
Rey mengambil arsip itu, sambil duduk ia melihat- lihat arsip selembar demi selembar.
Rio sang sekertaris duduk di ranjang.. sambil terus mengomel.. ia menasehati Rey untuk tidak terus- menerus mengurus pekerjaan, hal itu akan membuatnya kelelahan dan membutuhkan waktu semakin lama untuk sembuh. Cukup mengandalkan sekretarisnya itu untuk menghadiri rapat dan lain sebagainya.. Rey cukup memberikan tandatangannya pada beberapa dokumen penting yang telah Rio siapkan dan bawa kepadanya.
Rey tidak mendengar nasehat Rio.. menurut Rey.. selama ia masih sanggup berbicara maka ia akan bekerja.
Rio pun menyerah, Rey memang keras kepala dan berpendirian teguh cukup sulit untuk membuatnya berubah fikiran apalagi setelah ia mengambil keputusan.
" Opa.. Apa kamu.. loh kamu di sini kak Rio? " Clara tiba- tiba masuk...
" Iya.. barusan datang.. untuk membawa arsip permintaan Rey" Rio menjawab.
" Hem.. aku kan sudah bilang opa jangan mengurus urusan perusahaan dulu.. paling tidak 1 bulan lagi opa.. mana..!" Clara marah dan mengambil semua arsip yang Rey pegang dan memberikannya kepada Rio.
" Ini kak.. tolong bereskan semuanya untuk opa y kak.. dan laporkan hasilnya kepada opa.. agar dia puas dan tidak mencari- cari alasan untuk bekerja.." Clara berdiri di samping Rey.
Rio tersenyum senang dan lega.. sekaligus bercampur sedikit geli.. melihat bos dan sahabatnya yang tadi baru saja gigih untuk terus bekerja.. menjadi diam tanpa kata. Rio menerima dokumen- dokumen itu sambil menganguk- anggukkan kepalanya.
"Ada apa opa? biasanya kamu sudah puas dengan hanya menerima laporan dan menandatangani berkas saja.. kenapa kali ini opa ingin mengurus pekerjaan?" Clara mencemaskan Rey .
"Tidak.. bukan begitu peri.. jadi gini ada seorang pemegang saham yang cukup rumit.. dan aku rasa Rio akan kesulitan menghadapi orang ini.. jadi urusan pekerjaan yang menyangkut dia aku tangani sendiri.. aku rasa Rio juga paham.. y kan Yo?" Rey melirik Rio.
Rio menghela napas dan mengangguk membenarkan pernyataan Rey.. karena memang betul pemegang saham yang di bicarakan Rey itu orangnya sangat sulit dan suka mencari- cari masalah.. diperlukan seseorang yang pandai bicara dan tangkas seperti Rey untuk menghadapi orang itu.
Akhirnya Clara menyerah dan membiarkan Rey mengurus pekerjaan itu. Tak lama setelah mereka berbincang, Rio berpamitan dan pergi dari rumah Clara.
" O.. y opa.. aku mau makan buah opa mau?" Clara bertanya kepada Rey .
__ADS_1
"Boleh.. yang banyak y.. kayaknya seger tu" Rey tersenyum
" Iya.. kalo gitu opa cpet ganti baju y.. ntar kita makanya di taman belakang rumah aja opa.." Clara pergi keluar.
Rey mengganti bajunya, sementara Clara pergi menyiapkan peralatan dan buah- buahan bersama Mbak Ani. Ia membawanya ke meja kayu yang terdapat di taman.
Setelah selesai menyiapkan peralatan.. seperti pisau, piring, tempat mencuci buah, dan tempat sampah untuk membuang kulit buah- buahan.. Clara kembali masuk untuk menjemput Rey.
Clara masuk ke kamar Rey dan kemudian membawanya turun .. semenjak Rey sakit dan tinggal di rumah Clara .. tangga rumahnya di renovasi agar dapat di lalui oleh kursi roda.
Sesampainya di taman Clara membantu Rey berpindah dari kursi roda ke kursi kayu yang ada di taman.
" Opa.. sebenarnya aku ingin memberi tahumu tentang sesuatu.. " Clara mengupas apel di depan Rey.
