Dokter Cantik, Marry Me!

Dokter Cantik, Marry Me!
Bab 23 Menolak Damai


__ADS_3

"Saya mohon maaf atas semua yang terjadi kemarin, Pak Ray!" ucap Abraham pada Ray.


Abraham benar-benar menemui Ray di rumah pria itu. Janji temu pada pagi hari, Ray tolak karena alasan sedang ada urusan penting. Hingga mereka baru bisa bertemu siang ini.


"Jujur saya sendiri tidak mengetahui Daffin kalau Daffin seperti itu, dibelakang kita semua."


"Saya sendiri tidak tahu siapa gadis itu."


"Dan bahkan saya sendiri tidak tahu apakah dalam video itu benar-benar Daffin atau ini semua hanya rekayasa."


"Karena sampai saat ini, Daffin terus mengurung dirinya dikamar di apartemennya." Bohong Abraham.


"Dia sepertinya sangat shock dan malu. Dia tidak menjawab panggilan ataupun membalas pesan saya."


Ray diam saja. Ia hanya terus menjadi pendengar yang baik. Coba dilihat pak Abraham. Jangan-jangan putra anda sedang bersenang-senang bersama gadis lain. Batin Ray.


"Tapi kan anda tahu sendiri, wajahnya di video itu tidak terlihat jelas."


Kali ini, Ray bisa menahan senyumnya mendengar apa yang pria di depannya ini katakan. Pria yang sampai kemarin masih ia hormati, namun sejak kemarin pula ia kehilangan respect terhadap pria ini.


Apa yang mau dielakkan lagi? Pria dalam rekaman video itu benar-benar Daffin. Beberapa kali wajah tampan itu terkena cahaya lampu, dan Abraham masih berusaha menyangkal.


"To the point saja pak Abraham! Apa tujuan anda menemui saya?" Ray tidak ingin mendengar pria ini terus berputar-putar membersihkan namanya.


"Saya tahu, kedatangan anda setelah peristiwa kemarin pasti bukan hanya sekedar untuk berbasa basi." Ray mengambil secangkir kopi dan meminumnya.


"Ehm. Begini, Pak Ray."


"Saya ingin kita muncul di media dan mengatakan semua masalah ini sudah selesai dengan cara kekeluargaan," ucap Abraham.


Ray menaikkan sebelah alisnya dan berusaha memikirkan tawaran pria tua di depannya.


"Saya tidak akan menuntut siapapun yang membuat video itu dan menayangkannya di acara kemarin."

__ADS_1


"Saya sudah muncul di media dan menjelaskan apa yang saya tahu," jawab Ray.


"Anda silahkan saja muncul dan buatlah konferensi pers anda sendiri, Pak Abraham."


"Jelaskan pada mereka apa yang ingin anda jelaskan!" lanjut Ray.


"Jika kita muncul bersama dan ada pertanyaan yang datang pada saya mengenai kebenaran apakah Daffin memang pria dalam video itu, saya harus jawab apa?" tanya Ray.


"Katakan saja semua hanya kesalahfahaman dan hanya settingan pihak yang tidak ingin pertunangan itu terjadi," jawab Abraham.


"Dan jika mereka tanya siapa pelakunya, kita hanya perlu katakan bahwa kita sedang mencarinya. Padahal tidak."


"Lama kelamaan masalah ini akan hilang dengan sendirinya. Bagaimana pak Ray?"


Ray diam saja. Ia sedang mencoba memikirkan apa yang pria licik bermuka dua ini tawarkan.


Ray cukup kagum dengan keberanian dan ketidak tahu maluan Abraham. Jelas-jelas dalam video itu, Daffin mengatakan bahwa ia dan daddynya hanya memanfaatkan Chiara. Sementara sekarang, Abraham tidak sedikitpun meminta maaf atas ucapan Daffin itu.


Pria ini malah mengelak bahwa itu bukan putranya. Lalu menawarkan damai?


Atau dia tahu itu putranya sehingga ia minta damai agar aku tidak perlu menunjukkan bukti keaslian video itu dan membuktikan bahwa pria itu benar-benar Daffin? Batin Ray.


