akhirnya berhasil terlepas. Reno membuang kemejanya ke lantai. Mata Vierra membola sempurna, tubuh kekar sixpack itu terpampang nyata. Ia meneguk air liurnya sendiri.
"Udah puas ngeliatin tubuhku sayang? Apa kamu suka?" Vierra mengangguk malu-malu.
"Dari mana kamu dapatin tubuh sebagus ini? Kamu olahraga?"
"Iya....., aku emang sering fitness, apalagi pas tinggal di Sydney aku malah lebih rajin disana." Reno tersenyum, sepertinya ia berhasil menggoda istrinya, "Kamu mau nyoba pegang?" sambungnya.
"Akk-uuu....."
"Hahahaha kenapa masih malu-malu...., ekspresimu sekarang membuat aku pengen langsung nerkam."
"Apasiii! Aku kaann-"
Cup...
Reno menciumnya lagi. Mel*mat sekaligus menggigit bibir bawah yang sudah menjadi candunya. "Emmpp...." Suara erangan Vierra semakin menambah puncak gairahnya.
Reno sudah kepalang tanggung, libidonya naik ingin segera menuntaskan hasratnya malam ini. Ciuman panas serta bunyi kecipak dua bibir itu terdengar. Reno mengusap perut halus Vierra yang masih rata, lalu naik dan mengelitiki pusar istrinya.
Tubuh Vierra menggeliat merasakan suhunya semakin bertambah panas. Ac dalam ruangan tidak bisa menurunkan kedua hasrat sepasang suami istri ini. Reno yang sudah lebih dulu membimbing istrinya sampai Vierra ikut terhanyut dalam gairah.
__ADS_1
"Ahhhh... Renn.. Enghh..." Reno baru saja bermain-main didadanya, bahkan baju Vierra sudah sedikit terkoyak sampai tali branya melorot dibahu kanan gadis itu.
"Teruskan sayang...., aku suka mendengar eranganmu. Sangat seksi membuatku semakin gila....," ujar Reno dengan memberi kecupan di beberapa perut Vierra dan semakin naik sampai ke dada, bermain-main disana.
Tubuh Vierra menggelinjang keenakkan. Matanya merem melek, tidak fokus saat gairah serta sentuhan Reno benar-benar membuatnya mabuk kepayang.
Suaminya itu baru pertama kali bercinta tapi kenapa memberi pemanasan seolah-olah sudah handal. Vierra tak kuasa menahan debaran jantungnya yang kian berdecak kencang, sekaligus erangan yang trus keluar dari mulutnya. Reno sekarang berhasil melucuti baju atasannya dan bermain dengan nyaman di dadanya.
Remasan kuat di rambut Reno, membuat ia menghisap sedikit keras.
"Ahhhh... Renn... Enghh....," racau Vierra tak beraturan. Reno menjelajahi seluruh pusat sensitifnya dan sekarang suaminya itu seperti bayi yang kehausan menyusu didadanya.
[Aku serahkan kalian melanjutkan sendiri imajinasi dari adegan selanjutnya setelah ini hehehe]
*****
Pagi harinya Reno yang lebih dulu membuka kelopak matanya, menyuguhkan pandangan Vierra yang masih terlelap nyenyak dalam dekapannya. Entahlah, jika mengingat kejadian semalam membuat bibir Reno trus tersenyum. Ia merapikan helaian rambut Vierra disertai kecupan hangat di kening istrinya.
"Enghhh...," Erang Vierra merasa tidurnya terganggu.
"Putri tidur ayo bangun," ujar Reno lembut, tapi Vierra tidak menggubris malah semakin terlarut dalam mimpi.
Reno akhirnya mengalah, mungkin karna Vierra masih kecapean akibat aktivitasnya yang baru selesai sampai jam 1 dini hari, membuat hatinya tidak tega jika trus membangunkan tidur nyenyak sang istri.
Reno jalan begitu saja kearah kamar mandi, membersihkan tubuhnya yang lengket.
Setelah kurang lebih 20 menit, baru Reno keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit sampai lututnya. Reno mengambil pakaian sendiri di gantungan lemari. Ia memutuskan memakai kaos hitam polos dengan celana berbahan jeans selutut.
Acara berpakaiannya sudah selesai. Ia langsung keluar dari kamar, dan melangkah menuju pantry. Membuka kulkas yang masih ada beberapa bahan makanan yang sebelumnya Pak Albert belikan kemarin. Reno mengambilnya dan ditaruh diatas meja pantry.
"Cuman ada telur, hmmmm...., sebaiknya aku buat telur gulung aja dan ada roti juga cocok buat sarapan pagi," gumannya pelan.
Kualitas hotel ini sangat lengkap, jadi Reno tidak menyesal jika harus merogoh kocek milyaran rupiah untuk menginap beberapa hari bahkan seminggu lebih di sini.
Di Jakarta.
Leon tengah membuka Gmail lewat laptopnya. Sekitar pukul 8 pagi waktu di Jakarta sekarang, membuat Leon sudah harus berada di kantor.
Tok Tok Tok....
__ADS_1
Ceklek...
Pak Navandi masuk kedalam ruangan, memaksa Leon memalingkan pandangannya kearah sekretarisnya tersebut.
"Maaf, Pak Leon..., saya sudah mendapatkan jadwal penerbangan sampai seminggu kedepan. Penerbangan ke Paris ada di hari rabu dan jum'at, untuk hari ini tidak ada penerbangan ke Paris."
"Rabu dan jum'at?"
"Benar, Pak...." Leon menghembuskan nafasnya, lalu ia melirik dengan ekor matanya saat sebuah email masuk. Ia membuka pesan email tersebut.
Saat ini aku ada di Paris.
Setelah wisuda S2 ku bulan depan, maka aku akan balik ke Indonesia.
Tolong bilang ke ayah aku sangat merindukannya.
Dan oh iya aku juga merindukanmu Kak Leon.
"Ternyata dia udah mau selesai kuliah, padahal aku harap dia gak perlu balik lagi ke Indonesia, agar dia gak jadi ancamanku untuk memimpin perusahaan ayah," gumannya dalam hati.
"Pak Leon.....," panggil Pak Navandi.
"Baik, Pak Nav aku pilih hari Rabu. Pesan tiket untuk ke Paris di hari itu, lalu kabari aku setelah ini," ujar Leon memberi keputusan.
Sementara itu di kediaman keluarga Barack.
Sang Kakek terlihat sedang berbincang dengan dua detektif kenalan Elson yang sudah beliau hubungi beberapa hari yang lalu.
"Baik, Tuan Ednan saya akan mencoba menyelidiki kasus ini. Kami berdua akan ke hotel Gemilang untuk melihat kamar tersebut. Jika ada bukti baru akan langsung kami beritahu," papar Pak Ronald mendapat anggukan setuju dari rekan kerjanya yaitu Pak Wijaya.
"Kalau boleh saya tahu kejadian pemerkosaan itu melibatkan siapa saja? Dan hari apa kejadian itu terjadi?" tanya Pak Ronald.
"Hari jum'at Pak," balas Elson cepat.
"Bukannya hari sabtu? Elma ulang tahunnya hari sabtu, El!" sela sang Kakek membantah lugas.
"Ohh..., iya Kek, maaf Elson lupa...." Elson tersenyum tipis.
*****
__ADS_1
Bersambung....
Aku update lagi gak jadi satu tetap konsisten 2 part aja dan maaf kalau adegannya kurang Hot karna author masih polos *canda 😁