
"Ayo sayang,kita turun kebawah sekarang.Papah sama Bang Arka pasti sudah nunggu kita buat sarapan."ajak Kala setelah melihat istrinya sudah menyelesaikan memakai hijab nya.
"Iya Mas,ayo."
Kaa mengulurkan tangan nya dan disambut bak oleh Dya.Keduanya berjalan menelusuri lorong menuju ke sebuah lift yang akan membawa mereka menuju lantai bawah.
Dimana para keluarga sudah menunggu mereka untuk sarapan bersama.Saat tiba direstoran yang ada digedung hotel itu sudah nampak keramaian disebuah meja yang sudah dipesan khusus oleh Papah Gara untuk sarapan bersama keluarga lengkapnya.
Kini Papah Gara cukup merasa tenang dan bahagia,meski tidak ada istri tercinta nya yang menemanai masa tuanya,setidaknya Papah Gara kini sudah memiliki dua menantu yang sholehah dan juga cucu yang begitu lucu,anak dari Arka dan juga Hana yang diberi nama Hanafi Zayn Mahesa.
Walaupun siap Kala masih saja dingin dan kadang masih ketus pada dirinya,namun Papah Gara sama sekali tidak mempermasalahan hal itu.Setidaknya,saat ini Kala sudah bersedia makan bersama dirinya dalam satu meja saja sudah membuat Papah Gara merasa senang dan tenang.
__ADS_1
Biarlah masa lalu menjadi masa lalu,toh pada kenyataan nya dirinya tidak pernah mengkhianati sang istri dan anak anaknya.Biarkan kelah tuhan yang membawa sang anak pada kebenaran nya tanpa harus dia yang menjelaskan.
Keluarga bahagia itu pun menikmati saraoan mereka dengan diisi obrolan ringan seputar permasalahan sehari hari.Yang pria sibuk diskusi bisnis sedang kan Hana dan juga Dya sibuk mengurusi di gemoy Zayn dan juga obrolan seputar istri dan ibu.
Semuanya nampak menikmati kebersamaan itu,bahkan Kala pun seolah melupakan kekesalan hatinya pada sang Papah karena begitu asik berdiskusi tentang bisnis bersama ayah dan kakaknya.
Hingga suara seorang wanita mengalihkan perhatian satu keluarga itu.Seorang wanita yang tidak lagi muda namun masih terlihat begitu cantik di usia tua nya.
"Melisa?"ucap Papah Gara yang begitu terkejut saat melihat wanita yang sudah bertahun tahun dia hindari.
Seketika Papah Gara langsung menoleh ke arah Kala yang tengah menatap wanita itu dengan tatapan tidak sukanya.
__ADS_1
Namun seketika ketegangan pun mulai menguap dengan datang nya seorang pria yang diperkirakan seumuran dengan Papah Gara yang tengah menggendong bayi mungil nan cantik mendekati Melisa.
"Siapa sayang?kalian saling kenal?ini,anak mu rewel terus kayanya dia mau minum susunya."ucap pria itu menyerahkan bayi yang ada digendongan nya pada Melisa.
"oh iya,ini loh Mas,ini tuh Mas Gara yang dulu pernah nolongin aku sama Rasya waktu Papahnya Rasya meninggal."jelas Melisa pada suaminya dan kembali menoleh kearah Gara.
"Maaf ya Mas,saya benar benar merasa bersalah atas apa yang sudah terjadi,maaf juga jika kehadiran saya mambuat Mas Gara dan keluarga tidak nyaman,malah sempat terjadi ketegangan hanya karena saya janda.Padahal kemari saya hanya ingin berterima kasih dan mengembalikan pinjaman yang Mas berikan untuk biaya sekolah Rasya.Tapi saya tidak berhasil bertemu dengan Mas,sekali lagi saya minta maaf dan sangat berterima kasih karena Mas sudah berkenan membayarkan tunggakan sekolah Rasya hingga Rasya bisa menyelesaikan sekolahnya.Dan perkenalkan ini suami Meli,ayah sambung Rasya."jelas Melisa yang sedikit membuat Papah Gara merasa lega karena Kala dapat mendengar langsung penjelasan wanita yang sudah di anggapnya pelakor dan penyebab kepergian sang mamah.
"Tidak masalah Mel,lagi pula Papah nya Rasya adalah sahabatku.Selamat atas pernikahan kalian berdua,kami turut bahagia.'ucap Papah Gara yang masih terlihat cemas karena mungkin Kala akan salah paham jilid dua.
Meski Melisa sudah menjelaskan niatnya mencari Papah Gara namun tetap saja rasa takut Papah Gara akan kembali dibenci oleh Kala masih belum hilang.
__ADS_1
Apalagi kini wanita itu muncul kembali meski sudah bersuami,namun tetap saja Papah Gara masih merasa was was dengan sikap putra bungsunya itu.