Don'T Forget Me , Only You My Love Forever

Don'T Forget Me , Only You My Love Forever
Buru- buru Pulang


__ADS_3

"Sudah sana pergi ke kamarmu opa mandi dan beristirahatlah.. " Clara memandangi Rey yang berbaring di sampingnya.


"Sebentar lagi peri.. aduh punggungku..." Rey meregangkan tangan dan kakinya.


"Baru begitu saja opa sudah mengeluh.. o.. y opa.. opa tau tidak? sebenarnya umur kita di sana berbeda dengan umur kita di sini.." Clara melepas jam tangannya dan ia letakkan di meja.


"Masak? aku kok ngerasa sama aja y peri.. g ada bedanya di tubuh aku.." Rey duduk dan menggerakkan semua anggota tubuhnya.


"Iya memang tidak terasa opa.. tapi melalui penampilan terlihat.. opa jauh terlihat lebih tua.." Clara tersenyum sambil menutup mulutnya.


"emm..bener juga kalo di inget- inget.. penampilanmu juga semakin dewasa peri.. jadi sebenarnya umur kita bertambah berapa tahun?" Rey penasaran.


"Jangan kaget y opa.. 5 tahun.." Clara kembali tersenyum sambil menutupi mulutnya.


"Heh.. 5 tahun.. aku beneran udah tua banget dong peri.. lain kali akan aku sempatkan untuk berkaca" Rey penasaran dengan penampilannya.


"Ga usah khawatir opa.. tetep keliatan ganteng kok.. " Clara menggoda Rey.


"😏 aku tidak percaya kepadamu peri.. akan aku lihat sendiri besok.. aku pergi ke kamar y.. malam peri.." Rey berdiri dan melangkah pergi.


" Malam opa.." Clara merebahkan badannya.


Keesokan harinya Rey bangun sangat pagi dan ia segera masuk ke kamar Clara..


Ternyata Clarapun sudah bangun juga.. Mbak Ani juga ada di sana sedang membantu Clara mengganti perban di kakinya.


"Wah opa bangun pagi sekali.. mau ke kantor?" Clara melihat Rey.


"Iya.. tapi nanti kita main lagi ke sana y peri.. aku masih penasaran ...😁" Rey mendekati Clara .


"Ya.. tergantung opa pulang jam berapa.. biasanyakan kalo uda di kantor opa pulangnya malem.." Clara menggerutu.


"Aku bakalan cepet peri.. siap- siap ya.. mbk bantuin Clara siap- siap ya mbk.. jam 4.." Rey langsung pergi dari kamar Clara.


"Iya.. den.. heh dah kabur.." mbk Ani menoleh.


"Memangnya mau kemana to non? " Mbk Ani penasaran.


"Ada mbk.. rahasia" Clara senyum sok misterius.

__ADS_1


"Halah paling mau pacaran to..? mbk tu dah tau non.." mbk Ani merapikan tempat obat.


"Heh.. sok tau.. kalo aku kasih tau.. mbk Ani pasti kaget mbk.. mungkin jantungan.. " Clara menyelimuti kakinya.


" Tetep g kepo aku non.. dah mbk pergi y non.. mau masak dulu.." mbk Ani pergi keluar ke dapur.


"Beneran mbk..? g pengen tau? mbk.. " Clara cenggigisan melihat mbk Ani keluar dari kamarnya.


Clara kemudian melihat gambar tongkat sihirnya.. ia masih g percaya kalo Rey bisa memiliki hal sama dengan dirinya..


Tiba- tiba Clara termenung... ia berfikir jika Rey memang bisa masuk ke negeri sihir.. kenapa g dari dulu aja Rey masuk kesana..


Clara mulai berfikir..


Benar saja.. Rey baru masuk ke negeri sihir di hari itu.. ia belum pernah sekalipun menginjakkan kaki ke pintu rahasia.. jangankan melihat pintu.. berjalan di lorongnya saja belum pernah.


Akhirnya hari pun berlalu.. jam dinding menunjukkan pukul 4, mbk Ani sudah berada di kamar Clara untuk membantunya bersiap.. setelah Clara siap mbk Ani meninggalkannya sendirian.


"Ayo peri.. aku sudah g sabar.. " Rey tiba- tiba datang dengan sangat bersemangat.


"La cepet sekali opa? ga biasanya opa on time pol.. gini.." Clara memandangi Rey.


"😁 ayo..." Rey mendorong kursi roda Clara dan menuju ke pintu rahasia.


