
"Ya sudah,tidur lagi saja.Nanti siang kita kedokter ya?"jawab Kala mengalah meski susu yang sudah dia buat dengan susah eh nggak diminum juga oleh kekasih hatinya.
Kala membelai sayang pucuk kepala sang istri yang kini sudah mulai tertidur lagi.Kala pun merangkah naik kembali ke atas ranjang untuk mengikuti sang istri tidur kambali.
Namun baru saja matanya menutup,Kala sudah merasakan pergerakan aneh disamping nya.Terdengar begitu jelas jika Dya kembali turun dari ranjang dan berlari ke arah kamar mandi.
Dan lagi lagi,suara muntah muntah terdengar begitu jelas oleh telinga Kala yang jelas jelas belum tidur dan hanya baru sempat menutup matanya.
Kala pun kembali turun dari ranjang dan mengikuti langkah Dya masuk kedalam kamar mandi.Dengan sigap Kala memijat tengkuk Dya dan merapihkan rambut sang istri yang nampak terurai berantakan.
Bahkan ujung nya nampak basah terkena air dari wastapel yang Dya gunakan untuk membuang muntahan isi perutnya.
"Kamu kenapa sih?kenapa dari tadi muntah terus?"tanya Kala yang saat ini kembali panik saat melihat raut wajah sang istri yang nampak begitu pucat.
"Aku tidak tahu Mas,aku terus merasa mual dari kemarin."
__ADS_1
"Dari kemarin?kenapa tidak bilang?"
"Aku tidak mau membuat Mas khawatir,"jawab Dya dengan nada yang cukup lemah.
"Ya sudah,ayo kembali kekamar.Aku akan panggilkan dokter agar memeriksa keadaan mu."
Kala mengangkat tubuh lemas Dya dan kembali membawa Dya masuk kedalam kamar nya.Kala membaringkan tubuh istrinya ke atas ranjang lalu menyelimuti nya dengan selimut.
Setelah nya Kala meraih ponsel miliknya yang terletak di atas nakas untuk menghubungi dokter keluarga yang biasa menangani keluarga besarnya.
"Maaf Dokter mengganggu,bisa minta tolong datang kerumah,istri saya sakit dari semalam muntah muntah dan juga pusing."pinta Kala saat sambungan telpon nya tersambung dan di angkat oleh sang dokter.
Setelah beberapa saat menunggu Dokter pun datang dengan membawa tas peralatan medis yang dia bawa untuk memeriksa keadaan Dya saat ini.
Kala memperhatikan dokter itu dengan seksama dengan sedikit cemas dan juga takut.Rasa begitu menegangkan saat melihat sang istri diperiksa oleh dokter yang berjenis kelamin laki laki itu.
__ADS_1
Tidak bisa Kala pungkiri jika rasa kurang nyaman saat istrinya disentuh pria lain terus saja dirasakan nya.Namun Kala berusaha menekan semua rasa cemburu nya demi melihat sang istri sehat kembali.
"Bagaimana dokter?apa yang terjadi pada istri saya?"tanya Kala setelah dokter selesai memeriksa keadaan Dya saat ini.
"Diagnosa sementara,ada kemungkinan jika Nyonya Dya sedang hamil Tuan.Dan biar lebih jelas lagi mungkin lebih baik dibawa ke dokter obgyn,untuk sementara saya hanya akan memberi vitamin dan anti mual yang aman untuk ibu hamil,takutnya jika diagnosa saya benar.Akan sangat berbahaya jika mengkonsumsi obat lain dalam ke adaan hamil."jelas dokter yang membuat Kala terpaku saat mendengar jika sang istri tengaj hamil buah hati mereka,buah cinta mereka berdua.
"Ba_baik dokter,terima kasih."jawab Kala tersenyum bahagia saat mendengar kabar bahagia tentang sang istri.
Tak kalah bahagianya dengan Kala,mata Dya sampai berkaca kaca mendengar kabar jika dirinya tengah berbadan dua.
Dan kini didalam rahimnya tumbuh darah daging dari suami tercintanya.Dya dan Kala saling menatap penuh dengan rasa haru sebelum akhirnya keduanya saling berhambur memeluk satu sama lain.
Kala akhirnya bisa memeluk sang istri setelah dokter pamit undur diri dan meninggalkan kamar di antar oleh art dirumah itu.
"Kita akan menjadi orang tua sayang,kita akan memiliki bayi."lirih Kala sembari terus menciumi wajah cantik Dya yang berada didalam pelukkan nya.
__ADS_1
"Iya Mas,aku akan menjadi ibu.Masya Allah,kita nggak mimpikan Mas?"tanya Dya masih belum percaya jika saat ini asa nyawa lain didalam tubuhnya.
"Nanti siang kita ke dokter kandungan ya,untuk memastikan semua nya.Subhanallah,sungguh berkah yang sungguh indah jika dia memang sudah hadir disini."jawab Kala mengusap lalu mencium perut Dya yang masih rata.