Don'T Forget Me , Only You My Love Forever

Don'T Forget Me , Only You My Love Forever
Pohon Bercampur Emas


__ADS_3

Mendengar jawaban Styfen, Clara sangat terkejut.


"Pantas saja gaun ini membesar dan mengecil sendiri... bukan gaunnya tapi aku yang bertambah besar dan juga mengecil" Clara bergumam, tubuhnya melemas hingga ia jatuh tersungkur ke lantai.


Styfen spontan memegangi Clara dan memapahnya untuk duduk di sofa.


" Sebenarnya ada apa? kamu ini sungguh membuatku takut.." Styfen memegang pundak Clara sambil menatapnya.


"Di tempatku baru tahun 2020" Clara masih menatap dengan tatapan kosong.


"lalu kenapa kamu sangat terkejut, bukankah sangat mungkin jika terjadi perbedaan tahun antara dunia kita.." Styfen menjawab dengan sangat santai.


"๐Ÿ˜’Bukan itu masalahnya, duniaku dan duniamu memiliki perbedaan waktu 1 jam.. di tempatku ini baru jam 4. Kalo masalah hari dan bulannya sama. Tapi tahunnya menjadikan umurku bertambah 5 tahun ketika disini.." Clara bicara dengan melontarkan tatapan sinis kepada Styfen.


" Memangnya kamu berumur berapa?" Styfen bertanya.


"Ahhhaaaahhhaaa... ๐Ÿ˜ญ Aku tua... aku bahkan belum kuliah" Clara mewek sambil berteriak.


" Aku berumur 24 tahun, bukankah harusnya kamu juga seumuran denganku kan?" Styfen bicara sambil melihat Clara dari atas ke bawah lalu ke atas lagi.

__ADS_1


" ha-ha-ha..๐Ÿ˜ญ ๐Ÿ˜ฅ ayo pergi ke taman saja disana lebih membuatku bisa bernafas.." Clara pergi begitu saja tanpa memberi tahu umurnya yang sebenarnya.


" O ya ngomong- ngomong, kalo memang di sini semua orang dapat menggunakan sihir, kenapa tidak mencoba datang ke duniaku dengan mengunakannya?" sambil berjalan pelan Clara mengalihkan pembicaraan.


"Kami sudah mencoba ratusan kali, mulai dari mantra membuka pintu rahasia hingga mantra penghancurpun sudah di coba, tapi tak satupun mantra yang berhasil. Tembok itu sangat kokoh dan penuh aura mistis" Styfen menjawab sambil duduk.


"Kalau boleh tau, berapa umur kakakmu ketika pergi?" Clara penasaran.


" 25 tahun.. " Styfen menjawab sambil memetik bunga yang ia lihat di samping tempat duduknya.


" Berarti kakakmu berumur...๐Ÿค”.. tunggu.. kalo di tambah 5 tahun jadinya 30 tahun, tapi kalo memuda berati 20 tahun"


" Apa maksudmu? kamu ini membuatku bingung.." sambil menjawab Styfen memberikan bunga itu kepada Clara.


"Baik bertambah atau berkurang aku berharap kakak ku baik- baik saja๐Ÿ˜ž, kamu sungguh belum pernah bertemu dengannya?" Styfen berharap.


"Maaf.. aku sungguh belum pernah bertemu dengan kakakmu, aku pindah ke rumah itu baru 5 hari lalu.. kakakmu pasti baik- baik saja di suatu tempat. Nanti kalo aku bertemu dengannya aku janji akan memberi tahu kamu" Clara mencoba menghibur Styfen.


" โ˜บ trimakasih..." Styfen tersenyum.

__ADS_1


" O ya apa aku bisa make sihir juga y disini? " Clara mencoba menganti topik percakapan.


"Coba kita cari tau aja.. ayo ikut aku.." Styfen mengeluarkan tongkat sihirnya, dan kemudian mengandeng tangan Clara untuk naik kereta kuda miliknya.


Clara melihat ke sana kemari, ia terkesima dengan pemandangan alam yang terlihat dari atas kereta kuda yang terbang. Tak lama mereka sampai di suatu tempat. Tempat itu sunyi dan sepi terletak di tengah hutan. Terdapat berbagai macam bunga yang tumbuh mengelilingi sebuah pohon, pohon itu berwarna coklat keemasan sama dengan warna tongkat sihir Styfen, dan ada pintu di sebelah kanan pohon.


" Masuklah.. " Styfen menyuruh Clara masuk ke dalam pintu.


" Sendiri? aku harus ngapain di dalem pohon?"


Clara bingung.


" Masuk aja dulu nanti ada yang bakal bantuin kamu.." Styfen tidak menjelaskan.


Clara masuk ke dalam pohon, di sana ada patung seorang Kakek yang mengenakan pakaian serba putih. Rambutnya berwarna emas dan membawa tongkat sihir berwarna coklat. Dua langkah Clara masuk ke dalam, tiba- tiba patung itu berubah menjadi manusia.


" Kamu ingin membuat tongkatmu? ayo masuk, duduklah di akar pohon itu" Kakek berbicara sambil menunjuk sebuah akar yang menjulang ke atas lantai.


Clara duduk di sana tanpa mengucapkan apapun. Kakek itu kemudian membaca sebuah mantra dan menghentakkan tongkatnya hingga mengeluarkan sebuah cahaya yang menuju akaritu.

__ADS_1


Tiba- tiba akar itu berubah menjadi sangkar dan membuat Clara berada di dalamnya seperti burung yang di kurung. Dalam sangkar itu terdapat 2 buah tanaman pohon yang sangat cantik. Kakek itu menyuruh Clara untuk mengambil salah satu tanaman itu. Clara pun mengambil yang sebelah kanan dan tiba- tiba tanaman itu masuk kedalam tangan Clara.


Bersambung...


__ADS_2