Don'T Forget Me , Only You My Love Forever

Don'T Forget Me , Only You My Love Forever
Air Terjun


__ADS_3

Karena Putri Laura tidak meninggalkan alamat pasti pada Clara.. Clara sulit untuk menghubunginya.. mereka dapat bertemu dan berbincang apabila putri Laura menghubungi Clara.


"Ayo kita jakan- jalan peri.. aku mau lihat tempat lain yang ada di negeri ini.. " Rey berdiri sambil mengandeng tangan Clara.


"Maksud opa tempat apa? Setauku g ada tempat lain yang bisa di kunjungi opa.." Clara mendongak melihat wajah Rey.


"Masak? kebun binatang g ada? pasar? mol? tempat rekreasi, atau pantai?" Rey melepas tangan Clara.. dan menyihir sepasang sayap untuk dirinya.


"G ada opa.. aku belum pernah denger tentang tempat- tempat itu.. selain pantai.. " Clara menggelengkan kepalanya.


"La pantai ada kan.. ke sana aja ayo.. maen air enak kayaknya peri.." Rey menyihir sayap untuk Clara juga.


Clara mendekati Rey yang sedang terbang berputar- putar didalam kamar.


"Pantai.. kalian yakin..? itu cukup jauh untuk di kunjungi... " Styfen tiba- tiba datang membuka pintu kamar.


"Bagaimana kamu tahu kami ada di sini?" Rey penasaran.


"Aku tidak tahu.. tapi saat lewat, aku kebetulan mendengar kalian berbincang..." Styfen duduk di kursi rias kakaknya.


"emm... jadi yang mulia ini mau kemana pasti sibuk kan...? " Rey bertanya.


"Tidak.. aku hanya sedang berjalan- jalan saja.. bagaimana kalau ke Air Terjun?" Styfen memberi saran.


"Boleh juga.. y kan peri.." Rey melihat Clara yang ada di sampingnya.


"Air Terjun? bukankah tidak ada air Terjun di negerimu ini.. apa aku lupa y? " Clara menggaruk - garuk kepalanya.


"Kamu tidak lupa.. tapi memang tidak tau.. Air Terjun ini baru saja di temukan.." Styfen berdiri dan menyihir sayap untuk dirinya.


"Benarkah.. aku penasaran.. ayo kesana.. " Clara sangat berantusias.


"Makanya sering- seringlah datang kemari..." Styfen menggerutu.. sambil terbang keluar melalui jendela.


Rey dan Clara mengikuti Styfen.. mereka berdua terbang di belakang Styfen..


Sesampainya di tempat itu.. tak nampak Air Terjun disana.. hanya nampak pepohonan besar dan beraneka tumbuhan di tengah hutan.. tapi Styfen turun dan menghilangkan sayapnya.


"Ini tempatnya.. Clara masuk ke pohon itu.. dan untuk Rey masuklah ke pohon besar di balik batu itu y.." Styfen menunjuk ke arah dua pohon yang berdampingan.

__ADS_1


"Kenapa kami masuk ke tempat berbeda Styf? " Clara penasaran.


"Iya.. Terus bener ini tempatnya..? kok sepi ? g ada orang mau mandi atau berenang juga? " Rey nampak bingung.


Tempat itu sungguh terasa tenang.. bahkan binatang pun tak ada yang terlihat di sana.


"Inilah keajaiban Air Terjun ini.. yang perempuan tidak akan dapat masuk ke pohon sebelah kiri.. sebaliknya laki- laki tidak dapat masuk ke pohon sebelah kanan.. sekalipun ada suami istri, tak ada yang dapat masuk bersama ke dalam salah satu pohon.." Styfen duduk di sebuah batu besar..


"Emm.. jadi air Terjun di dalam 2 pohon ini ada khusus pria dan khusus wanita.. " Clara menganguk- anggukkan kepala.


"Benar.. makanya Air Terjun ini aku beri nama .. Air Terjun Wanita dan Air Terjun Pria..


Sudah sana masuk.. mumpung tempat ini sepi karena sudah hampir malah.. " Styfen mengeluarkan tongkat sihirnya.


"Kamu tidak ikut denganku? Rey berbalik.. ketika ingin masuk ke dalam pohon.


"Tidak aku tunggu di sini saja.. bersenang- senanglah kalian.." Styfen membuat sebuah ayunan besar yang mengambang untuk dirinya berbaring.


