
Cukup lama Handi berada diruangan Kala untuk menghindari serangan yang mungkin akan dilakukan oleh Angel tidak terima dengan keputusan dari Kala yang memutuskan nya dengan sepihak.
"Mau sampai kapan kamu disini?apa kamu tidak punya pekerjaan?"tanya Kala dengan nada kesal karena Handi tak kunjung keluar ruangan nya padahal Angel sudah pergi beberapa saat yang lalu.
"Iya,iya.Ini aku keluar"jawab Handi yang langsung bangun dari duduknya lalu keluar dari ruangan atasan nya itu.
Namun Handi dibuat kaget dengan kehadiran seseorang yang tengah berdiri tepat didepan pintu ruangan Kala.
"Astaghfirullahaladzim,ya ampun Dy,bikin kaget saja tahu nggak?."seru Handi yang mengalihkan perhatian Kala yang awalnya hanya pokus dengan pekerjaan nya kini menoleh ke arah pintu.
Senyum sumringah Kala langsung muncul diwajah tampannya saat melihat sang istri yang datang.Kala pun langsung bangun dan berjalan mendekati pintu untuk menemui sang istri.
"Assalamu'alaikum Mas,masih sibuk?"
"Wa'alaikumsalam sayang,nggak sudah selesai kok.Ayo kita mau makan siang dimana?"jawab Kala yang seketika membuat Handi membulatkan matanya.
Pasalnya ini pertama kalinya Kala bersikap manis dan juga mesra pada sang istri.
"Pesan makan saja dan kita makan disini.Aku masih banyak pekerjaan jadi tidak bisa keluar"
"Sudah ku bilangkan agar berhenti saja dan fokus mengurusiku dirumah"
Kala langsung menarik Dya agar masuk kedalam ruangan nya dan langsung memeluk tubuh mungil Dya yang Kala tahu pasti jika saat ini tengah merasa kelelahan.
Dan obat saat merasa lelah adalah sebuah pelukkan hangat dari orang yang mereka sayangi dan cintai.
__ADS_1
"Ehheeemmm,maaf saya permisi"ucap Handi yang merasa jadi obat nyamuk disana.
Kala sendiri hanya bisa mengangguk tanpa melepas pelukkan nya ditubuh Dya.
"Lepas Mas,malu"keluh Dya saat Kala dengan cueknya memeluk Dya didepan Handi.
"Kenapa malu?kitakan pasangan halal?"
"Tapi ini masih dilingkungan kantor"
"Baiklah,mari bersikap normal dikantor tapi tidak dirumah,bagaimana?"
"Boleh,kenapa tidak?ayo cepat pesan makanan nya.Aku lapar"
Kala pun langsung mengambil ponsel miliknya dan mulai mencari menu makanan yang akan menjadi menu makan siang mereka hari ini.
*
*
"Aku pamit balik keruanganku ya?jam kerja sudab mulai"pamit Dya setelah menyelesaikan makan siang nya bersama dengan Kala.
"Baiklah,pulang nya kemari dulu ya?kita pulang bareng"
"Baiklah,aku pamit ya,Assalamu'alaikum"
__ADS_1
"Iya sayang,semangat kerjanya.Wa'alaikumsalam"
Dya menyalami tangan Kala dengan takzim lalu dibalas dengan kecupan sayang dikening Dya.Pasangan halal itu pun kini tengah merasakan manisnya madu asmara setelah halal.
Sungguh indah dan menyenangkan.Yang jauh lebih indah adalah,apapun yang mereka lakukan tidak akan pernah menimbulkan dosa.
Melainkan pahala yang besar bagi masing masing karena sudah melaksanakan ibadah mereka dengan baik dan dengan seharusnya.
Kala dan Dya pun kembali kekesibukkan masing masing.Menjelang sore,disaat jam kerja telah selesai Dya pun segera beranjak menuju ke parkiran khusus yang selalu Kala gunakan.
"Assalamu'alaikum Mas,maaf nunggu lama ya?"tanya Dya saat masuk kedalam mobil sang suami yang ternyata Kala sudah menunggu disana.
"Wa'alaikumsalam,nggak kok sayang.Ini baru sampai disini juga.Sebelum pulang kita jalan duku yukk?"
"Kemana?tumben ngajak jalan?"
"Kita pacaran dulu,kamananya,bebas terserah kamu.Mas ngikut aja"
"Gimana kalau nonton?"
"Boleh,ya sudah ayo kita nonton"
Kala pun mulai melajukan mobilnya menuju keluar dari gedung itu.Dan tanpa Kala maupun Dya sadari.Kebersamaan mereka tengah tertangkap netra seseorang yang saat ini tengah menatap tak percaya pada mobil Kala yang perlahan menjauh lalu menghilang.
"Anindya?kenapa Anindya masuk kemobil Pak Kala?"gumam nya.
__ADS_1