"Aku juga tidak tau kalo bisa masuk peri.. awalnya ketika kamu memberitahuku tentang negeri itu, aku tidak begitu percaya.. aku hanya terus mendengarkan ceritamu agar kamu senang.. " Rey menghentikan laju kursi roda Clara.. dan membuatnya berbalik menghadap Rey.


"Jadi opa mengganggap ku berimajinasi gitu?" Clara sedikit marah mendengar pernyataan Rey.


"Bukan begitu.. lagi pula cerita yang seperti kamu ceritakan itu, sangat sulit di pahami peri.. apalagi di dunia moderen seperti dunia kita ini kan..? " Rey membungkuk melihat wajah Clara.. sambil memegangi kedua tangan Clara.


"Lalu sekarang opa percaya..? opa akhirnya percaya karena mengalaminya sendiri.. " Clara memalingkan pandangannya.


"Hal itu juga karena kamu peri.. aku sedikitpun tak pernah penasaran dengan pintu itu sebelumnya.." Rey berlutut didepan Clara.


"Bentuknya, warnanya, letaknya.. aku tak ingin tahu sedikitpun.. tapi begitu kamu pergi dengan kondisi seperti ini.. aku kawatir dan mencarimu" Rey menggenggam lebih erat tangan Clara.


"Aku sangat khawatir peri... dan saat mendengarmu berteriak aku melangkah begitu saja.. dan sampailah di sana.." Rey melepas satu tangannya yang menggenggam Clara dan membelai rambut Clara.


" Jika aku tahu tempat itu nyata.. dan aku dapat masuk ke sana.. aku pasti akan selalu menemanimu.. dan tidak membiarkan raja itu mendekatimu.." Rey memandang Clara tajam.

__ADS_1


Clara tak berkata - kata.. ia diam saja mendengar Rey bicara sambil terus memandang wajah Rey .


"Jujur aku cemburu peri.. tunangganku yang cantik.. Clara.. aku sangat cemburu" Rey tersenyum manis.


Clara memegang wajah Rey dengan kedua tangannya dan ia mulai mendekatkan wajahnya ..


" Muuaachh.. aku milikmu opa.. Rey.." Clara memberikan sebuah kecupan di pipi Rey.


Rey yang terkejut dengan sikap Clara yang begitu berani.. tersenyum dan memandangi Clara.. Rey pun akhirnya mencium bibir Clara dengan sangat mesra.


Selang beberapa waktu.. Rey kembali mendorong kursi roda Clara.


"Eh opa.. kalo cemburu kenapa kesana lagi? opa bahkan sangat bersemangat.." Clara bingung.


"😁 aku ingin menggunakan sihir.. " Rey berbisik.


"Hem.. opa.. sering bilang aku kayak anak kecil.. tapi lihat dirimu sekarang.. " Clara mengeluh.


" Yang pasti aku akan tetap di sampingmu.. tak akan ada seorangpun bisa mendekatimu tanpa izinku peri.. tanganmu tidak akan lepas dari genggamanku.. " Rey mengendong Clara, mereka sampai di depan pintu.


"Emm.. manisnya... opaku ini.." Clara mencubit pipi Rey.


"Aduh apa sih peri.. lepasin.." Rey marah sambil berjalan melewati pintu.


Mereka berdua pun tiba di negeri sihir.. Rey mendudukkan Clara di atas tempat tidur.. dan kemudian mengeluarkan tongkatnya dan merubah penampilannya.


Clara baru saja ingin mengeluarkan tongkat sihirnya juga.. tapi Rey melarangnya.. kali ini ia ingin mendandani Clara.


Rey merubah pakaian Clara dengan gaun panjang berwarna coklat muda.. lengkap dengan sepatu dan hiasan rambut yang berwarna sama.


"Wah gaun yang opa pilih bagus juga.. lah tapi warnanya sama dengan pakaian opa.. emm.. opa mau kita copelan gitu.." Clara tersenyum geli.


Ternyata Rey juga bisa romantis.. ala cewek..


"Iya.. biar dia tau kalau kamu punya aku.. 😉" Rey mengerakkan alisnya.


"Jadi kamar ini punya putri Laura.. luas juga y peri.. " Rey melihat- lihat.


"Iya.. besok bantu aku ngubungin dia y opa.. dia harus tau tentang mendiang raja.." Clara menunduk.

__ADS_1


"Iya.. tenang aja peri.. aku bakalan minta Rio cari tau di mana alamat mereka.." Rey duduk di samping Clara.


Bersambung...


__ADS_2