Dokter Cantik, Marry Me!

Dokter Cantik, Marry Me!
Bab 43 Bukan Double Date


__ADS_3

Chiara sudah bersiap. Ia bahkan sudah berpamitan pada kedua orang tuanya yang sudah lebih dulu pergi ke rumah Rion. Kedua orang tuanya sudah biasa menghabiskan malam minggu dengan berkunjung ke rumah abangnya itu untuk bermain dengan Queen dan Prince.


Sore tadi, Chiara mendapat pesan dari Syakilla. Gadis itu mengajaknya menonton film di bioskop bersama Shaka. Ia tentu tidak keberatan. Biar bagaimana pun, ia juga harus menghibur dirinya sendiri.


Chiara segera keluar dari dalam rumah sesaat setelah mendengar suara mobil milik Shaka masuk ke area halaman rumahnya.


Chiara langsung berjalan menuju mobil. Syakilla membuka kaca mobil dan hendak membuka pintu.


"Kamu di depan aja, Sya!" ucap Chiara melarang Syakilla membuka pintu mobil karena ia tahu, gadis itu pasti akan pindah ke kursi belakang bersama dirinya. Sementara Chiara tidak masalah jika ia duduk dibelakang sendirian.


"Aku sama kamu di belakang," balas Syakilla tetap akan membuka pintu mobil.


"Gak perlu, disitu aja," jawab Chiara. Ia membuka pintu mobil dan segera duduk tepat dibelakang kursi yang Syakilla duduki.


Tapi saat melihat ke samping, tampak seorang pria yang duduk diam sambil memfokuskan diri pada ponselnya.


Andai Chiara tahu, pria itu hanya menyentuh icon menu dan home secara bergantian. Pria yang tengah gugup itu sedang tidak tahu harus berbuat dan mengatakan apa pada Chiara.


Caraka, ia sedang mengandalkan Shaka dan adiknya untuk mencairkan suasana. Semangat empat limanya mendadak lenyap tak tersisa saat Chiara duduk di sampingnya.


Ini bukan karena tak sengaja bertemu. Ini juga bukan untuk urusan keluarga apalagi masalah pekerjaan. Dan Caraka takut, Chiara malah menduga ini akal-akalan dirinya untuk kembali mendekati gadis itu.


*Ah, kenapa baru kepikiran sekarang sih? Semoga Chiara gak berfikir kalau ini rencanak*u.


"Loh, abang ikut juga!" Ucap Chiara yang sedikit terkejut karena keberadaan pria di sampingnya itu.


Caraka melihat Chiara sekilas. Ia tersenyum dan mengangguk. "Diajak sama mereka, Chi," jawabnya melirik tajam kepada Shaka yang mengulum senyum. Keduanya beradu tatap lewat spion tengah.


"Makanya, aku mau pindah kebelakang, Chi!" ucap Syakilla melihat kearah belakang.


"Gimana, aku pindah ya..."


"Ck!" Decak Shaka. "Kelamaan Sya! Keburu filmnya di mulai!" Shaka langsung melajukan mobilnya tak memberi kesempatan untuk Syakilla turun.


Shaka sengaja, karena ini memang rencana mereka. Mendekatkan kedua insan manusia di kursi belakangnya itu.


"Shak! Aku takut Chia gak nyaman duduk sama jelmaan botol infus!" ucap Syakilla asal.


"Astagfirullah!" teriak Caraka refleks. "Kamu Sya! Masa abang sendiri di samain sama botol infus yang ngegantung sih?" kesal Caraka yang kini menegakkan tubuhnya.


Shaka sudah terbahak. "Bukannya abang emang suka digantung!"


"Bertahun-tahun ngajak nikah, malah kena tikung!"


Skak!


Caraka kena mental.


Ia hanya bisa melirik Chiara yang tampak mengulum senyum. Sementara adiknya dan pria yang tengah mengemudi itu terus tertawa.


Melihat wajah Caraka yang tampak datar dan Chiara yang juga sedang dalam posisi serba salah, membuat Syakilla memberi kode pada Shaka untuk berhenti tertawa.


"Ssst!" Syakilla melirik kebelakang dan Shaka langsung melihat wajah keduanya dari spion mobil.


"Udah dong! Cuma bercanda kali, bang! Mukanya dibalikin lagi, dikendorin dikit! Jangan tegang gitu!" ucap Shaka berusaha mencairkan suasana.

__ADS_1


"Iya... Chiaranya aja bisa bersikap biasa aja! Dia yang ditembak loh! Tapi dia bisa santai duduk berdua sama abang!" Sahut Syakilla.


"Itu artinya, dia bisa lebih dewasa dari abang!"


"Percaya kan Chi, kalau jodoh ditangan Tuhan dan memang sudah diatur?" tanya Syakilla.


Chiara mengangguk. "Hubungan yang udah ada lebih dulu, jangan sampai rusak hanya karena hubungan yang belum dimulai."


Caraka tertohok. Gadis itu secara tidak langsung mengatakan bahwa hubungan pertemanan dan persaudaraan mereka selama ini tidak boleh rusak hanya karena pernyataan cintanya yang belum berbalas.


Huh! Aku paling tua, tapi kenapa kadang mereka bisa berfikir lebih dewasa dariku! Batin Caraka.


Diperjalanan terjadi hal yang tidak terduga. Mereka terjebak dalam kemacetan panjang.


