
"Kamu sudah tiba?sana,itu kamar untuk kamu.Dan ingat jangan pernah ikut campur urusan pribadiku dan aku pun tidak akan pernah beduli dengan urusan pribadimu"ucap Kala sebelum kembali masuk kedalam kamarnya bersama wanita yang entah siapa itu.
Mengabaikan dirinya seorang diri yang masih nampak kebingungan berada disebuah apartemen mewah yang akan menjadi rumahnya kini.
Dya pun menyeret koper miliknya dan memasuki kamar yang sudan ditunjuk oleh Kala tadi.Sebuah kamar terletak agak di ujung dan lumayan berjarak dengan kamar utama yang ditempati oleh Kala.
Ceklek...
Nampak sebuah kamar dengan luas dua kali lipat dari kamar miliknya dirumah alm.Pak Adam.Sebuah kamar dengan nuansa putih yang cukup rapih dan bersih.
Lumayan nyaman untuk ditempati,sebuah kamar yang akan menjadi saksi keseharian nya hidup dikota besar.Dya mendudukkan dirinya ditepi ranjang,helaan nafas yang panjang dam berat terdengar dari mulut kecilnya.
Entah apa yang harus dia lakukan sekarang,entahlah Dya masih bingung dan juga belum menemukan titik terangnya.
Terpaksa menikah,terpaksa pindah rumah dan kini harus terpaksa membiasakan diri dengan kehidupan sang suami yang bebas dengan segala larangan yang diterabasnya.
Bahkan harus mulai terbiasa dengan wanita asing yang bebas keluar masuk ke dalam kamar yang seharusnya hanya dirinya dan sang suamilah yang berhak memasuki ruang pribadi itu.
Namun mau tidak mau,suka tidak suka,Dya harus menerima jalan kehidupan nya yang mulai rumit setelah mengenal seorang Arkala Mahesa.
Pria asing yang kini sudah menjadi suami untuk dirinya dan juga imam dalam keluarganya.Seorang pria dengan sejuta misteri yang belum Dya ketahui.
Seorang pria yang begitu memperlihatkan kebencian padanya meski Dya tidak tahu kesalahan apa yang sudah dia lakukan hingga membuat Kala begitu benci dengan dirinya.
Dya pun mulai bangkit dari duduknya dan mulai membuka koper miliknya,mengeluarkan barang barang pribadi nya untuk ditata secara apik dan rapih didalam kamar barunya kini.
Menjelang sore Dya memberanikan diri untuk keluar dari kamar.Seluruh ruangan nampak sepi,mungkin si pemilik rumah telah pergi karena pintu kamar terlihat terbuka dan Dya tidak melihat siapa siapa didalam nya.
Merasa kurang sopan dengan apa yang dilakukan nya,Dya pun segera beranjak menuju ke arah dapur untuk mencari sesuatu yang bisa dimasak untuk makan malam.
__ADS_1
Namun saat membuka lemari pendingin,Dya tidak menemukan apapun disana.Hanya ada beberapa minuman kemasan dan beberapa botol air mineral saja.
Dya pun segera menghubungi sekertaris Han untuk meminta bantuannya.Dya pun langsung mengambil benda pipih yang tersimpan disaku gamis yang dia kenakan saat ini.
Tut...tut...tut...
Klik...
^^^["Halo,Nona apa ada yang bisa saya bantu?"]^^^
"Assalamu'alaikum,asisten Han"
^^^["Eh iya maaf lupa,Assamu'alaikum nona.Ada yang bisa saya bantu?"]^^^
"Waalikum'salam warahmatullahi wabbarakatuh.Emm,boleh minta tolong?"]
^^^["Boleh,bantuan apa yang bisa saya berikan?"]^^^
^^^["Lumayan,tapi masih bisa kok.Ada apa?katakan saja?"]^^^
"Bisa anterin aku nggak?"
^^^["Bisa,kemana?"]^^^
"Ke supermarket,aku butuh bahan makanan yang mau aku masak"
^^^["Siap,tunggu sebentar ya.Sekitar 20 menit lagi aku sampai disana"]^^^
"Terima kasih sebelumnya"
__ADS_1
^^^["Sama sama,itu sudah tugasku Nona"]^^^
"Baiklah,aku tunggu ya"
["Baik Nona,siap.Otewe sekarang juga"]
Dya pun segera memasukan kembali ponsel miliknya kedalam saku gamisnya.Lalu kembali kekamar untuk mengambil dompet miliknya karena dia akan memberi beberapa macam bahan makanan yang bisa dia simpan didalam lemari pendingin sebagai stok makanannya.
*
*
Ting tong...
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya asisten Han tiba didepan unit apartemen milik Kala dan bersiap mengantarkan sang majikan barunya untuk pergi kemana pun yang diinginkan oleh sang majikan.
"Asalamu'alaikum,bagaimana sudah siap Nona?jika sudah mari sebelum malam tiba"ujarnya Handi setelah Dya membukakan pintu untuknya.
"Iya sudah,ayo mari"
Dya pun segera mengikuti langkah Handi setelah memastikan jika pintu apartemen itu tertutup kembali dengan rapat dan terkunci.
Dya pun segera masuk kedalam mobil Handi setelah keduanya sampai di baseman gadung apartemen milik Kala.
Dan tanpa keduanya sadari ada satu pasang mata tengah menatap tajam ke arah keduanya dari dalam mobil sport yang tengah dia kendarai baru selesai dia parkir ditempat biasa dia menyimpan mobilnya itu.
*
*
__ADS_1
🌸🌸🌸