
Setibanya dilantai dimana ruangan direktur utama berada.Kala berjalan menuju ke arah ruangan nya yang masih di ikuti oleh Handi dan juga Dya.
"Selamat pagi Pak"
Sapa salah satu karyawan yang diperkirakan akan menjadi sekertaris Kala saat ini.Seorang wanita cantik dengan penampilan yang cukup elegan menghampiri dan menyapa Kala untuk pertama kalinya.
"Pagi juga.Kamu siapa?boleh saya tahu tugas kamu disini sebagai apa?"
Tanya Kala dengan nada tegas dan sedikit dingin meski yang dia hadapi saat ini adalah wanita cantik.
"Saya Mona Pak,saya bertugas sebagai sekertaris Bapak"
Ujarnya memperkenalkan diri dengan percaya diri mengulurkan tangan untuk bersalaman.Namun saat Kala ingin meraih tangan mungil nan lentik itu sebuah deheman menghentikan Kala.
Seakan disadarkan jika apa yang akan dilakukan nya adalah sebuah kesalahan besar.
"Eheemmm"
"Astahgfirullah,maaf.Terima kasih atas perkenalan nya.Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik ya"
Jawab Kala yang langsung menarik kembali tangan nya lalu mengatupkan nya didepan dada.
Dya tersenyum tipis saat melihat Kala yang ternyata cukup mengerti dengan peringatan nya meski hanya dengan deheman saja.
Berbeda dengan Dya yang tersenyum tipis.Handi malah melongo tak percaya jika pria yang dikenal nakal hobi keluar masuk club malam kini mulai mrmbatasi diri dengan menjaga jarak dengan lawan jenis yang bukan mahramnya.
"Tolong bawakan berkas berkas yang saya butuhkan ya,saya tunggu didalam"
__ADS_1
Lanjut Kala demi mengurangi rasa canggung diantara mereka.Belum lagi tatapan oenuh tanya dan keterkejutan Mona saat Kala menolak bersalaman dengan nya.
Kala pun langsung masuk kedalam ruangan nya yang krmbali di ikuti oleh Handi dan juga Dya.Sekilas Dya menoleh ke arah Mona lalu tersenyum menganggukan kepala untuk menyapa sang sekertaris dari suaminya itu.
Namun hal itu ditanggapi dingin oleh Mona.Bukan hanya tidak membalas senyuman dari Dya,Mona langsung berlalu kembali ke mejanya dengan gaya angkuhnya.
"Lalu aku kerja dibagian apa Mas?eh maaf salah,Pak"
Tanya Dya yang belum mendapat penjelasan akan tugasnya bekerja disana.
"Itu biar Handi yang urus.Kamu tinggal lakukan saja apa yang menjadi tugasmu"
"Baik Pak"
"Han,tolong bantu Dya untuk ditempatkan yang tidak terlalu jauh dengan ruangan ini.Aku tidak mau dia lepas kendali dan melakuka hal hal diluar batas dan melupakan statusnya.Mengerti?"
"Baik Pak"
'Apa katanya tadi?melakukan hak dikuar batas?melupakan statusnya?ya Allah nggak ngaca apa,dia yang ngomong dia yang lakuin.Dasar suami aneh'
Gerutu Dya didalam hati saat Kala mengatakan hal yang sebenarnya dia lah yang melakukan hal itu,bukan nya Dya.
"Nggak usah menggerutu.Aku melakukan ini untuk mengingatkan jika kamu itu adalah istri orang"
Ucap Kala seakan tahu apa yang tengah digumamkan oleh Dya didalam hatinya.
"Iya terima kasih Pak atas perhatian nya.Namun alangkah baiknya itu semua juga anda terapkan pasa diri anda.Anda juga harus ingat jika saat ini anda masih suami orang Pak Arkala Mahesa.Permisi,ayo Kak antar aku keruanganku"
__ADS_1
Jawab Dya menekan rasa sabarnya.Lama lama jengkel juga menghadapi sifat posesif nggak jelas dari Kala.
Dibilang cemburu mengelak terus,tapi begitu posesif apapalagi jika Dya terlihat dekat dengan lawan jenis.Selalu saja membuat Kala emosi dan marah marah nggak jelas.
Handi hanya bisa mengatupkan bibirnya demi menahan tawa saat melihat perdebatan pasutri yang ada didepan nya kini.
Untuk pertama kalinya seorang Arkala Mahesa dibuat bungkam oleh seorang gadis bertubuh mungil namun begitu berani melawan pria yang jauh lebih tinggi dan berbadan lebih kekar darinya.
"Sa_saya permisi Pak,jika ada yang anda butuhkan silahkan panggil saya kembali"
Pamit Handi yang langsung menyusul Dya yang sudah lebih dulu meninggalkan ruangan yang akan menjadi tempat Kala mencari nafkah untuknya dan juga untuk keluarganya.
*
*
Sementara disebuah rumah minimalis yang terletak dikota kembang nampak suami istri yang baru saja dipertemukan kembali setelah satu bulan lamanya berpisah karena pekerjaan sang suami.
"Sayang,setelah melahirkan kita pindah ke Jakarta ya?kondisi Papah kian menurun,biarkan beliau menikmati masa tuanya bersama cucunya"
Ucap Arka pada sang istri yang kini tengah menyiapkan sarapan untuk keduanya.
"Iya Mas,lagi pula disini aku juga sudah tidak punya siapa siapa.Akan lebih baik jika aku fokus mengurus Papah dan anak kita nanti"
Jawab Hana yang selalu membuat Arka jatuh cinta berulang kali pada wanita yang sama.Yaitu dirinya,seorang gadis lugu dengan masa lalu yang sedikit kelam bernama Hanafisa Merlin.
*
__ADS_1
*
...🌸🌸🌸...