
Akhirnya setelah perdebatan kecil antara mengambil cuti dan masuk kerja,Kala pun memilih untuk mengalah dan tetap masuk kerja meski dengan sedikit tidak minat.
Rasanya masih ingin menghabiskan waktu berdua saja bersama dengan sang kekasih halal nya.Namun apalah daya saat sang istri bersikeras untuk tetap masuk kerja.
"Kita bisa menghabiskan waktu saat akhir pekan Mas.Lagi pula ini sudah hari jum'at dan besok kita sudah mulai liburkan?"Dya pun mencoba menghibur sang suami yang sedari tadi henya diam dengan wajah yang berenggut.
Kala bergeming,tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Dya saat ini.Hatinya masih kesal karena sang istri tetap memilih kerja meski sang Papah telah memberi mereka ijin untuk absen hari ini.
Tidak ingin semakin memperkeruh keadaan mereka saat ini Dya pun memilih untuk diam dan tidak banyak bicara lagi,karena takut Kala akan semakin marah.
Dya mengulurkan tangan untuk meraih tangan Kala untuk menyalaminya setelah mobil Kala terparkir ditempat biasa Kala memarkirkan mobilnya di perkiran khusus untuk direktur.
Kala mengulurkan tangan ny auntuk disalami oleh Dya.Dan hal yang tak terduga pun dilakukan Dya dengan spontas.
Setelah selesai mencium punggung tangan Kala,Dya pun langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Kala dan....
Cup
__ADS_1
Dya amencium sekilas bibir Kala sebelum dirinya pamit keluar dari dalam mobil terlebih dahulu meninggalkan Kala yang masih melongo.
Kala begitu tercengang dengan apa yang dilakukan Dya tadi,Kala tidak menyangka jika Dya memiliki cara yang cukup berani untuk menenangkan suami yang tengah merajuk.
"Anindya,sudah berani nakal kamu ya?"gumam Kala setelah terbangun dari lamunan nya.
Kalapun akhirnya tersenyum saat mengingat bagaimana lembutnya bibir ranum Dya yang menyentuh bibir kenyal miliknya.
Bahkan Kala masih betah berada didalam mobil meski waktu sudah berlalu 15 menit dari kedatangan nya.
Kala masih saja senyum senyum tidak jelas didalam mobil hingga sebuah ketukan dikaca jendela mobilnya membangunkan Kala dari lamunan nya tentang serangan dadakan dari Dya karena dirinya terus saja merajuk.
Tanya Kala dengan nada dingin dan ketus saat melihat Handi sudah berdiri didepan pintu mobilnya.
"Kita sudah ditunggu klien Pak.Jadi sebaiknya kita___"
"Aku tahu,berhenti mengomel"potong Kala sembari turun dari mobil lalu berjalan menuju lift yang diperuntukan hanya untuk dirinya seorang dan para dewan direksi saja.
__ADS_1
Dalam perjalanan menuju keruangan rapat,Kala membaca setiap lembar berkas yang akan mereka bahas nanti.
Namun langkah Kala terhenti saat suara seorang wanita memanggil namanya.
"Sayang"seru Angel yang pagi itu sengaja datang kekantor karena Kala berulangkali menolak ajakan nya untuk bertemu.
"Tunggu diruangan ku,aku masih ada pertemuan penting"ucap Kala dingin dan datar dan itu membuat Angel melongo tak percaya.
Bukan hanya Angel yang dibuat kaget,Handi yang sudah terbiasa dengan sikap dingin Kala pun merasa kaget saat Kala melakukan itu pada Angel.
Wanita yang selama ini Kala perjuangkan dan begitu Kala lindungi.Meski masih bingung dengan sikap Kala pagi ini.
Baik Handi ataupun Angel masih belum bisa meminta penjelasan dari Kala karena pria itu langsung masuk keruangan rapat tanpa banyak bicara lagi bahkan dengan sang kekasih.
*
*
__ADS_1
Cukup lama Angel menunggu Kala menyelesaikan meeting nya,hingga rasa bosan dan juga kesal dirasa Angel secara bersamaan.
Ingin rasanya mengamuk sekarang juga,namun melihat sikap Kala yang begitu dingin padanya pagi ini membuat Angel mengurungkan niatnya dan akan mencari cara yang lembut untuk kembali menaklukan pria itu.