Doa Disepertiga Malamku

Doa Disepertiga Malamku
Bab.72


__ADS_3

"Mas,hari ini kita jadi mampir kerumah Bang Arka?"tanya Dya saat tengah bersiap siap untuk pergi berjalan jalan bersama dengan aang suami dikota Bandung.


"Insha Allah jadi sayang,besok kita sudah harus kembali.Jadi lebih baik hari ini kita sempatkan mampir sebelum kita pulang,"


"Baiklah,ayo Mas.Aku sudah siap,"


Kedua nya pun berjalan keluar hotel dengan bergandengan tangan.Senyum bahagia kini nampak mengiringi wajah cantik dan juga tampan milik pasangan pasutri itu.


Keduanya pun mulai mengitari kota Bandung dan mampir dibeberapa tempat yang memang unik dan asik buat nongkrong bagi paea muda mudi.


Menjelang petang keduanya menyudahi acara jalan jalan mereka dan berniat mampir kerumah sang Kakak sebelum kembali ke ibu kota.


Namun keduanya mampir sebentar ke Mesjid Agung Bandung untuk menjalankan ibadah magrib disana.


Keduanya berpisah di depan mesjid dan berjanji untuk kembali bertemu disana.Kala masuk dan berbaur bersama jamaah laki laki sedangkan Dya bersama dengan para kaum perempuan.


Keduanya nampak khusu menjalankan ibadah pertama mereka disebuah mesjid besar setelah keduanya resmi menjadi suami istri.


Biasanya baik Kala ataupun Dya akan beribadah dirumah atau dimushola kecil yang ada dikantornya.Dan ini ibadah pertama Dya dan juag Kala berjamaah bersama dengan puluhan orang.

__ADS_1


Usai melaksanakan ibadah tiga rakaatnya,keduanya nampak keluar dan berjalan menuju ketempat dimana tadi mereka berpisah.


Berhubung tempat itu luas dan semakin ramai oleh pengunjung,maka keduanya sepakat untuk bertemu ditempat yang sama saat mereka berpisah tadi.


"Lama ya?maaf ya,tadi agak ramai jadi ngantri dipintu keluarnya,"ucap Kala saat melihat jika Dya sudah menunggunya.


"Tidak kok Mas,aku juga baru sampai.Ayo lebih baik kita ke rumah Bang Arka sekarang biar nanti nggak kemalaman sampai dihotel,"


"Iay ayo."


Keduanya kembali kedalam mobil dan mulai beranjak meninggalkan area Alun Alun Kota Bandung itu.


Karena keduanya diharuskan kembali untuk melakukan tugasnya dikantor.Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam akhirnya mobil yang dibawa oleh Kala tiba disebuah rumah minimalis yang asri dan cukup nyaman untuk ditinggali.


Kala menautkan kedua alisnya saat melihat salah satu mobil Papah Gara ada terparkir disana.Meski enggan untuk bertemu dengan sang ayah.


Kala pun terpaksa turun demi menghormati sang kakak dan juga istrinya.Kala tidak mau kondisi hubungan nya dengan sang ayah yang tidak baik menjadi beban untuk sang istri.


Hingga Kala pun akhirnya mengalah dan ikut masuk kedalam rumah bersama dengan istrinya.Dan benar saja,Papah Gara sudah terlihat begitu kedua pasutri itu masuk seraya mengucap salam.

__ADS_1


Nampak kakek satu cucu itu tengah asik menimang cucu pertamanya.Dan kehadiran Kala dan juga Dya cukup membuatnya kaget namun juga bahagia.


"Assalamu'alaikum,"


"Wa'alaikumsalam,eh kalian?kemari juga?"


"Iya Pah,apa kabar?"jawab Dya sembari menghampiri lalu menyalami tangan mertuanya dengan takzim.


Sementara Kala langsung saja melipir ke dalam rumah tanpa mau menyapa sang ayah.Terlihat rasa kecewa dimata Papah Gara,namun tidak bisa memaksa juga untuk Kala agar bisa memaafkan kesalahan nya dulu.


Papah Gara baru tersadar jika rasa simpati nya pada seseorang telah membuat istri dan putra bungsunya tersakiti.


Namun saat itu,Papah Gara murni hanya berniat menolong bukan seperti tuduhan istri dan anaknya.Naas saat semua sudah dia jelaskan,kecelakaan itu menimpanya dan membuatnya kehilangan wanita yang begitu dia cintai.


Papah Gara dan mendiang istri memang kecelakaan setelah membuktikan jika dia dan wanita yang dia tolong tidak memiliki hubungan apapun.


Sang wanita juga mengakui jika Papah Gara hanya sebatas menolongnya,tidak lebih.Namun entah kenapa,saat pulang dari rumah wanita itu.Rem mobil Papah Gara tidak berfungsi dan menyebabkan kecelakaan itu terjadi.


Papah Gara pun begitu menyalahkan dirinya sendiri atas kematian sang istri.Ditambah lagi dengan putra bungsunya yang tiba tiba saja membenci dirinya.

__ADS_1


Dan hal itu semakin membuat Papah Gara terpuruk.


__ADS_2