Don'T Forget Me , Only You My Love Forever

Don'T Forget Me , Only You My Love Forever
Ada Cinta


__ADS_3

Clara selesai mandi dan duduk di kasurnya..


ia berfikir apakah mungkin ada hal lain yang menyebabkan putri Laura tidak dapat pulang selain berciuman?


Sekeras apapun berfikir Clara tetap tidak dapat menemukan alasan lain. Ia berdiri jalan ke sana ke mari .. sampai akhirnya hpnya yang berdering membuatnya duduk.


"Hallo.. y gimana opa?" Clara mengangkat telfon dari Rey.


"Gpp.. aku kangen aja.. kamu lagi apa?" Rey senyam- senyum mendengar suara Clara.


"Duduk- duduk aja opa.. o y tadi aku uda ke negeri sihir.. besok aku ceritain lengkapnya klo kita ketemu y.." Clara sangat bersemangat.


" Iya.. y uda gih bubuk peri kecilku yang imut dah malem lo in.. Love u.." Rey sangat senang berbicara dengan Clara.


"emm.. lov.. malem opa..." Clara menutup telponnya.


Clara diam termenung, ia ingat baru saja berciuman dengan pria lain.. ingin membalas love u too pun jadi g tega.. Clara mulai bingung dengan perasaan yang sesungguhnya.. dia menjalin hubungan dengan pria lain tapi tetap saja memikirkan tunangannya.. takut menyakiti perasaannya, seakan ia tidak ingin melepas keduanya.


Clara sadar kalau Rey juga ada di dalam hatinya. Walau begitu Clara masih saja belum dapat mengambil keputusan, memilih antara Rey atau Styfen ..

__ADS_1


Hari pun berlalu pagi ini terasa sangat aneh untuk Clara.. sejak bangun pagi ini hatinya terasa sangat tidak tenang.. seakan memiliki sebuah firasat buruk. Akhirnya Clara memutuskan untuk pergi ke negeri sihir untuk melihat Styfen sebelum ia berangkat ke kampus, Clara sangat hawatir, ia berfikir mungkin saja karena kejadian kemarin Styfen terkena imbasnya .. karena Clara baik- baik saja.


" Styf.." Clara memanggil Styfen yang terlihat sedang berdiri di taman.. ia lega karena Styfen terlihat baik- baik saja.


"Clara... g biasanya kamu datang di jam segini..? ada masalah?" Styfen bingung ..


" G ada.. cuman mastiin keadaan kamu baik- baik aja apa g.. soalnya kamu tau kan aku takut hal yang menimpa kakakmu menimpa kita juga.." Clara memandang Styfen lega..


" Tenang Clay.. kamu liatkan aku baik- baik aja dan kamu juga masih ada di hadapanku sekarang.." Styfen mencoba menenangkan Clara, ia menggenggam tangan Clara begitu erat.


" Ia syukurlah.. tapi dengarkan aku baik- baik.. seandainya hal buruk terjadi dan aku tidak kembali kamu harus melanjutkan hidupmu.. entah itu menikah dengan salah satu putri pilihan raja atau melajang seumur hidup kamu harus tetap bersemangat melanjutkan hidup.. paham.." Clara menggenggam balik tangan Styfen.


Ia berteriak dari atas aku harus segera pergi sampai jumpa.. Clara melempar tanda love dengan jarinya.


Sesampainya di rumah Clara berjalan menuju kamar dengan riang.. tiba- tiba Mbak Ani datang mengagetkan Clara.


"Non.. non Clara ini bagaimana sempet- sempetnya main ke dunia lain lo non- non.." Mbak Ani bicara sambil mengusap air matanya.


" Ada apa mbak kok nangis?" Clara menjadi gelisah.

__ADS_1


" Tunangan non mas Rey.. kecelakaan mobil di deket jalan tol non.. 😭😭 sekarang di rumah sakitnya Nyonya" Mbak Ani tambah kenceng nangisnya.


Begitu mendengar kabar itu Clara langsung berlari.. ia memanggil Mas Aji dan memintanya untuk mengantarkannya ke rumah sakit dengan cepat.


Sesampainya di rumah sakit Clara bertemu dengan ibu Rey yang sedang berada di bagian administrasi ..


"Tante.. gimana keadaan opa?" Clara terengah- engah karena berlari.


" Clara.. Rey masih di ruang ICU.. belum sadar Clay.. 😭😭" ibu Rey memeluk Clara, berurai air mata yang kembali pecah setelah melihat Clara.


Clara membalas pelukan itu.. matanya kini mulai berkaca- kaca.


"Sana.. lihatlah Rey.. mungkin setelah tau kamu datang dia akan sadar..." ibu Rey menunjuk ke arah ruang ICU.


Clara mengangguk dan kembali berlari.. akhirnya ia sampai di depan sebuah ruang dengan kaca yang besar.. ia melihat Rey terbaring di ruangan itu dengan seluruh tubuh yang terbalut perban. Hanya bagian wajah Rey saja yang terlihat baik- baik saja.


Melihat kondisi Rey yang sangat parah.. Clara pun menangis.. ia menangis tersedu- sedu.. hingga tak sadar ia duduk di lantai karena tubuhnya melemas.. Clara teringat bagaimana terakhir kali Rey mengirim satu set make up, bunga, dan coklat.. dan telpon tadi malam .. Clara menyesal tidak membalas ucapan Rey.. Rey begitu baik dan perhatian kepada Clara tapi apa yang Clara perbuat.. Tak lama Ibu Rey datang dan memapah Clara untuk duduk di kursi begitu melihat Clara.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2