
"Benarkah Papah akan memaafkan aku sayang?"
"Tentu Mas,beliau sangat menyayangimu,beliau pasti memaafkan anaknya asal,,,"
"Asal apa sayang?"
"Mas mau meminta maaf dengan tulus pada Papah,memohon ampulah atas semua sikap Mas selama ini,meminta ampulah karena Mas sudah mengabaikan beliau.Insha Allah,Papah pasti memaafkan."
"Kamu benar sayang,kamu benar.Aku yang harus nya meminta maaf pada Papah,bukan Papah padaku.Papah tidak salah,justru aku yang salah yang tidak mau menerima jalannya takdir dan garis kehidupan."
"Sudah,lebih baik saat ini Mas tenangkan diri dulu.Besok kita temui Papah lagi dan meminta maaf padanya,bagaimana?"
"Iya sayang,terima kasih.Terima kasih karena sudah hadir dan membawaku kejalan yang jauh lebih baik.Terima kasih karena sudah bersedia menjadikan pendosa ini imam untuk hidupmu."
"Dya juga berterima kasih,terima kasih karena sudah memilih dan mempertahankan pernikahan kita,Dya sayang Sama Mas Kala."
"Aku juga,aku sangat menyayangimu Dy,bahkan aku jauh lebih mencintaimu.I Love U Anindya Zahrani."
"Mee too,Mas Arkala Mahesa."
Keduanya kembali berpelukkan setelah sebelum nya Kala mengurai pelukan nya ditubuh Dya.Kala begitu bersyukur karena sudah memiliki istri yang begitu baik dan juga sabar seperti Dya.
__ADS_1
Kala tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika dirinya tetap memilih Angel sebagai pasangan nya.Wanita yang tidak bisa menjaga kehormatan nya sendiri.
Lelah menangis Dya membawa sag suami untuk beristrahat dan tidak membutuhkan waktu lama hingga keduanya kembali tertidur meski hari masih terbilang pagi hari.
Sementara dikamar lain,nampak Papah Gara tengah berbincang bersama dengan putra sulung dan juga menantu yang baru saja memberikan nya seorang cucu yang begitu lucu dan tampan.
"Bagaimana Han,apa kamu bersedia tinggal bersama Papah dirumah utama?"tanya Papah Gara pada Hana.
"Insha Allah Pah,semua urusan Hana di Bandung juga sudah selesai,jadi saat ini,Hana akan ikut kemana pun Mas Arka pergi dan menetap."
"Baguslah kalau begitu,semoga Kala juga bersedia pindah hingga kita bisa berkumpul setiap hari.Papah rindu akan keramaian dan semoga Kala juga bisa menyusul kalian,memberikan ku cucu lagi agar dirumah lebih ramai lagi."ucapnya penuh dengan pengharapan setelah berdamai dengan putra bungsunya itu.
"Aamiin Papah,semoga saja."
Tok
Tok
Tok
ceklek...
__ADS_1
"Dya?ada apa Nak?"tanya Papah Gara saat membuka pintu kamar hotelnya,menemukan sang menantu tengah datang berkunjung.
"Bisa kami masuk Pah?"tanya Dya sembari mengeser tubuhnya dan memperlihatkan Kala yang berdiri dibelakang nya.
"Tentu saja Nak,ayo masuk."Papah Gara pun langsung membuka pintu kamarnya lebar lebar agar anak dan menatunya itu bisa masuk kedalam kamarnya.
Papah Gara melangkah lebih dulu untuk masuk lebih dalam lagi dan akan menempati sofa untuk duduk dan mereka berbicara.
Namun tiba tiba langkahnya terhenti saat ada seseorang yang memeluknya dengan erat dari arah belakang.
"Maafkan Kala Papah,Kala bersalah telah menyalahkan Papah atas apa yang terjadi.Kala juga sudah berdosa dengan mengabaikan Papah selama ini."lirih Kala yang kembali meneteskan air matanya dibalik punggung sang ayah.
Papah Gara pun mengurai pelukan dari Kala dan memutar badan nya hingga kini mereka saling berhadapan dan saling memandang dengan tatapan penuh dengan kerinduan.
"Iya Nak,Papah selalu memaafkanmu.Maafkan Papah juga sayang karena papah tidak bisa menjaga dan melindungi Mamahmu."
Papah Gara kembali memeluk Kala pennuh dengan kasih sayang.Ya,begitulah setiap orangtua.Sebagaimana pun kamu melukai dan membuatnya kecewa,tangan mereka akan selalu memeluk erat tubuhmu dan meraih tanganmu disaat kamu membutuhkan pertolongan nya.
Ingatlah,semarah apapun kamu,sekecewa apapun kamu terhadap orang tua,ingatlah satu hal.Apa yang mereka lakukan hanya ingin yang terbaik untuk anak yang mereka lahirkan dan mereka rawat dan mereka jaga hingga mereka tumbuh dewasa dan mencapai kesuksesan nya.
Tidak ada satu orang tua pun yang tidak menyayangi anak anaknya.Jika pun mereka tidak menyayangi anak nya,mereka tidak akan bersusah payah melakukan apapun dan berjuang agar sang anak mendapatkan yang terbaik.
__ADS_1
Ingatlah,kalian tidak akan bisa menjadi seperti saat ini jika tidak ada perjuangan dari kedua orang tua kita.