" Ada apa? bilang saja.. " Rey memandang Clara bingung.
" Emm.. sebenernya besok aku di undang ke acara ulang tahunnya temenku opa... kalau opa aku ajak mau?" Clara berhenti mengupas apel dan memandang mata Rey.
"Sebenernya ada acara dansa juga opa.. apa aku g usah berangkat aja y opa.. males juga rasanya.. bisa sih kita di pinggir dan menikmati hidangan aja.. tapi kayaknya bakalan bosen.. iyakan opa?" Clara kembali mengupas apel dan memotongnya menjadi beberapa bagian.
" Em.. jadi itu masalahnya.. pergi aja sama Rio.. dia tampan, tinggi, pinter dansa juga.." Rey tersenyum.
" Enggak ah opa.. masak g sama kamu.. males.. " Clara memberikan beberapa potong apel kepada Rey.
"Kenapa? takut di kira selingkuh? temen- temenmu juga tau kan kalo dia sekertaris aku jadi aman peri.. g bakalan ada yang ngomongin kamu.. aku jamin.. mereka juga tau gimana kondisi aku kan..?" Rey mencoba menyakinkan Clara.
" G mau opa.. aku maunya sama kamu.. y udalah g papa kita ngabisin makanan aja y opa.. besok ikut y.. mau kan?" Clara tersenyum manis sambil melihat Rey.
__ADS_1
" Iya.. besok aku siap.. " Rey tersenyum balik sambil mencubit pipi clara.
Clara marah dan melepaskan tangan Rey dari pipinya. Mereka berbincang, bercanda dan makan buah bersama di taman. Setelah hari menjelang malam.. Clara membawa Rey masuk dan menyuruh Mbak Ani untuk membersihkan meja dan peralatan yang ada di taman.
Merekapun akhirnya pergi beristirahat malam itu.
Pagi harinya Clara bangun pagi.. seperti biasa ia melihat keadaan Rey dan membantu Rey untuk makan.. melakukan terapi dan tentu saja membantu Rey meminum obatnya..
Akhirnya malam pun tiba.. Rey sudah siap dengan jas hitamnya yang membuatnya terlihat begitu tampan.. ia duduk di kursi roda sambil menunggu Clara di depan pintu kamar Clara.
Akhirnya Clara membuka pintu kamarnya.. Rey terpaku memandang Clara yang terlihat begitu cantik dengan gaun biru muda yang ia kenakan.
"Opa.. bagaimana penampilanku.. cantik ngak?" Clara berputar untuk memperlihatkan penampilannya kepada Rey.
Rey diam saja ia terhanyut sangat dalam melihat kecantikan Clara.
"Opa! aku cantik g? " Clara mendekati Rey dan memegang pundaknya.
" Hemm.. iya cantik.. cantik banget peri..." Rey memuji setelah sadar dari lamunannya.
" Ayo berangkat opa.." Clara mendorong Rey turun dari kamar menuju mobil.
" Kamu sungguh tidak ingin pergi dengan seseorang yang dapat berjalan di sampingmu peri?" Rey mencemaskan Clara karena dengan penampilannya yang begitu cantik ia harus ada di belakang.. mendorong pasangan pestanya dengan kursi roda.
" Tidak opa.. aku emang maunya sama opa aja kok.." Clara mencoba membuat Rey merasa nyaman.
Sesampainya di hotel, tempat acara itu di adakan.. Rey dan Clara masuk ke dalam.. Clara menunjukkan kartu undangan miliknya kepada seorang pria yang bertugas mengecek kedatangan setiap tamu. Acara ini di adakan khusus untuk tamu undangan dari pembuat pesta, tanpa kartu undangan siapapun tidak di perbolehkan masuk. Tamu yang membawa kado juga harus meletakkan kado yang dibawa ke atas meja yang telah di sediakan.
__ADS_1
Setelah melewati beberapa pemeriksaan Clara dan Rey di perbolehkan masuk. Clara langsung membawa Rey menemui temannya untuk mengucapkan selamat. Mereka pun berfoto bersama.
Bersambung...