
Dya merasakan jantung nya berdetak tak karuan saat Kala mulai merangkak naik ke atas ranjang.Setelah selesai dari kamar mandi Kala pun langsung ikut menyusul Dya yang sudah lebih dulu naik ke atas ranjang.
"Dy?"
"I_iya Mas?"
"Bo_boleh peluk nggak?"
Kedua pasangan halal itu pun nampak kaku dan canggung.Kala bukan seorang yang alim sehingga ini bukan kali pertama untuknya berhadapan dengan seorang wanita.
Namun entah mengapa berhadapan dengan seorang Anindya,Kala mendadak bagaikan cowok cupu yang begitu kaku dan gugup setengah mati saat berhadapan dengan seorang wanita.
"Ke_kenapa Mas bertanya?tentu saja boleh"jawab Dya terbata karena menahan rasa gugup yang luar biasa.
Kala pun mengubah posisi tidurnya yang semula terlentang kini memiringkan tubuhnya ke arah Dya.Kala mulai menelusupkan satu tangan nya kedalam sela sela antara leher dan bantal yang Dya kenakan.
Kala sedikit menarik tubuh Dya agar Dya semakin merapat ke arah tubuhnya lalu membiarkan Dya menggunakan tangan nya sebagai bantalan.
"Selamat tidur bidadari surgaku"bisik Kala lalu memebenamkan bibirnya diatas kening sang istri.
Dya sendiri hanya bisa mengangguk lalu memejamkan matanya.Menikmati perlakuan Kala yang begitu manis terhadapnya.
__ADS_1
Setelah mencium kening Dya,Kala pun kembali memeluk erat tubuh Dya.Dan kali ini Dya pun memberanikan diri untuk membalas pelukkan dari Kala.
Kala tersenyum bahagia saat merasakan tangan mungil Dya mulai melingkar dipinggang nya.Keduanya pun mulai terlelap damai dalam sunyinya malam yang syahdu.
*
*
Dya mengerjapkan matanya saat indra pendengar sanyup sanyup mendengar suara adzan subuh berkumandang.
Dya sempat terperangah saat membuka matanya dengan sempurna mendapati Kala tertidur disampingnya dengan memeluk erat tubuhnya.
Namun saat akan menjerit Dya teringat jika semalam keduanya sudah sepakat untuk mulai menggunakan kamar yang sama dan mulai berbagi segala hal termasuk ranjang.
"Sudah puas belum mandangin nya?sudah adzan subuh loh?bukan nya harus bergegas ya,keburu waktunya habis"ucap Kala dengan suara parau khas orang bangun tidur.
Dya yang kepergok tengah memandangi dan mengagumi wajah tampan Kala pun dibuat gelagapan dan salah tingkah.
"Ah,i_iya.Ayo kita bangun Mas dan mulai hai ini Mas harus menjadi imam disetiap sholatku"jawab Dya guna menutupi kegugupan nya.
"Tapi Dy___"
__ADS_1
"Tidak ada tapi tapi Mas,ayo bangun kita ambil air wudhu sama sama"
"Iya,baiklah sayangku"
Kala pun mulai beranjak mengikuti langkah Dya masuk kedalam kamar mandi.Dya dan Kala pun mengambil air wudhu secara bergantian.
Dan saat mmenunggu Kala seelsai dengan urusan nya dikamar mandi Dya mengambil salah satu baju koko dan sarung yang akan dikenakan oleh Kala dari dalam kamar Kala.
Dya menyatukan kedua alisnya saat netranya tak sengaja menangkap satu stel pakaian sholat milik Kala yang sepertinya sudah dikenakan.
Karena baju koko dan kain sarung itu nampak terlipat disudut lemari dan tidak lagi tergantung seperti baju baju koko Kala yang lainnya.
Bahkan dibawahnya terlipat satu sejadah yang nampaknya sudah dikenakan juga.Dya tersenyum tipis saat menyadari jika Kala ternyata sudah mulai melakukan kewajibannya tanpa sepengetahuan dirinya.
Dya kembali kedalam kamarnya dan berpura puratidak tahu jika selama ini Kala juga sudah mulai sholat kembali.
Dengan satu stel baju sholat untuk Kala dan satu sejadah bersih yang akan Kala kenakan saat ini.Kala sempat menatap takut takut saat melihat Dya membawakan baju koko lengkap dengan sarung dan juga sejadahnya.
Kala takut jika Dya akan bertanya prihal baju koko dan kain sarung yang mungkin sudah Dya lihat disudut ruangan ganti yang ada didalam kamarnya.
...*** ...
__ADS_1
Note.Mohon maaf Author baru bisa up malam karena kondisi anak yang tengah sakit gigi jadi membutuhkan perhatian yang extra.
Semoga masih tetap setia menanti dan tidak bosan menunggu ya...terima kasih dan selamat membaca. 🤗🤗🥰🥰