
"Mas"lirih Dya disela nafas yang ngos ngosan karena mendapat serangan dadakan dari suaminya.
"Ingat,aku tidak suka melihat wajah istriku yang muram seperti itu.Jangan hiraukan apa yang orang lain katakan tentang kita,karena mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi,jadi jangan khawatirkan apapun lagi ya"ucap Kala membalai wajah cantik sang istri yang begitu terlihat cantik dengan rona merah diwajahnya.
Kala kembali mecium wajah Dya namun kini bibir kenyalnya itu menderat sempurna dikening sang istri.
"Ayo lebih baik sekarang kita makan siang dulu,makanan nya keburu dingin"lanjut Kala yang kini sudah bisa tersenyum lega saat melihat senyuman diwajah sang istri.
Kala menggandeng tangan sang istri menuju ke sofa yang dimejanya sudah tersedia menu makan siang keduanya.
Selama keduanya melewati makan siang Kala sama sekali tidak memalingkan tatapan nya pada wajah cantik sang istri.
Nampak nya saat ini Kala sudah tidak bisa lagi menutupi kekaguman nya terhadap sang istri.Selain memiliki paras yang cantik,Dya juga memiliki akhlak yang baik dan mampu melindungi tubuhnya dari banyaknya pasang mata para pria pria hidung belang dan juga pria yang jelas jelas mengagumi kecantikan Dya.
"Makan Mas,kenapa cuma lihatin aku?"keluh Dya saat melihat Kala hanya terdiam menatap intens ke arahnya.
"Cantik"jawab nya singkat.
Namun mampu membuat Dya tersentak kaget dan cukup dibuat salah tingkah oleh pengakuan dari sang suami.
__ADS_1
Hingga membuat Dya tersedak oleh makanan yang baru saja masuk kedalam mulutnya.Rasa panas pun seketika menyebar di seluruh tenggorokan nya karena Dya baru saja menyuapkan nasi bersama dengan sambel sebagai pelengkap lauknya siang ini.
Uhuuukkkk
Uhuuukkkkk
Uhuuuukkkk
Wajah Dya berubah merah seiring bersamaan dengan batuk batuknya.Kala yang emhat wajah sang istri yang nampak tidak baik baik saja itu pun dibuat panik.
Dengan sigap Kala mengambilkan air minum kemasan yang ada diatas meja lalu membukakan segelnya sebelum memberikan nya pada Dya.
Dya sendiri tidak menimpali hanya terdiam menatap sengit pada suaminya yang kini dengan santainya makan makanan miliknya tanpa merasa berdosa sama sekali.
Dya pun kembali melanjutkan makan nya.Mencoba menetralkan perasaan yang sebenarnya tengah berbunga bunga karena mendapatkan pujian dari sang suami.
Namun Dya tidak mau terlena begitu saja,ingat jika seorang pria bisa memuji bahkan mencium seorang wanita tanpa memiliki perasaan padanya.
Dan Dya pun tidak akan pernah berharap lebih meski Kala kerap mencium dan memeluknya.Karena yang Dya tahu,Kala masih sangat mencintai Angel dan berharap jika pernikahan mereka akan berakhir secepatnya.
__ADS_1
Usai menyelesaikan makan siang nya baik Kala mau pun Dya kembali disibukkan dengan pekerjaan mereka.
Menjelang sore,saat waktunya pulang kerja tiba Kala dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang sudah tiga minggu ini dia hindari.
"Ada apa kemari?"tanya Kala.
Tdak seperti biasanya pria itu bertanya prihal kedatangan sang kekasih.Biasanya Kala tidak pernah bertanya meski wanita dengan penampilan yang cukup menggodaitu datang ke apartemen nya dan bahkan tidur disana.
Namun kini kenapa tiba tiba pria itu bertanya?seperti tidak pernah mengharapkan kehadiran nya.Angel pun mengabaikan respon dari Kala yang tidak seperti biasanya itu.
"Aku hanya kangen,sudah tiga minggu kita tidak jalan bareng loh sayang.Bagaimana kalau kita jalan ke tempat biasa?"ajak Angel.
"Tapi Angel aku tidak bisa,aku sibuk"
"Sibuk atau sudah tertarik dengan istri solehah mu itu?"
"Kenapa jadi membawa bawa dia?ini tidak ada sangkut pautnya dengan Dya,Angel"
"Kalau begitu ayo keluar malam ini denganku,jika memang kamu tidak tertarik dengan nya.Seharus nya tidak masalah kan?"
__ADS_1
Kala terdiam sejenak sebelum akhirnya menyetujui ajakan dari Angel untuk pergi malam ini ke club yang biasa mereka datangi.