Doa Disepertiga Malamku

Doa Disepertiga Malamku
Bab.49


__ADS_3

"Eh tahu nggak kalau karyawan baru yang bernama Anindya itu sering banget loh keluar masuk dengan bebas keruangan Pak Direktur?"


"Wah,masa sih?kok bisa?"


"Bisalah kalau dia seorang ani ani"


"Ani ani?apa tuh?"


"Dih masa nggak tahu ani ani?itu loh cewek simpanan gitu"


"Masa sih?nggak mungkin deh.Secara alim gitu"


"Alim itu penampilan nya neng,tapi bukan kelakuan nya"


"Iya juga sih,penampilan tidak menjamin kelakuan orang nya"


"Tapi nggak nyangka banget ya,kok bisa?sayang banget.Padahal cantik loh"


Sudah hampir tiga minggu gunjang ganjing tentang Dya yang sering terlihat memasuki ruangan sang atasan menjadi perbincangan dikalangan rekan rekan kerjanya.


Sudah berulang kali juga Dya protes pada sang suami agar tidak selalu memanggilnya keruangan nya diluar jam kerja.


Namun Kala bukan tipe orang yang nurut begitu saja,entah apa yang dipikirkan pria berusia 28 tahun itu.


Yang pasti setiap Dya protes Kala selalu menanggapinya dengan santai malah seakan abai dengan keresahan hati sang istri.


Tuutttt


Tuuuttt


"Halo,Assalmu'alaikum"

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam.Kenapa belum kemari?tidak tau apa kalau suamimu ini sudah kelaparan?"


"Tapi Mas___"


"Tidak ada tapi tapian,kemari atau aku yang kesana"


Dya kembali berenggut saat mendapati panggilan dari sang suami yang lagi lagi memintanya makan siang bersama didalam ruangan nya.


"Kenapa lagi?dipanggil lagi kesana?"tanya Sarah saat melihat wajah teman kerja nya sudah berubah muram.


"Maaf ya,masih belum bisa temani kamu makan siang"ujar Dya yang lagi lagi gagal menemani sang teman makan siang.


"Ya sudah,mau bagaimana lagi.Dari pada dipecatkan,kita yang repot.Apalagi jaman sekaramg nyari kerja itu susahnya kebangetan,sayang kalau sampai lepas dari sini"sarah pun hanya bisa membantu menyemangati.


Meski bingung dengan situasi yang tengah teman nya hadapi namun Sarah pun tidak bisa berbuat apa apa jika harus dihadapkan dengan sang atasan.


Apalagi saat ini yang tengah Dya hadapi bukan sembarang atasan.Melainkan orang nomor satu diperusahaan yang bisa saja memecat mereka setiap saat jika tidak berhati hati dengan nya.


Namun ada yang berbeda saat Dya kesana,tidak ada sosok sekertaris yang selalu menatap sinis kearah Dya jika Dya masuk kedalam ruangan bos nya.


Tanpa mengetuk pintu Dya pun masuk kedalam lalu mengucapkan salam.


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh,akhirnya datang juga"jawab Kala sumringah menyambut kedatangan sang istri yang kini datang dengan wajah yang berenggut.


"Kenapa berenggut gitu sih?dosa loh nolak permintaan suami"tanya Kala pura pura tidak yahu apa yang dirasakan oleh Dya saat ini.


"Tahu ah,kesel"


Dy berjalan mendahului Kala menuju ke arah sofa dimana menu makan siang hari ini sudah tertata dengan rapih diatas meja.

__ADS_1


Namun langkah Dya seketika terhenti saat dengan cepat Kala memeluk erat tubuh mungilnya dari arah belakang.


"Kenapa,hhmm?marah?"


"Nggak,cuma kesel aja"


"Sama saja atuh,memang kesel kesiapa sih Bu?nggak enak banget dilihat itu muka kalau berenggut begitu"


"Mas"lirih Dya yang sudah tidak kuat menahan kegelisahan hatinya.


"Mmm,kenapa?"


"Bisa nggak kalau kita makan bareng nya saat dirumah saja.Aku nggak nyaman jika kita terus begini"


"Memangnya kenapa?nggak,aku nggak mau dan aku nggak bisa makan sendiri"


"Tapi Mas,Mas kan bisa makan siang bersama dengan mbak Angel jika tidak bisa makan sendiri"


"Kalau aku tetap maunya sama kamu bagaimana?"


"Tapi Mas,kita sudah jadi bahan gosip miring disini dan itu membuatku tidak nyaman"


"Lagian Mas kan punya kekasih yang siap menemani kapan saja asal Mas menghubunginya"


Kala yang mendengar Dya terus membahas Angel merasa kesal dan akhirnya membalik tubuh sang istri hingga kini mereka saling berhadapan.


Kala menatap dalam netra sang istri yang kini juga tengah menatap ke arahnya namun detik kemudian Dya memalingkan wajahnya demi menetralkan jantungnya yang selalu saja berdetak tak karuan jika berhadapan dengan tatapan dalam Kala.


"Kamu yakin,ingin aku pergi besama dengan nya?"tanya Kala.


"Tentu sa___mmmfffttt"

__ADS_1


Belum selesai Dya menjawab,mulut mungil itu sudah dibungkam duluan oleh mulut Kala yang sudah terlalu gemas dengan sang istri yang terus saja membahas wanita yang sudah tiga minggu ini dia hindari.Namun tanpa sepengetahuan Dya tentunya.


__ADS_2