Clara pun akhirnya masuk kedalam pohon begitu juga Rey sementara Styfen membaringkan tubuhnya di ayunan besar itu.


Satu jam kemudian Clara terbang keluar dari pohon wanita.


"Tidak.. malah aku sedang bersantai.. sulit mendapatkan kesempatan seperti ini untukku Clay.." Styfen mengangkat badannya.


"Pasti sulit menjadi raja bukan? " Clara duduk di sebelah Styfen.


"Memang sulit.. tapi tidak sesulit jauh darimu.." Styfen memandang Clara.


Clara yang tau Styfen sedang memandangnya.. memalingkan wajahnya..


"Air Terjunnya luar biasa ya.. airnya hangat dan sangat cantik.. banyak hewan tinggal di sekitarnya pula.." Clara mengalihkan pembicaraan.


"Iya kah.. ? di Air Terjun Pria juga nampak seperti itu.." Styfen memalingkan pandangannya dan melihat ke depan.


"O iya.. aku lupa kalau kamu tidak dapat masuk ke pohon wanita.. maaf y.." Clara menutup mulutnya.


"Setelah seorang penyihir yang sedang mencari tanaman obat menemukan tempat ini.. aku melakukan penelitian.. aku masuk dan melihat- lihat pohon pria.. sementara Joya aku minta untuk masuk ke pohon wanita.. aku bahkan mencari informasi tentang tempat ini di perpustakaan kerajaan.." Styfen memandang kedua pohon itu.


"Lalu kamu menemukan sesuatu?" Clara penasaran.

__ADS_1


"He'em.. Ada sebuah catatan yang menuliskan tentang hubungan terlarang antara seorang raja dan ratu dari negeri lain.. mereka kawin lari dan tak pernah terlihat lagi hingga saat ini.." Styfen menunduk.


"Terlarang.. huahh" Clara menguap.. ia merasa ngantuk.


"Iya mereka sudah menikah dan masing- masing memiliki pasangan.. tetapi tetap menjalin hubungan secara diam- diam.." Styfen melihat Clara.


"Lalu apa hubungannya dengan pohon ini? " Clara bingung.


"Hheem.. lihat kedua pohon itu.. di tengah pohon itu terpasang mahkota mereka berdua.. tak dapat di lepaskan" Styfen menghela nafas dan kemudian mengayunkan tongkat sihirnya.


Sebuah cabang dari kedua pohon bergeser dan nampak mahkota ratu di pohon wanita dan mahkota raja di pohon pria.


"Kamu menutupinya dengan dahan.. " Clara terkejut.


" Iya agar tidak ada yang tahu.. " Styfen menutup kembali mahkota itu.


"Apa kamu sungguh merelakan hubungan kita Clay? ini masih belum terlambat.. kita belum menikah.. pikirkanlah lagi..kita bisa saja.. " Styfen berhenti berbicara ketika melihat kepala Clara bersandar di pundaknya.


Ternyata Clara tertidur.. ia tidak bisa menahan kantuk.. dengan adanya angin yang sepoi- sepoi di tambah ayunan yang ia duduki terus bergoyang.. membuat Clara tidak sengaja bersandar di tubuh Styfen.


Styfen mengerakkan tangannya kekanan dan kekiri di depan wajah Clara.. tapi Clara tidak bergerak.. Styfen yang menyadari jika Clara telah tertidur lelap.. membiarkannya.. ia malah ikut menyandarkan kepalanya di kepada Clara.


"Aku sungguh menderita Clay.. tidakkah kamu mengetahui betapa sakitnya hatiku ini.. " Styfen bergumam.. ia bahkan meneteskan air mata.


Mereka berdua saling bersandar di atas ayunan yang bergerak.. heningnya suasana menambah perih perasaan Styfen.


Tiba- tiba Rey keluar dari pohon..


Styfen yang menyadari itu segera menundukkan kepalanya.. sambil pura- pura tidur.. Styfen menjentikkan jarinya.. Seketika air matanya terhapus.


"Heh.. apa yang kalian lakukan.. " Rey mendekat dan memegang pundak Clara lalu menariknya.


"Aduh.. " Clara melihat Rey di depannya begitu ia membuka mata.


"Opa.. kenapa aku di tarik- tarik.. huahh " Clara protes sambil menguap lagi.


"Kamu ngapain sandaran segala.. ayo pulang.." Rey yang cemburu menarik tangan Clara dan membawanya terbang.


Mereka berdua kembali ke istana begitu saja dan meninggalkan Styfen sendirian..

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2