
"Ini Mas baju koko dan kain sarung nya"ucap Dya menyerahkan satu stel baju sholat yang akan dikenakan oleh Kala pagi ini.
Sembari menunggu Kala mengenakan pakaian sholatnya,Dya memasangkan sejadah nya dan juga sejadah yang akan digunakan oleh Kala.
Dan ini untuk pertama kalinya Kala akan menjadi imam dan Dya sebagai makmum nya.Kala menatap penuh dengan tanya ke arah Dya yang tengah fokus memasangkan dua buah sejadah disalah satu sudut dikamar nya.
Kala heran mengapa sang istri tidak bertanya prihal baju koko dan kain sarung yang kotor yang tersimpan diruang ganti yang ada didalam kamarnya.
Melihat Dya yang nampak nya cuek dengan apa yang ada diruangan ganti itu Kala pun tidak mau ambil pusing,setelah selasai memakai pakaian nya
Kala pun langsung berjalan menuju tempat yang sudah disediakan oleh sang istri untuk mengimaminya.
Dengan perasaan yang sangat gugup Kala mulai berdiri diatas sejadah yang sudah digelar jauh lebih depan dari posisi sejadah yang akan Dya kenakan.
Kala menarik nafas panjang sebelum akhirnya mulai membaca basmallah lalu dilanjutkan dengan niat sholat dan setelah nya mulai membaca takbiratul ilham lalu lanjut dengan surat surat pendek.
__ADS_1
Dya terpaku saat mendengar suara merdu dari seorang Arkala Mahesa saat membaca tiap surat surat pendek yang dia lantunkan.
Dya tidak menyangka jika suami yang awalnya begitu terlihat seperti seorang bajingan,mampu menjadi imam yang baik.
Bahkan Kala tidak melakukan kesalahan sedikit pun dan itu membuat Dya yakin jika Kala bukan pria brengsek yang minim ilmu agama.
Hanya saja saat itu mungkin Kala tengah berada dipase rasa kecewa yang teramat dalam karena kepergian sang Mamah yang tiba tiba.
Kala tidak langsung beranjak saat setelah mengucap salam sebagai tanda penutup sholat wajib dua rakaatnya.
Dya sendiri juga masih belum beranjak dan masih setia menunggu Kala yang belum selesai melantunkan doa doanya.
Dya tersenyum manis saat Kala berbalik usai menuntaskan doanya,Kala mengulurkan tangan lalu disambut oleh Dya yang kemudian menyalami tangan sang suami dengan takzim.
Kala sendiri membalasnya dengan mencium kening sang istri penuh dengan kelembutan.Mata Dya berkaca kaca saat bertatapan dengan wajah tampan sang suami yang masih menggunakan baju koko dan juga peci hitam nya.
__ADS_1
"Kenapa menangis?"tanya Kala saat Kala melihat jika pipi sang istri kini sudah basah oleh air mata haru.
Kala mengulurkan tangan nya untuk mengusap air mata yang kini nampak sudah membasahi wajah cantik Dya.
"Aku bahagia Mas,ini bukan air mata kesedihan tapi ini air mata bahagia"
Kala kembali mencium kening Dya lalu menarik tubuh mungil sang istri untuk masuk kedalam pelukkan nya.
Kala mendekap erat tubuh Dya dan Dya pun membalas pelukkan dari sang suami.Keduanya nampak saling memeluk dan mencari kenyamanan satu sama lain dalam dekapan masing masing.
"Kita ambil cuti saja yuk?"ajak Kala yang masih belum beranjak dari duduknya di atas sejadah dengan memeluk tubuh Dya.
"Mana boleh?pekerjaan aku masih banyak.Para senior akan protes dan pasti akan semakin mempersulit ku"
"Mana boleh mereka melakukan itu pada istri direktur.Katakan siapa saja yang sudah mempersulit mu dikantor?akan aku pastikan jika mereka akan langsung dipecat"
__ADS_1
"Jangan,jangan bawa bawa masalah pribadi kekantor.Itu perbuatan tidak baik dan juga tidak bertanggung jawab.Aku istri Mas saat dirumah,tapi saat dikantor aku tetap karyawan biasa.Jangan melakukan hal yang mungkin kelak akan merugikan diri Mas sendiri".