Doa Disepertiga Malamku

Doa Disepertiga Malamku
Bab.12


__ADS_3

30 menit berlalu,kini mobil yang dikendarai oleh Handi pun tiba dihalaman rumah besar nan mewah milik keluarga Mahesa.


Dan tidak lama mobil Kala pun memasuki halaman yang sama tepat setelah mobil Handi terparkir.


Kala memarkirkan mobilnya disamping mobil Handi.Kala menatap tajam pada punggung Handi dan Dya dari dalam mobilnya.


Dua punggung yang kiat menjauh lalu menghilang masuk kedalam rumah besar itu.Kala mendadak tidak suka saat Dya mengabaikan nya.


Bahkan Dya masuk lebih dahulu kedalam tanpa menunggunya.Kala semakin dibuat kesal saat melihat Dya jauh lebih akrab dengan Handi dari pada dengannya.


Kala pun langsung turun dari mobil dan sedikit membanting pintu mobil itu saat menutupnya.Mendadak rasanya begitu kesal terhadap istri dan juga asipri sang ayah yang kini telah menghilang dibalik pintu.


"Assalmu'alaikum,Papah Dya datang sama Kak Handi"seru Dya saat memasuki rumah mewah itu.


"Waalaikum'salam,selamat datang dirumah keluarga Mahesa Dy.Kemana Kala?kok nggak datang sama dia?"


"Ka__"


"Aku disini"seru kata memotong ucapa Dya yang baru saja akan menjawab bertanyaan dari Pak Gara.


"Ucap salah kalau masuk rumah Kala,biasakan itu"ucap Pak Gara.


"Jangan sok alim deh Pah.Mentang mentang punya mantu model begitu.Sudah merasa jadi Pak Ustad ajah"gerutu Kala yang langsung masuk kedalam rumah melewati Papahnya begitu saja.


"Astaghfirullah Aladzim"gumam Ketiga orang yang berdiri disana menatap punggung Kala yang kian menjauh.


"Bersabarlah Nak,semoga bersamamu anak itu bisa jauh lebih baik lagi"ucap Pak Gara menepuk pelan bahu Dya.


"Insha Allah Pah,doakan saja"

__ADS_1


"Ya sudah lebih baik kita duduk dulu.Ada yang perlu Papah bicarakan"


"Baik Pah"


"Dan untuk kamu Han,kembalilah kekantor.Handle urusan ku dengan klien yang dari Bandung.Hari ini aku tidak akan masuk kantor dulu.Ada beberapa hal yang perlu aku bicarakan dengan menantuku ini"


"Baik Tuan.Kalau begitu,saya permisi Tuan,Nona"Handi pun mengangguk patuh pasa tuan nya lalu berlalu meninggalkan rumah sang atasan untuk kembali kekantornya.


*


*


"Bagaimana pernikahan mu Dy?"tanya Pak Gara pada Dya yang kini duduk disofa yang ada disamping nya.


Kini keduanya tengah duduk diruang kerja Pak Gara.Awalnya Pak Gara ingin berbicara dengan anak dan menantunya


"Kurang baik Pah.Maaf jika kejujuran Dya buat Papah tidak nyaman"


"Tidak masalah Nak.Itu jauh lebih baik.Apa dia masih suka membawa perempuan itu?"


Deg...


"Pa_Papah tahu?"


"Iya.Itulah salah satu alasana kenapa kemarin Papah menolak menikahkanmu dengan Kala.Seandainya Arka belum menikah,mungkin akan jauh lebih baik jika kamu menikah dengan Arka dari pada dengan Kala.Tapi entah kenapa,mendiang Ayahmu begitu kekeh ingin menikahkan mu dengan Kala"


Terdengar helaan nafas panjang dan berat terdengar dari Pak Gara saat membicarakan putra bungsunya itu.


Pringai Kala yang jauh berbeda dengan Kala dulu membuat Pak Gara bingung entah harus bagaimana lagi dan entah dengan cara apalagi agar anaknya itu kembali jadi Kala yang dulu.

__ADS_1


Jauh dari pergaulan bebas dan alkohol.Semua yang dikatakan oleh nya tidak pernah ditanggapi oleh putranya itu.


Dan malah akan berakhir dengan pertengkaran jika keduanya memulai pembicaraan.Pak Gara pun akhirnya menyerah dan membiarkan sang putra hidup dengan pilihan nya.


Mabuk mabukan dan keluar masuk club malam sudah menjadi rutinitasnya setelah keluar dari rumah keluarga Mahesa.


Namun tak ada yang bisa Pak Gara lakukan untuk mencegahnya.Semua nya dia serahkan pada jalan takdir.


Semoga kelak akan dipertemukan dengan orang yang bisa membuatnya berubah.Dan mungkin saat ini hanya Dya lah satu satunya harapan untuk membuat Kala berubah.


Meski rasanya sangat tidak adil menyerahkan tanggung jawab pada gadis yang bahkan baru saja mengenal Kala.Namun hanya itu yang bisa Pak Gara lakukan.


Semoga keputusan nya menikahkan Kala dengan Dya bisa membawa Kala kembali kejalan yang benar dan meninggalkan pergaulan buruknya.


"Menginaplah,sepertinya anak itu juga tengah ketiduran dikamarnya.Dia akan sangat marah jika diganggu saat tidur"


"Baiklah Pah.Lalu Dya harus tidur dimana?"


"Hah?maksudnya?"tanya balik Pak Gara yang terkejut oleh pertanyaan Dya.


"Eh,mmm,maksud Dya kamar Mas Kala.Di_dimana kamar Mas Kala?"


"Oh,ayo biar Papah yang antar kamu kesana"


*


*


🌸🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2