
Sarah dan juga teman nya saling melirik sebelum akhirnya mengangguk setuju untuk bergabung disatu meja yang sama dengan Kala dan juga Dya.
"Kamu pindah sini sayang,biar Sarah dan teman nya duduk disitu,"ucap Kala yang lagi lagi membuat Sarah melongo tak percaya.
'Apa katanya tadi?sayang?oh ya ampun ada hubungan apa antara mereka berdua?'batin Sarah.
Dengan ragu ragu Sarah pun mendudukan diri dikursi tepat dihadapan Dya dan Kala.Dya sendiri langsung menuruti apa yang dikatakkan oleh Kala.
Dan lagi lagi,Sarah dibuat kaget dengan interaksi yang dilakukan oleh Kala pada Dya.Dimana Kala yang tidak segan segan menggenggam tangan Dya dan Dya sama sekali tidak menolaknya.
Padahal setahu Sarah,Dya begitu menghindari bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram nya.
"Ayo,kalian pesan dulu makanan nya.Kali ini biar saya yang bayar dan kalian bebas mau pesan apa saja juga boleh,bahkan menu yang paling mahal juga boleh,"ucar Kala yang membuat Sarah dan teman nya dibuat senang.
"Bapak yakin?"tanya Sarah sedikit ragu.
__ADS_1
Bisa sajakan nanti dipenghujung pembayaran eh malah suruh bayar masing masing,kan repot.Batin sarah.
"Yakin lah,kamukan temannya Dya dan itu berarti teman saya juga.Lagian emang saya punya tampang penipu apa?sampai nggak yakin gitu?"
"Bukan begitu,maaf bukan bermaksud menyinggung hanya saja,saya tidak tahu jika karyawan dan atasan boleh seakrab ini?"
"Atasan dan karyawan itu kan dikantor.Saat ini kita sedang diluar kantor yang menandakan jika status kita sama,manusia biasa,dan saat ini kamu sedang berhadapan dengan Kala yang suaminya Anindya,bukan Kala yang atasan kamu dikantor,"jelas Kala yang lagi lagi membuat Sarah kaget setengah mati.
Bahkan bukan cuma Sarah yang dibuat kaget,melainkan Dya juga.Dya tidak menyangka jika Kala akan seluwes itu mengungkapkan status hubungan mereka pada Sarah.
Bahkan saking kagetnya Dya sampai menoleh ke arah Kala dengan tatapan yang begitu kaget.Kala sendiri hanya merespon dengan senyuman saat melihat bagaimana kagetnya Anindya dan Sarah saat dirinya mengungkapkan status mereka yang sebenarnya.
"Iya Sarah,saya ini suami dari Anindya dan kami sudah menikah sebelum kami sama sama bekerja,jadi bukan cinta lokasi ya,"jelas Kala yang semakin santai dan cuek memperlihatkan kemesraan nya bersama sang istri.
"Oh ya ampun,pantesa saja selalu dipanggil keruangan kerja saat jam makan siang,kalian ternyata___"
__ADS_1
"Jangan berpikiran negatif Sar,aku cuma menemani Mas Kala makan siang,"potong Dya karena takut jika Sarah bicara yang aneh aneh.
"Memang aku berpikiran negatif apa sih Dy?kamu kali yang mikir kesana?tapi,nggak heran sih kalian kan sudah halal ya,mau ngapain aja dan dimana saja juga bebas,"jawab Sarah sembari terkekeh.
Namun hal itu berbeda dengan Dya yang sudah dibuat malu dengan tingkahnya sendiri.Melihta itu Kala semakin mengeratkan genggaman tangan nya dibawah meja.
"Sabar ya,pulang dari sini kita coba,"bisik Kala tepat ditelinga Dya yang tertutup hijab.
"Coba apa Mas?"
"Coba lakukan yang ada dipikiran negatif kamu,ibadahnya para suami istri,"lanjut Kala lagi masih dengan berbisik.
Dan seketika wajah Dya memanas hingga menimbulkan warna merah merona.Dya langsung menundukan kepalanya karena takut akan menjadi bahan ledekan lagi oleh teman nya.
Kala sendiri semakin gencar menggoda Dya dengan melepaskan genggaman tangan nya pada tangan Dya lalu berpindah ke paha.
__ADS_1
Kala mengusap lembut paha Anindya dan sedikit meremas lutut gadis itu,hingga membuat tubuh Dya mereson berbeda.
Dya mencengkram tangan Kala dengan kuat,agar pria yang berstatus suaminya itu berhenti melakukan hal hal yang membuat seluruh tubuhnya merinding disko.