Doa Disepertiga Malamku

Doa Disepertiga Malamku
Bab.38


__ADS_3

"Dy kita makan siang dikantin kantor saja yuk"


Ajak Sarah pada Dya saat jam makan siang tiba.


"Boleh,tapi kita sholat dulu ya.Biar makan nya tenang jika kewajiban nya sudah terpenuhi"


"Ya sudah ayo kita ke mushola yanga da dibaseman saja,biar lebih dekat"


Kedua gadis yang baru saling kenal itu pun berjalan beriringan menuju ke mushola yang diperuntukan untuk karyawan kantor yang terdapat dibaseman kantor.


Sekilas Dya melihat sesosok pria yang begitu familyar dimatanya baru saja keluar dari arah mushola menuju kr arah lift.


Suasana disana masih terlihat sepi karena belum banyak karyawan yang datang untuk sholat disana.Selain diantara mereka juga banyak yang non muslim,yang muslim juga biasanya melakukan ibadah merak di masjid yang tidak jauh dari gedung kantor sembari makan siang diluar.


Dya terus saja memperhatikan pria yang terus berjalan menjauh lalu masuk kedalam lift.Dya yakin jika itu adalah Kala.


Namun masih meragukan nya,pasalnya sepengetahuan Dya,Kala masih enggan untuk melakukan ibadahnya.

__ADS_1


Belum lagi posisi pria itu yang terus memunggungi nya membuat Dya kurang yakin jika itu adalah suaminya,Kala.


"Dy,kok bengong?lihat apa woy?anteng bener?"


Tanya Sarah mrmbangunkan Dya dari lamunan nya tentang sosok pria yang baru saja dia lihat keluar dari arah mushola.


"Eh,sorry.Nggak lihat apa apa kok.Yu ah keburu jam makan siangnya habis,lebih baik kita sholat dulu langsung kita kekantin"


Dya pun menarik Sarah untuk masuk kedalam mushola dan masuk terlebih dahulu ke bilik wudhu untuk perempuan.


Sepanjang membersihka diri dan mengambil air wudhu,Dya terus memikirkan pria tadi.Entah mengapa Dya begitu meyakini jika itu adalah Kala.


Sebenarnya itu mungkin hanya berlaku untuk Sarah dan tidak untuk Dya.Pasalnya Dya memiliki dua kartu yang bisa dia gunakan untuk membeli makanan bahkan apapun yang dia mau


Namun tentu saja tidak Dya lakukan.Selain untuk menghormati teman nya yang belum mendapatkan penghasilannya.


Dya juga tidak mungkin pamer tentang apa yang dia miliki.Akan ada banyak pertanyaan jika sampai Dya menggunakan kartu itu.

__ADS_1


Apalagi satu kartu diantara dua kartu itu adalah black cart yang tidak memiliki batas limitnya.Akan sangat mengejutkan jika karyawan bagian pemasaran yang baru masuk kerja satu hari memiliki kartu para anak sultan.


Dya dan Sarah pun nampak memilih menu yang tersedia untuk makan siang mereka.Dan disaat akan melangkah menuju meja yang akan mereka tempati lagi lagi Dya dibuat kaget.


Kini bukan lagi menduga duga jika sosok pria yang dia lihat itu adalah Kala.Saat ini Dya benar benar melihat Kala tengah menikmati makan siang nya dikantin kantor bersama dengan Handi.


Dya menatap kagum pada pria arogan yang nampaknya tidak bisa hidup susah itu kini tengah menikmati makan dengan menu sederhana namun begitu lahap.


Dya tidak menyangka jika Kala yang awalnya Dya pikir adalah cowok sombong anak orang kaya yang anti makan makanan rakyat biasa kini nampak begitu lahap meski memakan menu sederhana yang disediakan pihak kantor secara cuma cuma.


Nampaknya,banyak hal dari Kala yang tidak Dya ketahui.Entah mengapa,setelah melihat pemandangan itu Dya bertekat akan lebih mendekatkan diri lagi pada Kala.


Meski mungkin nantinya Kala akan menolak kehadiran Dya sebagai pasangan.Namun Dya akan mencoba menjadi teman untuk Kala.


Dya yakin jika Kala tidak seperti apa yang dia lihat dan juga Papah Gara kira.


*

__ADS_1


*


...🌸🌸🌸...


__ADS_2