Ray menggeleng lemah. "Saya tidak bisa bersandiwara seperti itu, Pak Abraham," tolak Ray.


"Sebenarnya saya cukup syok dengan video yang muncul kemarin."


"Tapi saja juga bersyukur karena mengetahui tujuan anda dan putra anda tepat waktu."


"Saya tidak menyangka bahwa anda benar-benar memanfaatkan putri saya untuk tujuan lain." Ray sengaja membahas hal ini. Ia ingin memastikan bahwa apa yang Daffin katakan memang benar atau tidak.


"Tapi sekali lagi Pak Abraham. Seperti yang saya ucapkan di media kemarin malam. Saya tidak akan mencampur adukan masalah ini dengan kerja sama kita."


"Dan anda, silahkan bersihkan nama baik putra anda dengan cara anda sendiri."

__ADS_1


"Jangan ajak saya untuk bersandiwara di depan media dengan mengatakan video itu hanya rekayasa belaka."


"Karena saya tidak ingin, perjuangan orang baik yang menunjukkan kebenaran pada saya menjadi sia-sia."


Ray tidak bisa percaya begitu saja pada pria di depannya ini. Ia tahu, mereka tidak akan melepaskan Caraka begitu saja mengingat begitu marah dan bencinya Daffin pada Caraka. Daffin bahkan menganggap dirinya menang karena merasa telah mendapatkan Sabella dan Chiara.


Ray juga ingin membantu memuluskan rencana Caraka. Yang mana tujuan pria itu adalah membuat Daffin sibuk memperbaiki nama baik dan perusahaannya agar tidak mencari Sabella.


Jika mereka damai, Daffin akan merasa semuanya selesai lalu fokus mencari Sabella dan membalas dendam terhadap Caraka.


Ya walaupun dengan menolak tawaran Abraham, tidak menjamin mereka tidak akan membalas dendam terhadap Caraka, tapi setidaknya Daffin tidak punya kekuasaan seperti kemarin. Klien dan orang-orang penting juga akan berfikir dua kali untuk membantunya.


Ray juga sempat berfikir akan melindungi Sabella jika sampai gadis itu dimintai keterangan terkait video milik Caraka itu. Ray akan memberikan kehidupan baru yang layak bagi Sabella.


Karena biar bagaimanapun, Sabella juga korban dari kejahatan Daffin dan terkuaknya video itu.


"Ada yang ingin dibicarakan lagi, Pak Abraham?" tanya Ray mulai jengah karena pria di depannya hanya diam sambil menahan amarah.


"Jika tidak, saya rasa saya harus segera pergi ke kantor karena saya juga harus meetting dengan para pemegang saham yang sedang menunggu penjelasan dari saya." Ray berdiri dari sofa dan mempersilahkan Abraham untuk keluar dari rumahnya.


Abraham bermasam muka. Ia merasa terhina dengan apa yang Ray katakan. Tujuannya datang hanya agar masalah video itu tidak berlanjut. Karena jika sampai memang terbukti itu Daffin, maka habislah sudah. Reputasi dan nama baiknya benar-benar hancur.


Jika dia maju dan mencoba menyangkal, dengan mengatakan semunya bohong dan bukan Daffin dalam video itu, rasanya ia akan kalah. Terlihat jelas Ray begitu tenang. Abraham yakin, Ray punya bukti kuat untuk membuktikan kebenarannya.


Abraham meninggalkan rumah Ray dengan rasa marah yang luar biasa. Marah karena kebod*han Daffin dan marah pada kesombongan Ray yang menolak damai.


"Caraka!" gumam Abraham menyebut nama Caraka, pria yang dicurigai oleh putranya ada dibalik rekaman video itu.


"Aku akan membuat perhitungan denganmu." gumam Abraham lagi.


Abraham yang duduk di kursi belakang mobil menghubungi seseorang yang akan menjalankan tugas penting darinya.


"Cari informasi sedetail mungkin tentang pria bernama Caraka! Akan ku kirim fotonya!"

__ADS_1


Abraham mengirim foto Caraka yang ia dapatkan dari Daffin kepada orang suruhannya.


__ADS_2