Doa Disepertiga Malamku

Doa Disepertiga Malamku
Bab.41


__ADS_3

"Maksud Mas Kala apa?pria?pria yang mana?"


Tanya Dya setelah Kala sedikit memberi jarak antara tubuhnya dan tubuh Dya.Dya pun memberanikan diri untuk menatap wajah tampan sang suami.


"Aku melihat semuanya,saat kamu makan siang bersama dengannya"


"Makan siang?ah,Astaghfirullahaladzim.Mas salah paham,aku bahkan tidak mengenalnya bagaimana mungkin kita dekat sedangkan kita tidak saling mengenal.Tadi dia sama teman nya tidak kebagian meja,ya karena meja aku masih muat untuk dia dan teman nya ya terpaksa deh aku memberi tempat agar dia bisa makan dengan tenang"


Jelas Dya panjang lebar,menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi siang tadi.Dimana dirinya terpaksa makan siang bersama dengan pria asing karena keterbatasan tempat duduk dikantin itu.


"Kenapa tersenyum?"


Tanya Kala dengan nada ketus saat melihat Dya tersenyum manis setelah selesai menjelaskan kronologi kejadian makan siang bersama dengan pria asing tadi.


"Nggak,lucu aja"


"Lucu?apanya yang lucu?"


"Mas Kala,Masa Kala lucu kalau lagi cemburu.Marah marah nggak jelas dan main sosor aja lagi,untung sudah halal.Coba kalau belum?kan dosa"


Ujar Dya lagi sembari terus mengembangkan senyuman manisnya melihat tingkah aneh suaminya.


"Eh,jangan kegeeran ya?lagian siapa juga yang cemburu?jangan halu neng,lagi pula aku cuma memperingatkan agar kamu tidak membuat Papah malu dengan kelakuan kamu yang bermain sama cowok lain dikantor suaminya sendiri"


Elak Kala yang malah semakin membuat Dya terkekeh.

__ADS_1


"Iya baiklah,aku mengerti suamiku,Mas tenang saja.Aku akan selalu menjaga batasanku dan kalau tidak ada kepentingan lagi,aku pamit ya.Masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan"


Pamit Dya setelah mendengarkan ocehan suaminya yang bernadakan sebuah kecemburuan itu.


"Hhmmm"


Jawab Kala hanya dengan deheman.Geram sekaligus kesal pada dirinya sendiri.


'Kenapa harus begitu marah saat melihat Dya bersama pria lain?bukan kah Kala membencinya dan berharap Dya pergi dari hidupnya?lalu,mengapa dia harus merasa kesal saat melihat Dya bersama pria lain??'batin Kala.


Dengan wajah yang sumringah Dya keluar dari ruang kerja Kala.Meski habis ditegur namun Dya merasa senang saat Kala malah terlihat cemburu saat Dya bersama pria lain walaupun mereka tidak dekat satu sama lain.


Berbeda dengan Dya yang nampak riang gembira saat kembali ke ruangan kerjanya.Kala malah nampak menggerutu dan mamaki dirinya sendiri karena selalu hilang kendali saat melihat Dya bersama seorang pria asing.


Gumam Kala saat kembali duduk dikursi kebesaran nya.Dan keduanya pun kembali disibukkan dengan setumpuk pekerjaan yang membuat mereka sedikit lupa dengan waktu.


Hingga tanpa terasa waktu pulang kerja pun tiba.Setelah merampungkan pekerjaan yang terakhirnya Kala pun segera menutup laptop miliknya lalu bangkit dan keluar dari ruang kerjanya untuk kembali pulang.


*


*


"Hay,kamu mau pulang juga ya?mau aku antar?"


Tiba tiba sebuah suara mengejutkan Dya saat tengah menunggu taksi online yang sudah 15 menit yang lalu dia pesan lewat ponselnya namun tak kunjung datang.

__ADS_1


"Iya Pak,terima kasih atas tawaran nya tapi saya sudah pesan taksi online.Jadi maaf"


"Ok,baiklah.Dirga,panggil aku Dirga saja jika kita diluar kantor atau hanya berdua seperti ini"


Ujarnya mengulurkan tangan untuk mengajak Dya berkenalan.Namun dengan terpaksa Dirga manarik tangan nya lagi setelah Dya membalas dengan mengatupkan kedua tangan nya didada.


"Maaf,saya Anindya.Bapak bisa panggil saya Dya"


"Nama yang bagus.Maaf atas kelancangan saya tadi.Saya tidak tahu jika kamu membatasi diri dan menjaga jarak dengan lawan jenis"


"Maafkan saya,bukan bermaksud membuat Bapak tidak nyaman hanya saja___"


"Tidak perlu merasa tidak enak,saya mengerti kok.Karena jujur seluruh keluarga saya juga melakukan hal yang sama.Hanya saja,saya aja yang ngeyel.Kamu yakin tidak mau bareng?saya nggak akan macem macem kok"


"Tidak Pak, terima kasih"


"Dya,ayo pulang"


Deg....


*


*


...🌸🌸🌸...

__ADS_1


__ADS_2