Doa Disepertiga Malamku

Doa Disepertiga Malamku
Bab.84


__ADS_3

Braakkkk


Set...


Seketika semua orang yang ada dimeja makan dikejutkan dengan gebrakan tangan Kala dimeja lalu meninggalkan meja makan begitu saja setelah kepergian Melisa dari sana.


Kala meninggalkan meja begitu saja,ingin sekali marah namun apa yang baru saja dia dengar adalah sebuah kenyataan dari praduga yang selama ini diyakini nya.


"Mas Kala,"seru Dya yang ikut bangkit dari duduknya ingin segera menyusul namun sebuah tangan menghentikan nya.


"Biar Papah yang bicara dengan nya,kami memang perlu bicara dari hati ke hati."ucap Papah Gara menghentikan langkah Dya yang akan menyusul Kala.


"Baiklah,kalau begitu."


Dya pun hanya diam melihat punggung Papah Gara yang semakin menjauh hingga menghilang masuk kedalam lift.


"Tenanglah,semua pasti baik baik saja.Kala harus tahu kebenaran nya,dan mungkin ini waktu yang tepat untuk Papah menjelaskan semuanya.Dan semoga kali ini,Kala mau mengerti dan menyadari kekeliruan nya."ucap Arka yang sudah sejak lama mengetahui kebenaran tentang kedua orang tuanya.


Hanya saja,Arka tidak mau memaksa Kala untuk percaya padanya.Sudah beberapa kali Arka ingin menjelaskan pada adiknya apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Hanya saja,Kala selalu menghindarinya dan enggan membahas apapun tentang masa lalu.Dan jadilah kini masalahnya kian larut dan tidak pernah terselesaikan hingga bertahun lamanya.


Sementara Kala sendiri saat ini tengah masuk kembali kedalam kamarnya dengan di ikuti oleh Papah Gara.


"Kenapa Papah lakukan itu?kenapa Papah menolong seorang wanita yang membuat kami salah paham?"bentak Kala saat keduanya berada didalam kamarnya.


Iya,Kala tahu dan sadar jika Papah Gara mengikutinya dan membiarkan hal itu.Kala juga sebenarnya ingin tahu ptihal kebenaran masa lalu itu,hanya saja rasa gengsi dan ego yang tinggi membuatnya enggan untuk memulai lebih dulu.


"Papah bukan menolong nya Nak,Papah menolong anak anaknya yang saat itu benar benar membutuhkan uluran tangan seseorang."jelas Papah Gara cukup tenang menghadapi sikap Kala yang mudah meledak seperti saat ini.


"Tapi karena diakan,karena dia kalian kecelakaan dan Mamah pergi,karena dia___"


Kala tidak bisa melanjutkan ucapan nya karena Papah Gara langsung memeluk erat tubuhnya.


"Semua salah Papah Nak,bukan orang lain.Jalanannya begitu licin karena habis terkena air hujan,Papah juga kurang hati hati hingga tidak bisa mengendalikan laju mobil kami hingga membuat semuanya terjadi.Maafkan Papah Nak,maafkan Papah sayang.Papah salah,maafkan Papah."lirih Papah Gara.


Seketika tangis Kala pun pecah didalam pelukkan sang ayah.'Rindu' itulah yang selama ini dirasakan oleh Kala pada sosok ayahnya.


Namun lagi lagi,amarah dalam hatinya selalu mengalahkan rasa rindu itu.Kala masih belum bisa memaafkan apa yang terjadi pada sang ibu.

__ADS_1


Kala selalu saja menyalahkan sang ayah atas ke pergian ibunya yang tidak terselamatkan dari kejadian kecelakaan yang mereka alami.


...***...


Dya masuk kedalam kamarnya dengan langkah perlahan.Setelah Papah Gara mengabarkan jika mereka sudah selesai berbicara Dya pun bergegas kembali kekamar nya dan juga Kala.


Tampak sang suami tengah duduk termenung di atas ranjang dengan menatap lurus ke arah jendela.


"Mas,"lirih Dya mendekati sang suami yang masih setia dengan lamunan nya.


"Sayang,"jawab Kala yang kini menoleh ke arah Dya dengan mata yang berkaca kaca.


Seketika Dya pun langsung berlari mendekati Kala,lalu berhambur masuk kedalam pelukkan nya.


Tidak ada kata yang Dya ucapkan,hanya belaian sayang di kepala dan juga punggung kekar Kala saat pria itu kembali menangis.


"Semua akan baik baik saja sayang.Papah juga sudah memaafkanmu."lirih Dya memberi dukungan pada suaminya yang begitu terpukul karena sikap egois dan keras kepalanya.


"Aku sudah bersalah sayang,aku berdosa dengan terus membenci Papah,"lirih Kala disela isak tangisnya.

__ADS_1


"Aku tahu,tapi semua akan baik baik saja.Karena apa?karena Papah begitu menyayangimu suamiku.Beliau pasti akan selalu memaafkan dan membawamu dalam pelukkan nya.Meski pun,kamu sudah membuatnya kecewa."


__ADS_2