Doa Disepertiga Malamku

Doa Disepertiga Malamku
Bab.19


__ADS_3

"Mas Kala"


"Den Kala"


Ucap Bi Surti dan Dya secara bersamaan saat melihat siapa orang yang tadi berdehem dibelakang mereka.


"Masak apa Bi?saya lapar"ucap Kala pura pura tidak tahu apa yang keduanya wanita beda generasi itu mengobrol barusan.


"Oh,Den Kala sudah mau makan?ini Den tadi Bibi masak masakan kesukaan Den Kala dibantuain sama Non Dya"jawab Bi Surti mencoba menetralkan perasaan gugupnya karena takut Kala mendengar apa yang tadi dia bicarakan dengan Dya.


Bi Surti menunjukan beberapa menu yang sudah siap dimeja makan.Di antara lain nya adalah,ada sup ayam kampung,cah kangkung,balado telur,dan ada ikan bakar madu yang merupakan makanan kesukaan Kala.


Apalagi ikan bakar madu buatan Bi Surti yang terasa berbesa dari ikan bakar yang dijajakan direstoran restoran atau dikaki lima.


"Baiklah,aku makan duluan nggak apa apa?kebetulan aku masih harus minum obatkan?"


"Boleh kok Mas.Lagi pula tadi Papah ngasih kabar tidak akan sempat makan siang dirumah,begitu pun Bang Arka tapi kita tanggung masak.Lebih bagus malan kalau Mas Kala mau makan,jadi makanan nya nggak mubajir"jelas Dya sembari mengambilkan piring untuk digunakan oleh suaminya.


"Mau aku ambilkan?"tanya Dya ragu.


"Tidak perlu,aku bisa sendiri"jawab Kala masih dengan nada ketusnya.


"Ya sudah,ini piring nya.Aku pamit sebentar ya?"


"Mau kemana lagi?"tanya Kala yang tiba tiba meninggikan suaranya membuat Dya dan Bi Surti terlonjak kaget.


"Ke_kemar Mas,mau sholat Zuhur dulu.Ke_kenapa ya?"


"Tidak,ya sudah sana"

__ADS_1


"I_iya Mas"


Dya pun langsung bergegas menuju kedalam kamar untuk melakukan kewajiban nya.Menghadap dan mungkin sedikit bercerita dan meminta kekuatan pada pemilik kehidupnya.


Kala sendiri kini tengah menikmati menu makan siang nya seorang diri,karena setelah Dya pergi.Bi Surti ijin untuk melakukan hal yang sama dengan Dya.


*


*


"Sore ini kita pulang"ucap Kala yang tiba tiba datang mengejutkan Dya yang baru saja menyelesaikan ibadahnya.


"Apa sebaiknya kita tunggu Ayah pulang?masa pulang tanpa pamit?kan nggak sopan"


"Ya sudah kalau gitu,kamu pulang setelah pria tua itu pulang saja kalau begitu.Kita pulang terpisah"


"Baiklah,kita pulang sama sama saj kalau begitu"


"Ya sudah siap siap sana"


"Katanya pulang sore?kenapa harus bersiap sekarang?"


"Tidak jadi sore,sekarang saja"


"Arstaghfirullahaladzim"gumam Dya namun masih bisa tertangkap oleh indra pendengar Kala,meski samar.


"Nggak usah beristighfar,aku bukan ngajak kamu bermaksiat ya.Aku cuma ngajak kamu pulang"sewot Kala saat mendengar gumaman Dya.


Tanpa kata lagi,Dya pun bergegas mrmbenahi mukena yang dia pakai untuk dibawa sekalian ke apartemen yang Dya tempati bersama dengan Kala saat ini.

__ADS_1


Namun ada pemandangan yang berbeda kali ini.Dimana saat Dya membuka mukena bagian atas,Kala tidak lagi melihat mahkota Dya seperti dini hari tadi.


Kini Dya memakai hijab instan sebelum memakai mukenanya.Hingga saat Dya membuka mukena itu aurat Dya masih tertutup rapat.


Dan itu membuat Kala sedikit kecewa karena tidak lagi bisa melihat wajah cantik Dya yang tanpa hijabnya.


"Apa kamu tidak pernah melepas penutup kepala itu?memangnya tidak kepanasan?apalagi dobel dobel gitu?"tanya Kala yang merasa penasaran dengan penampilan Dya saat ini.


Bukankah tidak masalah jika Dya memperlihatkan auratnya didepan keluarga yang satu darah dan juga didepan suaminya.


Namun kenapa kini Dya masih belum juga membuka penutup kepalanya meski hanya berdua saja bersama dengan Kala.


"Insha Allah nggak Mas.Aku memakainya Lillahi ta'ala,jadi tidak akan menjadi kendala.Justru Aku merasa nyaman dan aman saat menggunakannya"jawab Dya sembari memasukan barang barang yang akan dia bawa pulang.


"Bukankah kalau didepan suami diperbolehkan untuk membukanya?kenapa saat kita berdua saja,kamu masih menutup seluruh tubuhmu?"


"Bukannya tidak mau menunjukan diri Mas,Aku hanya melakukan apa yang Mas minta,memberi jarak dan batasan karena pernikahan ini hanya sementara.Bukan kah Mas sangat membenciku dan berharap Aku pergi?lalu untuk apa aku menunjukan diriku pada pria yang mungkin sebentar lagi akan menjandakanku?"


Deg...


Kala tiba tiba bagai terkena benturan yang sangat keras saat Dya menjelaskan bagaimana situasi pernikahan mereka saat ini.


Kala lupa jika dirinyalah yang menolak kehadiran Dya,jika dirinyalah yang memberikan batasan batasan yang harus dipatuhi oleh Dya,dan Kala jugalah yang berencana menceraikan Dya.


*


*


...🌸🌸🌸...

__ADS_1


__ADS_2