Doa Disepertiga Malamku

Doa Disepertiga Malamku
Bab.39


__ADS_3

"Hai,boleh gabung?"


Suara bariton seseorang membangunkan Dya dari lamunan nya tentang Kala.Dya dan Sarah pun refleks menoleh ke arah suara.


Nampak disamping meja tengah berdiri dua orang pria yang setahu Dya adalah senior didevisi tempatnya bertugas.


Sejenak Dya dan Sarah saling menatap penuh dengan kebingungan.Mau nolak jelas nggak enak secara mereka senior disana.Menerima?jelas jelas keduanya merasa kurang nyaman.


Bukan hanya Dya yang memang sudah dari kecil menerapkan pola hidup dengan membatasi diri dan menjaga jarak dengan lawan jenis,nampaknya Sarah pun demikian.


"Tenang saja,kami hanya ikut duduk untuk makan.Bisa lihat kan kalau suasana nya lagi ramai dan semua meja penuh"


Ujar pria satunya lagi saat tidak mendapat respon baik dari dua wanita cantik didepan nya.Dan benar saja,saat Dya maupun Sarah menoleh ternyata kini kantin itu sudah nampak ramai dipenuhi oleh pengunjung yang semua adalah karyawan kantor.


"Ba_baiklah,silahkan Pak"


Dengan berat hati Dya dan Sarah pun mengijinkan kedua pria itu untuk duduk dimeja yang sama dengan mereka.


Dya pun refleks pindah ke kursi disamping Sarah saat salah satu dari pria tadi duduk disamping nya.Pria itu hanya tersenyum tipis saat melihat respon diri Dya,yang seolah olah menghindarinya.


Namun itu malah membuatnya jadi tertarik pada karyawan baru itu.Ke empat orang berlawanan jenis itu pun makan dengan diam.


Dan tanpa mereka tahu sepasang mata tengah menatap tajam ke arah mereka.Lebih tepatnya ke arah Dya,kedua tangannya terkepal kuat saat dia melihat bagaimana pria yang duduk didepan Dya beberapa kali mencuri pandang pada gadis didepan nya.

__ADS_1


Rahang nya semakin mengeras saat dengan beraninya pria itu menatap lekat wajah cantik Dya yang sedari awal mereka makan satu meja hanya menundukkan kepalanya.


Tanpa kata lagi pria itu pun pergi meninggalkan meja tempat dia makan dan berlalu sembari menekan amarah yang bergemuruh didadanya.


Sementara Dya dan Sarah pun melakukan hal yang sama karena merasa tidak ada yang perlu mereka tunggu maka Dya dan Sarah pun akhirnya memutuskan untuk pergi terlebih dahulu.


"Alhamdulillah,sudah Dy?ayo kita balik keruangan?"


Ucap Sarah yang sudah merampungkan makan siang nya.


"Alhamdulillah sudah,ayo.Maaf ya Pak kami duluan"


Ucap Dya berpamitan dengan kedua pria yang masih belum menyelesaikan makan nya.


"Loh kok nggak nungguin sih?kita kan satu devisi,bareng saja"


"Maaf Pak kita masih ada pekerjaan yang harus kami lakukan,permisi"


Sarah pun menarik tangan Dya untuk segera meninggalkan kedua pria yang sudah membuatnya merasa tidak nyaman sejak dari tadi.


Bahkan makanan yang mereka makan pun berasa tidak masuk kedalam tenggorokan demi harus menekan rasa kesal menghadapi pria sok akrab yang begitu cerewet itu.


Sedangkan pria yang satu nya hanya menatap Dya dalam diam.Lalu tersenyum tipis seakan mendapatkan apa yang selama ini dia cari selama ini.

__ADS_1


*


*


"Gila tuh cowok,cerewet banget kaya emak emak komplek kalau lagi belanja sayur sama tukang sayur yang biasa lewat didepan komplek,nyebelin banget"


Gerutu Sarah saat kedua nya tengah masuk kedalam lift untuk membawa mereka kembali keruang kerjanya.


"Sudah jangan terlalu dipikirkan,jangan juga memperlihatkan ketidak sukaan kamu itu.Bagaimana pun mereka senior kita,terus jangan terlalu benci juga nanti cinta loh"goda Dya pada teman nya itu.


"Ih amit amit ya,ya Allah semoga dijauhkan.Aamiin"


Dya hanya terkekeh melihat tingkah lucu teman nya itu.Saat lift terbuka keduanya pun kompak keluar dari dalam lift namun saat akan keluar dan menuju kembali keruangan nya.


Keduanya dikejutkan dengan kehadiran Handi yang sudah berdiri didepan pintu lift.


"Astaghfirullahaladzim,Pak Handi?bikin kaget aja deh"seru Sarah sembari mengusap dadanya karena kaget dengan kehadiran Handi.


Sementara Handi hanya merspon datar dari reaksi kaget dari Sarah.


"Anindya,bisa ikut saya keruangan direktur utama?"


*

__ADS_1


*;


...🌸🌸🌸...


__ADS_2