
Setibanya di apartemen Kala masih bungkap dan sama sekali menutup rapat mulutnya.Rasanya terlalu mau jika ketahuan dirinya merasa cemburu saat melihat Dya pergi bersama pria lain.
'Tunggu dulu,apa tadi?cemburu?oh ya tuhan tidak mungkin' batin Kala.
Tanpa kata Kala pun langsung masuk kedalam kamarnya dan mengabaikan Dya yang menatap heran pada dirinya.
"Dasar orang aneh" gumam Dya.
Dya pun mengikuti langkah Kala yang sudah lebih dulu masuk kedalam kamarnya.Sesampainya dikamar,Dya langsung membersihkan diri dan bersiap untuk sholat Ashar karena saat dirinya masuk kedalam bertepatan dengan adzan Ashar berkumandang.
Setelah melaksanakan empat rakaat wajibnya,Dya pun bergegas keluar kamar untuk menyiapkan makan malam untuk dirinya dan Kala tentunya.
Berhubung pria itu nampaknya masih aDa didalam rumah tentu saja Dya harus menyiapkan porsi extra takut takut pria itu juga merasa lapar dan butuh makanan.
Dya pun mulai sibuk berkutat dengan alat alat dapur.Tangan mungilnya begitu cekatan mempersipakan semua bahan yang dia perlukan untuk membuat menu makan malam.
Dan kesibukan Dya pun tentu tidak luput dari tatapan sepasang mata yang sedari tadi tidak memutus pandangannya dari wanita yang kini menjadi penghuni baru diapartemen nya.
Namun tiba tiba fokusnya teralihkan saat Dya yang tiba tiba meringis kesakitan karena jari tangan nya teriris pisau yang dia pakai untuk memotong wortel.
"Aww,sssttt"
Rintih Dya yang membuat Kala yang sedari tadi ada dibelakang nya terlonjak kaget dan refleks berlari ke arah Dya dan meraih tangan Dya yang kini tengah mengeluarkan darah segar.
Tanpa ragu Kala memasukan jari Dya yang terluka itu masuk kedalam mulutnya dan sontak membuat mata Dya membola dengan sempurna.
Belum lagi dengan reaksi tubuhnya yang langsung meremang saat merasakan Kala tengah menghisap jari tangan nya.
Berulang kali Kala mengulum dan mengeluarkan jari tangan Dya hingga darah segar itu berhenti keluar dari jarinya.
Dan hal itu membuat Dya mematung dam membeku.Entahlah tiba tiba otaknya bleng dan tidak tahu harus merespon apa dengan tindakan tiba tiba yang Kala lakukan.
"Sudah.Lain kali hati hati" ucapnya masih dengan nada ketusnya namun perhatian.
Dya bergeming,menatap tak percaya dengan apa baru saja dilakukan Kala padanya.Ini bukan pertama kalinya Dya terluka saat memasak.
__ADS_1
"Tapi kenapa dia sepanik ini?" batin Dya menatap heran pada Kala.
Menyadari tatapan sang istri yang kini tengah menatapnya penuh dengan kebingungan,Kala pun menyadari tindakan bodohnya itu.
"Kalau nggak becus masak ga usah sok sokan masuk dapur.Merepotkan tahu nggak?"
Kala pun pergi begitu saja dari hadapan Dya dan kembali masuk kedalam kamarnya.Setibanya dikamar,Kala merutuki refleks tubuhnya saat melihat Dya terluka.
Sungguh kini Kala tidak mengerti dengan dirinya sendiri.Saat hati menolak kehadiran wanita itu namun gerak tubuh nyatanya berkhianat dan jauh bertolak belakang dengan niat awal hatinya.
Sementara Dya sendiri masih menatap heran pada pria yang ternyata memiliki sisi yang manis juga meski hanya 1% saja.
"Inikan luka kecil dan sudah biasa terjadi saat masak.Kenapa dia harus sepanik itu?"
Gumam Dya yang masih belum mengerti apa sebenarnya yang terjadi pada suaminya itu.Setelah beberapa saat terdiam,Dya pun mengambil kotak P3K yang selalu tersimpan dilemari dapur lalu mengambil satu plester untuk membungkus lukanya dan kembali melanjutkan masak memasaknya.
*
*
"Apa?"
Seru Kala dari dalam kamar saat mendengar Dya mengetuk pintu kamarnya.
"Ayo makan Mas,makanan nya sudah siap"
Jawab Dya sedikit berteriak karena takut Kala tidak mendengar ucapan nya.
Ceklek...
Kala pun muncul dibalik pintu dengan muka datang bin dingin nya.
"Ayo makan dulu.Dari siang kan Mas belum makan"
Ucap Dya lagi saat Kala sudah membukakan pintu kamarnya.
__ADS_1
Tanpa menjawab Kala pun berlalu melewati Dya begitu saja untuk menuju ke ruang makan dimana beberapa menu makan malam sudah tertata rapih di atas meja.
Kala tersentak kaget saat Dya mengambil piring yang ada didepan nya lalu mengisi piring kosong itu dengan nasi dan juga lauk nya.
Lalu menyerahkan nya kembali pada Kala.Belum lagi Dya juga menyodorkan satu gelas teh manis panas.
Minuman kesukaan Kala sebagai pelengkap saat dirinya makan.Kala tidak menyangka jika Dya akan melakukan hal itu tanpa dia minta.
Setelah selesai menyiapkan makanan untuk sang suami dia pun kini mulai menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri.
Dan setelah berdoa dia mulai memakan menu makanan yang tadi Dya buat sendiri dengan kedua tanga nya.
Keduanya makan dalam keheningan.Hanya suara dentingan garpu dan sendok yang saling beradu masuk ke indra pendengar mereka masing masing.
"Besok aku mulai bekerja dikantor Papah"
Ucap Dya memutus keheningan diantara keduanya.
"APA?apa kamu bilang tadi?"
"Mulai besok,aku akan bekerja dikantor Papah"
*
*
...πΈπΈπΈ...
.
Note.Bantu follow akun ig dan tiktok Othor dong...biar kita bisa saling sapa dengan lebih leluasa lagi.Terima kasih.π€π€π₯°π₯°
Ig : Triyani_trian87
tiktok : Triyani87
__ADS_1