
"Sayang ayo bangunlah,jangan buat aku cemas seperti ini."lirih Kala yang saat ini sudah berada dikamar hotel yang sengaja dipesan untuk mereka menginap malam ini.
"Jangan katakan,jika apa yang wanita itu katakan benar Kala?"tanya Arka dengan nada dingin dan datarnya.
Sungguh jika itu benar,Arka benar benar akan kecewapada adiknya itu karena sudah berhubungan terlalu jauh dengan wanita yang belum dia nikahi.
Arka juga kecewa,kenapa Kala bisa berhubungan dengan wanita yang tidak tahu malu dan tidakk tahu sopan antun seperti Angel.
Ya siapa lagi wanita itu kalau bukan Angel.Wanita yang satu tahu terakhir dipacari oleh Kala sebelum menikah dengan Dya.
Bahkaan dulu Kala sempat berjanji akan menceraikan Dya untuk menikahi Angel.Namun takdir berkata lain saat Kala tiba tiba jatuh cinta pada istrinya sendiri dan mengingkari janji nya pada Angel yang membuat Angel marah dan juga kecewa hingga nead berbuat seperti saat ini.
Belum lagi,karena kcerobohan nya saat berhubungan dengan seorang pria yang mengakibatkan diriny hamil.
Dan kehamilan nya pun digunakan untuk menjebak dan mempermalukan Kala yang saat itu tengah mengadakan pesta pernikahan.
"Aku berani bersumpah,kalau aku tidak pernah melakukan hubungan intim dengan siapapun,hanya istriku wanita satu satunya yang aku sentuh hingga sejauh itu,"jawab Kala dengan wajah sendu.
__ADS_1
Kala terus saja memandangi wajah cantik Dya yang masih memejamkan matanya.Kala tidak tahu jika Angel akan berbuat hal segila ini.
Bagaimana mungkin Angel hamil anaknya,sedangkan merasakan pelepasan dilembah milik Angel pun tidak pernah Kala lakukan.
"Baiklah jika kamu yakin tidak pernah melakukan nya,aku akan mengurus wanita itu.Temani dan yakinkan istrimu,aku yakin setelah ini Dya akan sedikit meragukan mu."lanjut Arka yang selanjutnya akan turun tangan menghadapi Angel yang saat ini terkurung disalah satu kamar hotel itu dengan penjagaan yang cukup ketat.
"Baiklah,tolong bantu aku mengurus wanita gila itu."imbuh Kala yang tidak sedikit pun mengalihkan pandangannya dari wajah sang istri yang masih terlelap di atas ranjang.
Sementara Papah Gara sendiri saat ini tengah menenangkan diri dikamarnya.Kejadian tadi sungguh membuat malu,kecewa dan juga marah pada putra bungsunya itu.
Bahkan saking kagetnya,Papah Gara pun sampai hampir pingsan namun segera dibawa pergi oleh Arka dan juga Hana.
Dengan tatapan dingin dan datarnya Arka memasuki kamar itu yang disana sudah nampak wanita dengan keadaan yang sudah berantakan.
"Baiklah,mari kita bicara."ujar Arka duduk santai disofa tepat dihadapan Angel yang saat ini tengah duduk diranjang.
Angel sendiri hanya menatap datar kedatangan pria yang diketahui adalah anak sulung dari keluarga Mahesa yang saat ini tengah dia incar.
__ADS_1
"Apa yang kamu inginkan dengan membuat kekacauan ini?"tanya Arka menatap datar ke arah Angel.
"Tentu saja tanggung jawab dari Kala,aku hamil dan ini anaknya.Lalu apa lagi?aku ingin dia menikahiku."jawab Angel dengan nada angkuh nya.
Dan hal itu membuat Arka tertawa lepas.Arka tidak menyangka jika ada wanita yang begitu percaya diri dengan mengaku jika dirinya hamil anak dari salah satu keluarga nya.
"Kamu pikir kami ini orang bodoh yang bisa kamu tipu begitu saja?jangan kamu pikir hanya karena kami diam maka kami tidak tahu apa yang kamu lakukan dibelakang Kala.Kamu harus ingat,Kala mungkin tidak tahu kebusuk yang kamu lakukan dibelakang nya.Tapi tidak dengan kami,atau,apa perlu aku panggil bajingan itu untuk datang kemari."
Seketika tubuh Angel membeku saat mendengar penjelasan dari Arka.Angel lupa jika keluarga dari kekasih nya bukan orang sembarangan yang bisa dia tipu sesuka hati.
"A_apa ma_maksud mu?aku tidak mengerti."kilah nya memalingkan wajahnya karena tidak tahan dengan tatapan tajam yang Arka layangkan padanya.
"Apa kamu yakin,jika itu anak dari adikku?"tanya Arka dengan nada penuh intimidasi.
"Te_tentu saja."
"Jika yakin kenapa gelagapan begitu?"
__ADS_1
Seketika tubuh Angel bergetar,sungguh berbicara dengan Arka membuatnya takut setengah mati.Meski pria itu tidak melakkukan apapun namun kenapa jantung Angel terasa jauh dari tempatnya.