
3 Bulan Kemudian...
Hoek...
Hoek...
Hoek...
Kala mengerjapkan matanya saat indra pendengarnya mendengar sebuah suara yang berasal dari arah kamar mandi didalam kamarnya.
Kala mengedarkan pandangan nya keseluruh ruangan saat matanya terbuka dengan sempurna dan tidak menemukan sang istri didalam sana.
Namun kembali lagi,indra pendengarnya menangkap suara yang berasal dari dalam kamar mandi.
Kala pun akhirnya memilih untuk turun dari ranjang dan melangkahkan kakinya kearah kamar mandi dimana suara itu berasal.
Tok tok tok...
"Sayang,kamu ada didalam?kamu kenapa?"tanya Kala berseru dari balik pintu kamar mandi.
"Aku mual Mas,"jawab Dya dengan suara yang sudah melemas dan tak bertenaga.
Mendengar suara Dya yang terdengar begitu lemah membuat Kala panik dan langsung membuka pintu kamar mandi yang ternyata tidak dikunci.
"Sayang kamu kenapa?"tanya Kala yang langsung berlari ke arah Dya yang tengah duduk lemas tak berdaya didepan closet duduk.
__ADS_1
"Aku mual Ms,dan aku terus saja muntah."jawab Dya dengan nada yang begitu lemah.
"Bagaimana sekarang?apa masih mual?"tanya Kala sembari merapihkan rambut Dya yang terlihat begitu berantakan.
"Sudah lebih baik,tapi badan aku lemas Mas,nggak bertenaga."jawab Dya jujur.
"Ya sudah ayo Mas gendong,kita kembali kekamar ya?"
Dya hanya mengangguk pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh sang suami padanya.Kala pun segera mengangkat tubuh lemas Dya dan membawanya kembali masuk kedalam kamar.
Kala membaringkan tubuh Dya secara perlahan diatas ranjang.Lalu menarik selimut untuk menyelimuti tubuh Dya.
"Mau Mas buatkan susu panas?"tanya Kala setelah Dya mendapatkan posisi ternyaman nya diranjang.
"Boleh,jika itu tidak merepotkan Mas."jawab Dya dengan nada yang masih lemah.
Kala pun langsung beranjak setelah mendapat anggukan dari istrinya.Sepeninggalan Kala,Dya pun kembali memejam kan matanya demi menetralkan kembali rasa yang kurang nyaman didalam tubuhnya saat ini.
Kala sendiri langsung melesat ke lantai bawah dan menuju dapur untuk membuatkan susu panas untuk istrinya.
Saat akan masuk kedalam dapur tak sengaja Kala berpapasan dengan sang Kakak yang nampak nya baru saja membuatkan minuman juga entah untuk siapa.
"Belum tidur?"tanya Arka pada sang adik yang juga mengikuti jejaknya membuatkan susu hangat untuk sang istri.
"Dya mau minum susu hangat,jadi bangun dulu nanti lanjut tidur."jawab Kala semari mengambil salah satu gelas didalam kabin dapur untuk tempat susu yang akan diberikan pada Dya.
__ADS_1
"Abang sendiri kenapa belum tidur?"tanya Kala balik.
"Baru selesai ibadah,ya sudah Abang duluan ya."jawab Arak singkat.
"Iya,"
Arka pun mulai beranjak meninggalkan dapur meninggalkan Kala yang masih sibuk membuatkan minuman untuk sang istri.
Saat ini Arka maupun Kala sudah sama sama tinggal bersama dengan Papah Gara dirumah utama.
Setelah berdamai dengan sang anak,Papah Gara pun meminta agar Kala juga mengikuti jejak Arka yang sudah lebih dulu pindah kerumah utama keluarga mahesa.
Dan Kala pun meminta pendapat sang istri,karena saat ini Kala juga harus mempertimbangkan pendapat dari istrinya.
Beruntung Kala mendapatkan istri yang tidak egois dan bersedia satu rumah dengan mertuanya.
Selain Dya sudah tidak punya siapa siapa,Papah Gara juga sangat penyayang sehingga Dya bisa kembali merasakan kasih sayang seorang ayah meski sudah cukup lama sang ayah pergi meninggalkan nya.
Dan disinilah mereka saat ini.sudah dua bulan lebih Kala dan juga Dya menempati rumah utama keluaraga Mahesa.Dan Papah Gara begitu bahagia karena bisa berkumpul dengan anak dan menatunya serta cucu nya yang sudah mulai bisa mengoceh di usianya yang mau memasuki usia lima bulan.
Setelah membuat susu pansa itu,Kala kembali kedalam kamar nya dan memberikan susu panas itu pada sang istri.
"Sayang minum dulu susunya,nanti lanjut tidur."ucap Kala membelai sayang pipi sang istri yang nampak terlelap dengan damai dibawah selimut tebalnya.
"Aku pusing Mas,biarkan aku tidur ya.Nggak kuat pusing dan ngantuk juga."jawab Dya lirih.
__ADS_1
-