Doa Disepertiga Malamku

Doa Disepertiga Malamku
Bab.48


__ADS_3

"Ada apa ini?kenapa ribut ribut?"tanya Kala yang tiba tiba muncul dari balik pintu ruangannya.


"Maaf pak ini,karyawan baru tiba-tiba aja datang dan ingin menemui Bapak"jawab Mona dengan pedenya mencegah Dya masuk kedalam ruangan suaminya sendiri.


Tanpa banyak kata lagi,Dya pun akhirnya masuk kedalam ruangan Kala.menghiraukan tatapan bingung yang dilayangkan oleh Mona padanya.


Kala pun hanya bisa menghala nafas panjang lalu ikut masuk mengikuti langkah Dya yang sudah lebih dulu masuk kedalam ruangan nya.


"Kamu boleh istirahat dan untuk urusan ini,biar saya yang tangani"ujar Kala sebelum masuk kembali kedalam ruangan nya menyusul sang istri yang sudah ada disana.


"Ada perlu apa Mas memanggilku kemari?inikan sudah waktunya istirahat dan jam makan siang Mas,masa masih harus kerja?"tanya Dya to the point.


"Yang nyuruh kamu kerja itu siapa?aku suruh kamu kemari untuk makan siang disini"


"Aku bisa makan dikantin"


"Tapi disini ada suamimu,orang yang harus kamu layani"


"Tapi ini dikantor Mas,bagaimana kalau mereka mulai mikir yang nggak nggak tentang aku?"


"Kenapa harus bingung?ya tinggal bilang saja,kalau kamu itu istriku.Beres bukan?"

__ADS_1


"Tapi Mas___"


Tok tok tok...


Ucapan Dya terpotong oleh suara ketukan pintu.Kala kembali beranjak ke arah pintu dan membuka pintu yang menampilkan kurir makanan yang sengaja Kala pesan secara online saat Kala membuka pintu itu.


"Ini Pak pesanan nya,semuanya sudah dibayar lewat aplikasi ya.Terima kasih sudah menggunakan jasa kami dan selamat menikmati"ucap kurir saat menyerahkan pesanan makan yang dilakukan oleh Kala.


"Baik Mas,terima kasih"ucap Kala sembari menutup pintu ruangan nya kembali.


Dya sendiri hanya bisa menatap bingung pada apa yang dilakukan Kala saat ini.Untuk pertama kalinya Kala berinisiatif mengajaknya makan bersama.


Biasanya Dya lah yang selalu bertindak terlebih dahulu.Hal ini bukan nya membuat Dya senang malah menatap penuh dengan tanya pada pria yang saat ini tengah berjalan kearah nya sembari membawa paperbag berisikan makan siang untuk mereka berdua.


Dya pun mengikuti langkah Kala meski masih dengan kebingungan nya.Kala mulai membuka paperbag yang tadi dia bawa.


Tidak tega melihat suaminya yang nampaknya agak kesusahan membuka paperbag dan kotak makanan itu Dya pun mengambil alih dan menyiapkan makan siang untuk keduanya.


"Sini,biar aku saja yang siapkan"


Dya mengambil alih dan mulai menyiapkan semuanya.Kala sendiri hanya tersenyum tipis,entah mengapa hatinya selalu menghangat jika menerima perlakuan manis dari sang istri.

__ADS_1


"Katanya Mas Kala akan makan siang diluar?kenapa tiba tiba makan siang dikantor?"


"Klien mendadak membatalkan pertemuan dan akan diganti esok hari dikantor.Kenapa?kamu keberatan aku ajak makan siang bareng?"


"Bukan begitu,aku hanya takut"


"Takut?takut apa?"


"Aku takut jika semua yang melihat ini akan beranggapan tida baik padaku dan juga pada Mas"


"Kenapa memperdulikan kata orang sih?yang tahu dan yang jalanin kan kita kenapa harus repot mikirin mereka?"


"Bukan mikirin omongan mereka Mas,tapi aku tidak mau nama baik keluarga tecoreng karena anggapan yang tidak baik tentang kita"


Mendengar perkataa Dya.Kala kembali menghela nafas panjang.


"Sudah lebih baik kita makan dulu,untuk masalah itu biar nanti kita pikirkan lagi"


Dya pun mulai memasukkan nasi kedalam mulutnya dengan perasaan yang tidak menentu.Mungkin Dya akan merasa senang jika saja pernikahan keduanya diketahui oleh semua orang.


Namun sayang,nampaknya Kala belum berniat membuka info tentang statusnya sebagai seorang suami.

__ADS_1


Dan hal itu membuat Dya semakin yakin jika Kala tidak berniat melanjutkan pernikahan itu setelah dua bulan berlalu nanti.


Dan sejak saat itu Dya pun mulai mencari cari informasi tentang tempat tinggal yang akan dia tempati setelah pergi dan keluar dari apartemen yang kini dia tempat sebagai rumah sementara untuknya.


__ADS_2