
"Mas mimpi bertemu dengan Mamah?"tanya Dya sembari mengusap lembut punggung Kala yang nampaknya masih gelisah.
Kala tidak menjawab namun membenarkan pertanyaan Dya dengan sebuah anggukkan kepala.
"Sholat yuk,ini sudah waktunya sholat subuh.Siapa tahu setelah sholat Mas mendapat ketenangan dan Mas juga bisa mendoakan Mamah agar Mamah ditempatkan ditempat terbaiknya Allah,gimana?kita jamaah ya?"bujuk Dya sembari mengurai pelukan suaminya.
Lagi lagi,Kala hanya terdiam namun netranya menatap lekat pada wajah cantik Dya yang kini tengah menggunakan mukenanya.
Setelah menatap beberapa saat Kala pun akhirnya memalingkan wajahnya dan melemparkan pandangan nya ke sembarang arah guna menutupi rasa gugupnya.
Entah mengapa,saat ini jangungnya berdetak begitu cepat saat Kala menatap wajah cantik sang istri.
"Kembalilah kekamarmu Dy,aku mau lanjut istrirahat"ucap Kala dingin dan datar lalu kembalu merebahkan tubuhnya.
"Taapi Mas___"
"Please Dy,aku mohon jangan paksa aku,ok?"
Melihat Kala kembali tertidur membuat Dya akhirnya mengalah dan pergi kembali kedalam kamarnya untuk beribadah disana.
Setelah mendengar pintu yang tertutup,Kala langsung menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya.
Dengan langkah cepat Kala memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap melakukan kewajiban dua rakaatnya.
Tidak ingin sang istri tahu apa yang dia lakukan,Kala pun langsung membuka baju koko yang dia pakai lalu menyembunyikan nya di lemari yang biasa dia gunakan untuk menyimpan berkas berkas penting yang dia miliki dan dia simpan disana.
__ADS_1
Setelah selesai merapihkan semuanya,Kala pun kembali berbaring meski tak sepenuh nya tertidur.
Namun demi membuat sang istri tidak curiga Kala pun harus berpura pura tidur kembali.
*
*
"Siang ini aku ada jadwal meeting diluar kantor dan mungkin akan menghabiskan waktu hingga malam,pulang lah duluan jangan menungguku dan jangan juga pulang dengan pria lain,mengerti?"
Ucap Kala saat keduanya kini tengah dalam perjalanan menuju ke arah kantor.Awalnya Dya menolak untuk berangkat bersama dengan Kala.
Namun karena Kala memiliki tempat parkir sendiri dan tidak bercampur dengan karyaana lain membuat Kala bisa meyakinkan Dya jika kebersamaan mereka akan aman jauh dari jangkauan mata para karyawan lain.
Kedua pasutri itu pun memilih menggunakan lift yang berbeda untuk naik kelantai dimana ruangan kerja keduanya berada.
Dan setelah beberapa saat baik Kala mauapun Dya kini sudah tiba diruangan kerja mereka masing masing.
"Assalamu'alaikum,tumben sudah duduk manis dan siap kerja Bu?"sapa Dya pada wanita berhijab yang sudah menjadi teman baiknya itu.
"Tadi malam Pak Agus tiba tiba menghubungi untuk menyiapkan berkas yang sore diberikan dan itu harus selesai jam 9 nanti.Mana masih setengahnya lagi,aneh deh kalau nyuruh itu suka bengat diwaktu waktu yang mepet kaya gini.Bikin orang kelabakan aja deh"
Gerutu rasah yang kesal karena atasan nya memberikan nya tugas yang dadakan.Dya sendiri hanya bisa tersenyum tipis untuk menanggapi keluh kesah sang teman.
"Jawab dulu dong salam nya ukhti,baru ngomel"jawab Dya santai sembari mendudukkan diri dimeja kerjanya.
__ADS_1
"Astaghfirullahaladzim,maaf Dy.Wa'aaikumsalam warrahmanutahi wabarahatuh"
Keduanya pun terkekeh bersamaan,lalu kembali fokus dengan pekerjaan mereka masing masing.
*
*
"Anindya,bisa minta bantuan nya?"tanyaorang pria yang berseru dari meja kerjanya yang tidak jauh dari meja kerja Dya.
"Iya bisa Pak,maaf apa yang bisa saya bantu ya Pak?"tanya Dya saat sudah ada disamping meja kerja seorang supervisor dirungan didevisi yang Dya tempati saat ini.
"Tolong bawakan separuh berkas ini keruangan rapat ya,saya sedikit kerepotan dengan laptop dan berkas lain nya"
"Baik Pak"
Dya pun mengambil satu tumpuk berkas yang sudah siap dimeja kerja pria tadi.Lalu menikuti langkahnya menuju kesebuah ruangan yang memang diruntukan untuk pertemuan penting atau rapat dan hal lain nya.
Dan kebersamaan keduanya kembali tertangkap oleh netra Kala yang bau saja keluar dari ruangan nya untuk melakukan pertemuan diluar kantornya.
*
*
...🌸🌸🌸...
__ADS_1