
Kala terus bermain didiatas bibir Dya.Mengexplor setiap inci yang ada dirongga mulut gadis itu,sampai membuatnya terlena dalam permainan lidah Kala.
Tangan Kala mulai mengusap lembut punggung Dya yang tidak tertutup apapun kecuali tali kecil menyanggah kaca mata penutup dada yang masih terpasang utuh.
Tangan Kala pun mulai bermain nakal dibalik punggung Dya yang membuat tubuh gadis itu terkulai lemas tak berdaya.
Hanyut dalam hasrat yanh diciptakan oleh sentuhan lembut dari suaminya.Dya sedikit tersentak kaget saat tangan Kala mulai membuka pengait kaca mata pengaman yang menutupi bagian dada Dya.
Dya melepas pangutan mereka lalu sedikit mendorong dada bidang Kala agar memberi jarak.Dengan wajah yang merona Dya menatap ke arah wajah Kala yang saat ini tengah dipenuhi kabut gairah.
"Kenapa?apa kamu belum siap memberikan hakku malam ini?"tanya Kala setengah berbisik karena menahan hasrat yang saat ini tengah naik hingga ubun ubun nya.
"Bu_bukan begitu,ki_kita sholat sunah dulu ya.Biar penyatuan ini menjadi suatu keberkahan dan dijauhkan dari gangguan syaitan!"jwlas Dya disela nafas yang memburu karena,bukan hanya Kala yang sudah mulai terpancing.
Namun Dya juga,yang sudah mulai terhanyut dalam buaian permainan yang Kala berikan.Sentuhan sentuhan manja yang memabukkan,membuat gadis itu merasakan gelenyar aneh didalam tubuhnya.
Yang membuat tubuhnya lemas tak bertenaga.Namun Dya tersadar jika dirinya tidak boleh melewatkan apa yang harus dilakukan sebelum mereka benar benar menyatu untuk berbagi peluh.
"Tapi,apa kamu yakin?akan memberikan nya padaku malam ini?"
__ADS_1
"Isha Allah Mas!"
"Baiklah kalau begitu,ayo kita ambil wudhu."
Dya pun mengangguk lalu meraih handul yang tergantung tidan jauh dari pintu kamar mandi untuk menutupi tubuh bagian atasnya yang sudah terbuka,bahkan dengan kaca mata pengamannya.
Kedua pasutri itu pun kemudian membersihkan diri didalam kamar mandi masing masing sebelum akhirnya keduanya melakukan sholat sunah bersama.
Usai mengakhiri sholatnya dan menutup dengan salam.Kala tidak langsung beranjak,namun memanjatkan doa kebaikan untuk kedua nya untuk malam ini.
Usai berdoa,Kala membalik tubuhnya lalu mengulurkan tangan untuk disalami oleh sang istri dengan takzim.
"Apa kamu sudah siap?"
"Insha Allah Mas!"
"Apa kamu yakin?akan memberikan nya untukku?"
"Kamu suamiku Mas dan kamu berhak atas diriku seutuhnya!"
__ADS_1
"Alhamdulillah,semoga ibadah kita di ridhoi oleh Allah ya sayang?"
"Iya Mas,Aamiin."
Kala pun mulai membuka mukena yang dikenakan oleh Dya saat ini.Kala langsung membawa Dya ke atas ranjang dengan menggendong nya.
Kala membaringkan tubuh setengah polos Dya di atas ranjang dengan perlahan.Kedua netra itu saling manatap dan saling mengunci.
Kala memandangi wajah teduh sang istri yang selama ini selalu membuatnya nyaman dan tenang.Hanya saja Kala terlalu gengsi untuk mengakui keberadaan Dya dihatinya.
Perlahan Kala menjatuhkan lagi bibirnya dikening sang istri.Lalu turun ke kedua matanya,pipi dan terakhir bibirnya nya itu berakhir dibibir ranum sang istri.
Manis.Satu kata yang saat ini Kala dan juga Dya rasakan.Sebuah rasa yang baru pertama kali dirasakan oleh seorang Anindya.
Meski bukan pertama kalinya Dya mendapat ciuman yang intens dan juga mesra dari Kala.Namun saat ini,untuk pertama kalinya mereka berciuman diatas ranjang dengan keadaan tubuh yang telah sama sama polos dan tertutup selimut tebal.
Satu ******* lolos dari mulut mungil Dya saat Kala mulai menurunkan ciuman nya dari bibir ranum nya ke leher jenjang nya.
Aneh,geli,meremang namun terasa menghangutkan.Itulah yang Dya rasakan saat ini,saat Kala mulai mengexplor setiap inci tubuhnya.
__ADS_1