"Kenapa ini, Shak?" tanya Syakilla. "Kok macet begini?" tanyanya lagi.


Shaka menggeleng. Siku tangannya bertumpu di jendela mobil dan tangannya memegang dagu. "Mungkin ada kecelakaan, Sya!"


"Gak ada jalan lain, Shak?" tanya Caraka. "Putar balik aja kalau gak! Dari pada kita terjebak disini sampai malam."


"Ada, tapi masih 200 meter di depan bang!"


"Mungkin butuh waktu setengah jam untuk bisa sampai disana. Sekarang ini, mau maju semeter aja butuh lima menitan."


"Sabar aja, deh! Mungkin petugas masih mengevakuasi korbannya," potong Chiara.


Mereka mengangguk setuju.


"Yaaa.. batal dong kita nontonnya." ucap Syakilla tiba-tiba. Ia melihat jam di ponselnya dan film dimulai 20 menit lagi."


"Masa iya udah sampe disini, kita malah pulang!"


"Gimana bang!" Tanyanya pada Caraka.


"Terserah, Shak!" jawab Caraka. "Aku ngikut aja!"


Setelah hampir jam 9 malam mereka berputar putar mencari tempat makan, akhirnya mereka memilih berhenti di sebuah angkringan ala Jogja.


"Kamu yakin mau makan disini, Chi?" tanya Caraka agak ragu. Ia tak yakin, Chiara mau makan di pinggir jalan seperti ini. Dengan menu sederhana pula.


Chiara mengangguk. "Gak masalah bang!" Bahkan gadis itu sudah ikut turun bersama Shaka dan Syakilla.


"Ayo Chi!" ajak Syakilla. "Sejenak kita lupakan apa itu kolesterol dan berat badan ideal!" Syakilla tertawa.


"Sate paruh, telur puyuh, sate kerang, dan kawan-kawan, come to mama...!" lanjut Syakilla tak sabaran. Chiara hanya bisa tertawa kecil melihat reaksi Syakilla yang seperti menemukan surga dunia itu.


Mereka duduk saling berhadapan. Syakilla berhadapan dengan Chiara, Shaka dengan Caraka.


"Double date, mas?" tanya pelayan yang mengantarkan minuman ke meja mereka.


"Bukan!" jawab Caraka. "Saudara, mas!"


Chiara dan kedua orang di depannya sontak menatap Caraka yang menjawab lebih dulu. Bahkan terkesan terburu-buru, takut keduluan salah satu dari mereka.


***

__ADS_1


"Terima kasih, semuanya." Chiara melambaikan tangan saat dirinya sudah sampai dengan selamat diantar oleh mereka bertiga.


Setelah dari angkringan, mereka memutuskan untuk sekedar berputar-putar keliling kota sambil bercerita di dalam mobil.


Sebenarnya hanya dirinya, Shaka dan Syakilla yang bercerita karena Caraka lebih banyak diam.


Chiara melangkah masuk ke dalam rumah, dan ia langsung menuju kamarnya. Chiara merasa hubungannya dengan Caraka tak seperti dulu lagi.


Kalau dulu, mereka tetap bisa berinteraksi seperti biasa tanpa kecanggungan, tapi kali ini berbeda. Pria bernama Caraka itu tampak sungkan terhadap dirinya.


Chiara menghempaskan diri keatas ranjang.


"Huuf!" Chiara menghembuskan nafas kasar. "Ternyata sikap bang Caraka yang begini gak seru!" keluhnya.


"Sok jaim!"


"Seperti orang baru kenal!"


"Seperti orang yang punya banyak salah sama aku!"


Chiara menatap langit-langit kamarnya. "Apa aku kasih kesempatan untuk kami berdua memulai semuanya dari awal ya?" gumamnya.


"Aku hanya perlu menanyakan tentang perasaannya, apakah masih sama atau enggak?"


"Kalau iya... mungkin gak ada salahnya kami jalani dulu pelan-pelan!"


Chiara menggeleng. "Ck!" decaknya. "Aku kan seorang perempuan, masa iya aku yang mulai bicara duluan?" Ia mendadak kembali ragu.


"Tapi, kan aku cuma perlu kasih jawaban atas permintaannya setahun lalu!" Chiara kembali mempertimbangkan hal itu.


"Aahhhh!" teriaknya kesal. Ia mengambil bantal dan menutup seluruh wajahnya.


Ia akui, ia kagum pada Caraka yang bisa sukses meraih gelar spesialis diusianya yang masih muda. Ia tahu, pria itu sangat gigih dan bertekad kuat.


Ia tahu Caraka pria baik. Pria yang sopan dan pintar. Caraka juga bukan pemabuk, apa lagi suka gonta-ganti pasangan.


Chiara benar-benar harus mengesampingkan masa lalu mereka. Paa lagi Sabella dan Daffin sudah tidak akan lagi bisa masuk ke dalam kehidupan mereka.


****


PENGUMUMAN!


Selamat sore pembaca sekalian 😊😊


Maaf kan author yang tenggelam selama seminggu tak ada kabar.


Bukan niat hati untuk mengecewakan kalian.


Tapi, Author sedang dalam pemulihan pasca melahirkan. Alhamdulillah, author dan my baby boy dalam keadaan Sehat dan selamat.


Setelah ini, author akan usahakan up meski tidak rutin.


Mohon pengertiannya,


Dan author ucapkan terima kasih 😊😊😊

__ADS_1


Salam sehat guys 😚


__ADS_2