Doa Disepertiga Malamku

Doa Disepertiga Malamku
Bab.75


__ADS_3

Keesokan harinya,muncul desas desus prihal kedekatan Dya dan orang nomor satu dikantornya itu.


Status Dya yang sudah diketahui istri orang pun tak luput dari gunjingan para mulut mulut pedas yang hanya bisanya mengkritik hidup orang tanpa mau mengaca pada dirinya sendiri.


Hal itu pun tidak luput dari pendengran Dya maupun Kala.Namun tampaknya,pasangan pasutri itu begitu santai menanggapi gosip miring tentang keduanya.


Toh dalam beberapa waktu kedepan semuanya akan jelas,saat semua karyawan kantor di undang khusus untuk datang ke acara resepsi pernikahan pewaris dari Mahesa grup itu.


"Dy,kamu baik baik saja kan?"tanya Sarah yang juga sudah mendengar tentang gosip miring antara teman kerja dan juga atasan nya itu.


"Memang aku kenapa Sar?aku baik baik saja kok,"jawab Dya cukup santai.


"Ya tentang gosip itu?"


"Kan aku memang punya hubungan khusus sama Pak Kala,jadi ya biarin saja.Toh nanti jika sudah waktunya semua pasti tahu jika apa yang mereka pikiran tentang aku dan Mas Kala itu tidak benar dan mungkin mereka nanti yang akan malu sendiri.Sudah,biarin saja,semakin kita tanggapi akan semakin memanas dan akan meleber kemana mana.Biar waktu yang menjelaskan pada mereka jika kami ini adalah pasangan yang halal."jelas Dya yang kembali fokus dengan pekerjaan nya.

__ADS_1


Tidak Dya pungkiri jika tatapan sinis dan kadang ada yang menatap nya dengan jijik,sedikit membuat Dya risih dan kurang nyaman.


Namun untuk saat ini menjelaskan semuanya juga bukan solusi.Mereka malah akan menganggap jika Dya mengada ngada.


Dan biarkan waktu yang menjelaskan pada mereka semua jika Kala dan Dya adalah suami istri dan tentu bebas melakukan apapun termasuk berdekatan dikantor.


Meski pun yang sebenarnya terjadi,keduanya hanya makan bersama tidak pernah lebih dari itu.Mereka cukup tahu tempat jika mau melakukan hal yang jauh lebih intim dari sekedar makan.


...***...


"Eh kalian sudah dapat undangan dari acara resepsi pernikahan Pak Arkala?ga nyangka ya kalau diam diam Pak Kala sudah menikah,kasihan ya si Dya.Udah sering dipake lah nikahnya sama cewek lain,"cibir salah satu karyawan wanita yang baru saja masuk kedalam kantor itu.


"Iya udah,kemarin sore.Iya,ya kasihan banget.Cuma di php in doang,eh anak nya juga hari ini katanya cuti tuh.Patah hati mungkin cuma dijadiin mainan sama atasan,jadinya ngilang deh pas hari bahagia sang kekasih dengan wanita lain"sambung teman lain nya.


"Kerja woy kerja,kalian di gajih bukan buat gosipin orang,"seru Sarah yang tidak sengaja lewat didepan kerumunan karyawan yang tengah membicarakan sahabatnya.

__ADS_1


"Sirik aja loe,ga suka ya kalau sahabat loe kita omongin?makanya jadi cewek harus sesuai penampilan dong,gaya aja sok alim nolak sentuhan,eh digrepe atasan,bukan nya menolak malah mendesah,"


"Kalian benar benar keterlaluan,semoga besok lusa loe loe pada tidak malu ya kalau tahu yang sebenarnya."ujar Sarah yang langsung pergi dan enggan menanggapi lagi apa yang mereka bicarakan tentang Dya dan juga Kala.


Sementara dikantor terjadi berdebatan yang panas dan juga sengit,eh si pelaku yang menjadi pembicaraan banyak orang malah nampak tengah bersantai usai melakukan fitting baju pengantin yang akan mereka apakai besok lusa dihari resepsi pernikahan mereka.


"Ini minum nya Mas,"ucap Dya menyodorkan satu gelas jus apel yang tadi sempat Kala minta setibanya mereka dirumah utama keluarga Mahesa.


"Iya,terima kasih sayang,sini duduk dekat Mas,"Dya pun menurut dan duduk tepat disamping sang suami.


Sudah dua hari mereka mulai tinggal dirumah utama.Berhubung akan banyak rangkaian acara yang akan digelar maka Dya dan Kala sepakat untuk tinggal dirumah utama keluarga Mahesa.


Hana dan juga Arka pun sudah ada disana dari seminggu yang lalu,hanya saja,Dya sedikit kesusahan membujuk sang suami untuk tinggal sementara bersama dengan sang Papah.


Kala pun baru menyetujui ajakan sang istri saat sudah mendekati hari yang spesial untuknya dan juga Dya.

__ADS_1


__ADS_2