Don'T Forget Me , Only You My Love Forever

Don'T Forget Me , Only You My Love Forever
Kesabaran


__ADS_3

Clara menjadikan salah satu foto Rey dan dirinya menjadi wallpaper hpnya... Clara selalu menemani Rey di rumah sakit.. berjalan- jalan di taman, makan, nonton tv atau film Drakor, dan lain- lain.. bahkan Clara membantu Rey berkeramas. Kini tiga bulan telah berlalu..


Hari ini Rey sudah diperbolehkan pulang.. tangannya sudah dapat digerakkan.. tetapi belum dapat berjalan. Ia harus mengunakan kursi roda.


Rey harus mengikuti terapi 3 hari dalam seminggu di rumah sakit. Jika ia gigih maka kakinya akan segera pulih dan ia akan dapat segera berjalan.


Clara dengan sabar selalu menemani Rey.. Clara membangunkannya setiap pagi ketika waktunya tiba untuk terapi.. membantunya bersiap dan menemaninya melakukan terapi dari awal hingga akhir.


" Ini Minggu ke 4 terapimu opa.. kamu harus lebih giat berlatih..." Clara memapah Rey untuk duduk di kursi roda.


"Iya.. g terasa uda 1 bulan.. apa aku bisa sembuh ya peri?" Rey menatap Clara..


"Apa maksudmu opa? tentu saja bisa.. semuanya akan baik- baik saja.. kamu harus lebih sabar dan berfikiran positif.. y.." Clara memberi semangat kepada Rey , dan ia menggenggam tangannya.


"Tetapi hingga saat ini belum ada kemajuan peri.. kamu juga pasti lelah menjagaku.. aku tinggal dirumahmu, dan dari pagi,.. siang,.. sore.. kamu selalu nemeni aku.. " Rey menggenggam balik tangan Clara.


" Jangan begitu opa.. anggap saja kejadian ini untuk semakin mendekatkan kita.. dan aku percaya tidak ada usaha yang tidak membuahkan hasil.. jadi opa harus tetap semangat.. " Clara tersenyum.


" Iya.. peri.. dan aku senang di jaga oleh istriku.. 😁" Rey tersenyum lebar.


" Belum opa.. aku kan baru tunanganmu.. ngaku- ngaku..." Clara bergerak, posisinya yang tadinya jongkok menjadi berdiri.


" Iya peri.. sini deh..." Rey menyuruh Clara mendekatkan telinganya.


Clara diam tanpa bertanya dan mengikuti instruksi Rey.


" Aku hidup hanya untukmu.. I LOVE U.. Clara.." Rey berbisik, ia kemudian tersenyum saat Clara memandangnya.


" I LOVE YOU TOOO... Opa.." mata Clara berkaca- kaca..


Clara memeluk Rey.. dan pecahlah air matanya. Clara tau betul bagaimana perjuangan Rey untuk dapat sembuh.

__ADS_1


Clara berfikir betapa bodohnya ia selama ini.. orang yang selama ini ia perlakukan seperti kakaknya.. ternyata sangat mencintainya...


" Jangan menangis peri.. kamu bilang semua akan baik- baik saja bukan? ayo kita sudah terlambat kan..😊" Rey menepuk - nepuk punggung Clara.


" Aku tidak menangis.. ayo berangkat dan segera sembuh.. semangat...!!" Clara berdiri, mengusap air matanya dan mendorong Rey menuju mobil.


Rey mendongak ke wajah Clara .. melihat Clara yang tampak lucu.. Rey tersenyum.. lalu melihat ke depan.. dalam hatinya ia bertekad untuk segera sembuh dan segera pergi berjalan- jalan dengan Clara.


Mas Aji sudah menunggu mereka di depan pintu.. Rey dipapah oleh Mas Aji dan Clara untuk masuk ke mobil.. Kemudian Mas Aji melipat kursi roda dan menaruhnya di bagasi sebelum mereka berangkat. Sesampainya di rumah sakit Mas Aji mengeluarkan kursi roda, Clara dan Mas Aji kembali memapah Rey.


Clara kemudian mendorong Rey menuju ruang terapi..


"Seperti biasa aku tunggu di ruang tunggu y... kalau opa mau aku temani, seperti biasa juga.. minta tolong perawat untuk memanggilku... Semangat opa.." Clara mengepalkan tangannya dan tersenyum lebar.


