Doa Disepertiga Malamku

Doa Disepertiga Malamku
Bab.47


__ADS_3

Kala pun berlalu meninggalkan kantornya dengan rasa kesal yang kini dirasakan saat lagi lagi melihat Dya tengah bersama dengan pria yang sama.


Ingin rasanya menyeret sang istri untuk ikut dengan nya namun semua itu belum bisa Kala lakukan.Selain pernikahan mereka yang masih dirahasiakan,Kala juga masih belum yakin dengan perasaan nya kepada Dya saat ini.


Semetara itu Dya sendiri kini tengah menemani sang atasan melakukan meeting tentang persentasi mingguan yang rutin dilakukan untuk mengatahu bagaimana perkembangan penjualan selama satu minggu ini.


Semua berjalan dengan baik hingga waktu makan siang tiba dan rapat pun disudahi karena sudah waktunya isoma.


"Kamu temani saya makan siang ya?"ucap pria yang sedari tadi tidak berhenti melirik wanita cantik yang ada disamping nya.


"Maaf Pak tapi saya mau sholat terlebih dahulu.Bapak bisa makan siang terlebih dahulu,maaf saya duluan Pak takut waktunya habis"


Dya pun pergi meninggalkan pria yang masih menatap penuh kekaguman padanya.Dya pergi bahkan sebelum mendengar jawaban dari pria tadi.


"Mengagumkan,selain cantik akhlak dan ibadahnya juga baik.Sungguh calon makmum idaman"gumam nya sembari melangkah ketempat yang sama dengan Dya.


Sebuah mushola yang disediakan untuk para karyawan untuk melakukan ibadah mereka.Keduanya pun melakukan ibadah ditempat yang sama dan tanpa Dya sadari kebersamaan nya dengan pria itu lagi lagi tertangkap netra yang sama.


Kala berlalu begitu saja meninggalkan mushola saat melihat Dya tengah beribadah bersama dengan pria yang sejak awal masuk kerja sudah membuat hatinya bagaikan rollercoster.


Naik turun tak menentu,bahkan kadang membuatnya kesal sendiri saat melihat bagaimana pria itu menatap wajah cantik sang istri dengan penuh kekaguman.


Dengan penuh rasa kesal Kala kembali keruangan nya dan mendudukkan dirinya dikursi kebesaran nya.


Kala terus menghela nafas panjang demi menetralkan kembali rasa yang bergemuruh didalam dada nya saat ini.

__ADS_1


Setelah merasa lebih tenang.Kala pun akhirnya bangkit dari duduknya lalu masuk kedalam ruang pribadi yang biasa dia gunakan untuk beristirahat.


Kala pun melakukan ibadahnya disana,setelah selesai Kala pun menghubungi sang sekertari untuk memesankan makan siang untuk dua orang dan untuk dimakan didalam ruangan nya.


Setelah itu Kala pun kembali menghubungi seseorang untuk memintanya menemani makan siang didalam ruangan nya.


Tuuuttt


Tuuutttt


"Halo,Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam,keruanganku sekarang"


Sementara Dya menatap heran pada ponsel miliknya yang baru saja mati setelah mendapatkan telpon dari orang teraneh yang pernah Dya temui sepanjang hidupnya.


"Kenapa Dy,kok bengong?ayo katanya mau makan siang"


Seru Sarah yang melihat teman nya tiba tiba terdiam ditempat mentap heran pada layar ponsel miliknya.


"Kamu duluan deh Sar,aku masih ada urusan dan harus belik ruangan dulu"


"Ya sudah sana,aku tungguin deh"


"Eh nggak usah,biar nanti aku pesan makan saja dan makan disana.Masih ada kerjaan yang belum beres.Ya udah,aku pamit ya maaf nggak bisa nemenin makan siang"

__ADS_1


Dya segera berlari kembali masuk kedalam gedung karena takut Sarah akan bertanya macem macem lagi prihal gagalnya Dya menemani makan siangnya.


*


*'


"Hey mau kemana kamu?"tanya Mona yang selalu tidak suka jika Dya ada disekitar Kala.


"Maaf Bu saya mau bertemu dengan Pak Kala"jawab Dya disela nafasnya yang masih ngos ngosan karena berlari dari parkiran menuju keruangan Kala.


"Tapi Pak Kala nya sedang sibuk dan tidak bisa diganggu.Dan lagi,kamu itu kok tidak tahu malu ya?penampilan saja alim,eh mepet mepet terus sama atasan gandeng,cih ganjen banget deh"


"Maaf Bu tapi saya kemari juga atas perintah Pak Kala,beliau menghubungi saya dan meminta saya untuk kemari"


"Alah itu mah pasti akal akalan kamu saja.Mana ada atasan selevel Pak Kala tertarik sama cewek kampungan kaya kamu,mustahil"


Kesal dengan sekertaris suaminya yang terdeteksi jadi fans panatik atau bahkan mungkin menargetkan suaminya sebagai gebetan Dya pun menguhungi suaminya lewat sambungan telpon.


"Jika Mas tidak keluar sekarang,aku yang akan pergi"tegas Dya lalu menutup sambungan telpon nya.


*


*


...🌸🌸🌸...

__ADS_1


__ADS_2