Doa Disepertiga Malamku

Doa Disepertiga Malamku
Bab.70


__ADS_3

Bahkan netra nya menangkap bagaimana Kala dengan begitu mesranya memeluk tubuh gadis itu dari arah belakang dan menyandarkan kepalanya di atas bahu Dya.


"Kalian?"tanya Arka tak melanjutkan ucapan nya saat melihat Kala sudah mengangguk terlebih dahulu sebelum Arka menyelesaikan pertanyaan yang sudah Kala tahu apa isi dari pertanyaan itu.


"Doakan kami agar segera menyusul kalian menjadi orang tua ya Bang,"ucap Kala yang tidak melepaskan pelukkan nya ditubuh Dya.


"Mas,jangan begini,malu."lirih Dya saat Kala tak juga melepaskan pelukkan nya.


"Dasar bucin akut."cibir Arka yang melihat bagaimana bucin nya sang adik pada istri yang awalnya begitu dia benci.


"Biarin,we."


"Lepas dulu Mas,aku mau lihat adek bayi."


"Iya,ok."


Kala pun mengalah dengan segera melepaskan rangkulan tangan nya ditubuh Dya.Kedua pasutri itu pun berjalan beriringan menuju ke box bayi dimana bayi laki laki milik Arka dan juga Hana tertidur disana.

__ADS_1


"Bayinya lucu ya Mas,"ucap Dya saat melihat bayi mungil yang tertidur lelap di box bayinya.


"Iya lucu banget.KIta juga jangan menundanya ya,biar kita juga segera mendapatkan bayi lucu kaya gini,"jawab Kala begitu antusias begitu melihat begitu lucu nya bayi Arka itu.


"Selamat ya Kak,kenalin aku Anindya,aku istrinya Mas Kala,"ucap Dya memperkenalkan diri setelah mengucapkan selamat pada Hana yang sedari tadi hanya menjadi penyimak obrolan antara ketiga nya.


"Iya,terima kasih karena sudah menyempatkan datang kemari.Padahal jaraknya lumayan jauh loh,salam kenal juga ya,aku Hana."


"Nggak apa apa,karena kebetulan kita juga butuh waktu untuk jalan jalan berdua.Dan susah bengat cari waktu yang tepat,dan sekarang kami bisa memanfaatkan waktu ini,selain menjenguk ponakan baru kita juga bisa sembari bulan madu dadakan,iya nggak sayang?"jawab Kala dan di angguki oleh Dya.


Kaempatnya pun nampak berbincang hangat hinggawaktu sudah menunjukan pukul 8 malam dan Kala pun pamit undur diri untuk membawa sang istri kembali kehotel.


"Besok kami akan pulang kerumah,ikut dan pindahlah ke rumah kami,"saran Arka saat Kala berpamitan untuk kembali kehotel.


"No,no,no.Kami akan menghabiskan waktu berdua dihotel,jika dirumah Abang,aku takut membuat Abang tersiksa.Ingat Abang masih harus puasa lama,jadi aku tidak mau mengganggu iman kakak yang tengah di uji kesabaran nya."


"Dasar adek laknak,sana pulang,menyebalkan."gerutu Arka mengusir adikknya supaya segera pergi dari sana.

__ADS_1


Sementara para istri hanya bisa tersenyum tipis saat melihat perdebatan diantara suami suaminya.


Dya malah terlihat kaget saat melihat jika Kala bisa juga bersikap konyol jika bersama dengan sang Kakak.


Dya tidak menyangka jika Kala yang dulu bersikap begitu menyebalkan bisa jika bersikap manis seperti saat ini.


Kedua pasutri itu pun segera meninggalkan runagan dimana Hana dan bayinya berada.Keduanya sama sama memilih untuk kembali kekamar hotel untuk beristirahat.


Rasa lelah setelah menghabiskan waktu berjam jam diperjalanan membuat kedua nya kurang bersemangat untuk mengisi waktu kosong mereka dengan jalan jalan.


Mungik besok mereka akan melakukan itu setelah kondisi tubuh mereka sudah kembali bugar dan segar setelah beristirahat.


Setibanya dikamar hotel Kala mempersilahkan istrinya terlebih dahulu untuk menggunakan kamar mandi.


Lalu setelah nya barulah Kala yang menggunakan kamar mandi itu untuk membersihkan diri dari keringat,agar tidur mereka terasa nyaman jika kondisi tubuh sudah dalam keadaan bersih.


"Sayang,aku kangen,"bisik Kala memeluk tubuh Dya dari arah belakang saat gadis itu tengah asik menikmati pemandangan malam kota Bandung dari kamar hotelnya.

__ADS_1


Dya hanya mampu mengangguk pasrah saat Kala mulai menelusuri tubuhnya dengan sentuhan manja dan jga kecupan yang membuat Dya kembali melayang.


__ADS_2