"Bagaimana jika sekalian ikut masuk sekarang saja peri.. 😁" Rey meringis..


" Heh.. ok lah kalo gitu opa.. ayo.." Clara mendorong Rey masuk ke ruang terapi.


Beberapa kali mencoba dengan bantuan perawat. Akhirnya hari ini Rey menunjukkan adanya kemajuan ia dapat melangkahkan kakinya sebanyak 3 kali..


Sesi demi sesi pun akhirnya selesai kini Clara kembali membawa Rey kembali pulang. Sebelum pulang mereka mampir ke sebuah rumah makan untuk makan siang bersama..


" Makan yang banyak opa.. Aku juga memesan jus jeruk baby kesukaanmu ni.." Clara mendekatkan segelas jus di depan Rey ketika pelayan restoran datang mengantarkannya.


"Iya.. kamu juga.. sudah berminggu- minggu tenaga, fikiran , dan waktu senggangmu kamu pakai untukku.. bahkan kadang kamu harus melewatkan jam kuliahmu.. maaf y.. " Rey menggenggam tangan Clara.


" Enggak opa.. aku melewatkannya karena aman saja untuk di lewatkan.. entah aku sudah paham materinya atau terkadang dosennya hanya membutuhkan absen saja.." Clara menjelaskan sambil meminum jus alpukat yang ada di depannya.


" Yang benar.. jangan sampai terganggu kuliahmu hanya karena aku y peri" Rey tersenyum.


"Tentu saja tidak opa.. aku kan juga ingin segera lulus.. Sudah ayo makan.." Clara mengambilkan Rey sebuah garpu dan sendok.

__ADS_1


Mereka akhirnya memulai makan, setelah selesai mereka kembali ke mobil dan kemudian pulang.


Selama tiga bulan Rey terus melakukan terapi. Ia terus menunjukkan kemajuan dan hampir dapat berjalan dengan lancar sekarang.


Hari ini Clara kembali menemani Rey berangkat untuk terapi...


Rey di perbolehkan memakai tongkat untuk membantunya berjalan mulai hari ini.


Setelah selesai sesi mereka tidak langsung pulang, tetapi berjalan - jalan di taman rumah sakit.


"Akhirnya.. aku bisa menggunakan kakiku walaupun belum lancar y peri.. tidak terasa seperti baru kemarin aku terbaring, tidak dapat bergerak hingga kemana- mana menggunakan kursi roda.. kini aku dapat melangkah sendiri di taman.." Rey berjalan sambil tersenyum kepada Clara yang berada di sebelahnya.


" Iya opa.. awas..!" Clara menopang tubuh Rey yang oleng karena tersenggol seorang anak yang sedang berlari.


Clara memeluk erat tubuh Rey yang secara tidak sengaja menimpa dirinya.. hingga tak lama seorang perawat membantu Clara , memapah Rey duduk di sebuah kursi.


Perawat itu sedang mencari seorang anak, ternyata anak yang tidak sengaja menyenggol Rey tadi adalah anak dari seorang pasien. Anak itu marah karena tidak di perbolehkan masuk untuk melihat ibunya yang sedang sakit. Ia lari sambil menangis.


Tak lama ayah anak itu datang menggendong anak tadi.


Ayah dan anak itu mendekat, ayahnya meminta anak itu untuk minta maaf karena hampir membuat Rey jatuh.. akhirnya anak itu meminta maaf, ia meminta maaf sambil mengusap air matanya..


Rey tersenyum.. Ia mengatakan kalau dirinya baik- baik saja.. sehingga ayah anak itu tidak perlu memarahi anaknya.


Kemudian Ayah itu membawa anaknya pergi.. dari kejauhan terlihat ayah itu mencium anaknya.. dan memeluknya dengan sangat hangat, terpancar kasih sayang yang luar biasa dari ayah anak itu.


Tak lama perawat yang ada di sana juga pergi untuk kembali bekerja.


" Nanti kalau kita punya anak aku juga akan sangat menyayanginya peri.. aku harap dia anak laki- laki yang mirip denganmu.." Rey tersenyum sambil melihat Clara.


" Apa sih opa.. anak? aku mau kerja dulu sehabis lulus.." Clara mengeluh..

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2