
Ting...
Saat keduanya tengah sarapan bersama sebuah notif pesan masuk keponsel Kala.Kala melihat sejenak namun mangabaikan begitu saja pesan itu.
"Kenapa nggak dibalas Mas?pesan dari siapa?"tanya Dya saat mengamati Kala yang mengabaikan pesan yang masuk pada ponselnya.
"Nggak tahu,nomor baru,mungkin Angel yang masih berusaha menghubungi Mas"jawab Kala sembari terus menyuapkan nasi goreng buatan sang istri.
"Kenapa nggak dibalas saja,siapa tahu penting."
"Nggak usah,apapun masalah nya itu sudah tidak penting dan Mas sudah tidak mau berhubungan dengan nya meski sekedar berbalas pesan."
Jawaban dari Kala membuat Dya terenyuh.Dya tidak menyangka jika ucapan nya yang ingin memperbaiki hubungan pernikahan mereka benar adanya.
Dya juga tidak menyangka jika Kala rela melepaskan wanita yang dia cintai demi mempertahan kan pernikahan mereka berdua.
Keduanya pun kembali fokus dengan sarapan mereka masing masing.Dan tidak lama,ponsel Kala kembali berbunyi menandakan jika ada panggilan.
"Papah?"gumam Kala saat melihat nama Papah Gara tertera dilayar ponselnya.
"Angkat,siapa tahu penting,"seru Dya yang melihat Kala hanya memandangi layar ponsel itu.
"Kamu aja yang angkat,"
__ADS_1
Kala langsung memberikan ponsel miliknya pada Dya,agar Dya mengangkat panggilan telpon dari Papah Gara.
Kala masih enggan berbicara secara langsung dengan Papahnya itu.Amarahnya karena kepergian sang Mamah masih terus menyelimuti hatinya.
Dya pun langsung mengambil ponsel itu dan mengangkat panggilan telpon yang dilakukan Papah mertuanya itu.
"Halo,Assalamu'alaikum Pah,"
"Wa'alaikumsalam Nak,kemana suamimu?kenapa kamu yang angkat?"
"Ada Pah,lagi sarapan?Papah sudah sarapan?"
"Sudah Nak,oh iya,Papah cuma mau mengabarkan jika Hana,Kakak ipar kalian sudah melahirkan dirumah sakit ibu dan anak diBandung.Nanti sore Papah akan keBandung,jika kalian ada waktu datanglah,jenguk keponakan baru kalian,"
"Alhamdulillah,iya Pah.Kami menyusul,kebetulan ini weekend jadi kami bisa kesana,"
"Iya Pah,Papah juga,hati hati dijalan."
"Iya Nak,terima kasih.Papah tutup ya.Assalamu'alaikum,"
"Wa'alaikumsalam."
Dya pun menutup panggilan dari Papah Gara dengan salam.Dan hal itu membuat Kala sedikit kepo dengan pembicaraan antara istri dan Papahnya.
__ADS_1
"Papah bilang apa?terus kita mau nyusul kemana?"tanya Kala cukup kepo dengan pembicaraan istri dan Papahnya.
"Papah ngasih kabar,jika Kak Hana sudah melahirkan.Dan Papah bilang jika saat ini Papah sudah dalam perjalanan keBandung.Kita kesana juga yukkk,lihat keponakan baru kita,"
"Boleh,habis sarapan kita siap siap ya,"
"Iya Mas,"
Keduanya pun kembali fokus menghabiskan sarapan mereka.Lalu bergegas bersiap siap untuk berangkat keBandung setelah membereskan piring kotor sisa saraapan keduanya.
Dya nampak memasukkan beberapa baju kedalam tas berukuran sedang.Keduanya mungkin akan menginap selama satu malam diBandung.
Maka dari itu,Dya membawa beberapa baju ganti miliknya dan juga milik Kala.Kala sendiri nampak sibuk bersiap dengan menggati baju nya dengan baju yang sedikit rapih.
Celana pendek berbahan katun warna serta kaos berkerah warna putih menjadi pelengkap tampilan Kala siang itu.
Dya sendiri menggunakan rok prisket hitam dengan atasan kemeja putih longgar dengan hijab pasmina hitam sebagai pelengakap tampilan nya.
Keduanya nampak keluar secara bersamaan dengan manggunakan baju dengan warna senada.Kompak dan seperti sudah direncanakan,padahal keduanya sama sama spontan mengambil warna yang mereka inginkan saat ini.
"Loh kok?"tunjuk keduanya pada tubuh masing masing.
Keduanya dibuat kaget saat keluar kamar mendapati tampilan mereka yang terlihat seperti memakai pakaian couple.
__ADS_1
Padahal baik Kala atau pun Dya tentu mengganti pakaian mereka dikamar masing masing.Baru kemarin keduanya sepakat untuk berbagi kamar dan berbagi ranjang tentunya.
Dan hal itu membuat Kala masih menyimpan seluruh barang nya dikamar sebelah.Dan hal ini betul betul mereka lakuka secara tidak sengaja namun cukup membuat mereka berbunga bunga.